
Meski terdengar seperti ejekan di telinga orang lain, tapi perkataan Wen Qi sendiri terlihat seperti perkataan seekor singa kepada kucing di telinga Ding Hao, seolah yang ia katakan sangatlah benar dan tak terbantahkan.
"Brengsek, hari ini aku Ding Hao akan mengalahkanmu!" Ding Hao melesat maju dan menebas dengan membabi buta ke arah Wen Qi yang sudah memegang tombak dengan erat di tangannya.
*Tringtingtingtingting*
Kedua logam tajam itu saling berbenturan satu sama lain dan menciptakan percikan seperti bunga api yang menyebar ke sekitar keduanya, dan membawa bau gosong yang menyengat di hidung masing-masing.
Menyaksikan pertempuran keduanya ini, hampir seluruh orang hanya terdiam tanpa bersuara, serta diam-diam mengamati siapa yang jauh lebih unggul saat ini.
"Wen Qi itu ... dia sepertinya memang benar-benar berhasil seimbang dengan Ding Hao!"
"Surga, bakatnya benar-benar terlalu mengerikan! Bagaimana jika nanti dia menerobos Immortal King Middle Stage?"
"Aku khawatir tidak akan ada murid Akademi Emas-Pintu Luar yang dapat menahannya, bahkan Chi Tang sendiri!"
Orang-orang mulai mengadu argumen dan pendapat mereka masing-masing, beberapa di antaranya lebih mendukung Ding Hao, namun juga tak banyak ada yang mendukung Wen Qi mampu memenangi pertarungan ini dengan beberapa keberuntungan jika Ding Hao sedikit ceroboh.
Tapi benarkah begitu?
Hanya keduanya yang tahu!
Sring...
Ding Hao menebas mendatar atau horizontal ke arah badan Wen Qi, tapi Wen Qi meloncat ke atas udara, sementara dia ada di atas udara, Ding Hao sudah menyiapkan tinju berapi di tangan kirinya yang langsung dilayakangkan ke arah Wen Qi.
"Tidak semudah itu!" Wen Qi balik meninju dengan tinju yang diselimuti api merahnya.
Bang!
Ledakan cukup besar terjadi di tempat itu dan asap-asap mengepul memenuhi tempat itu, menghalangi semua pandangan para murid dari pertarungan yang terjadi.
"Siapa? siapa yang menang?"
__ADS_1
"Pasti Ding Hao!"
"Ckk, kenapa begitu yakin?"
Beberapa orang semakin menanti-nantikan jawaban dengan penuh rasa penasaran, apakah Wen Qi atau Ding Hao, hanya itulah taruhan mereka.
Swush!...
Asap menggumpal secara perlahan mulai menghilang, pemandangan yang terjadi justru membuat siapapun terkejut di tempat itu.
Srinn...
"Kau kalah!" Wen Qi menghunuskan tombaknya tepat hingga sedikit menikam ke dekat jantung milik Ding Hao.
"Agh..." Ding Hao sedikit tak tertahankan, menatap dadanya yang sudah meneteskan sedikit darah, dia benar-benar panik, bagaimana jika tombak itu menembus dadanya?
"Apa kau tuli, otak otot? kau kalah!" Wen Qi menegaskan ulang dan menarik kembali tombaknya sebelum akhirnya berbalik dan berjalan pergi.
"Guhhh ... mati kau!" Ding Hao muncul di belakang Wen Qi, bertindak seperti pengecut yang menyerang secara diam-diam dari belakang dengan tinjunya yang berapi-api.
Tuppp...
Pukulan yang kuat itu ... kekuatan penuh dari Immortal King Peak Stage ... semuanya itu berhasil ditahan oleh sebuah jari kurus dan lembut bagaikan salju itu dengan mudah.
"Haaa, bagaimana Azure Holy Land bisa memiliki pengecut sepertimu?" Suara ejekan yang halus terdengar ke seluruh telinga murid-murid di tempat itu, membuat semua perhatian para murid tertuju pada sesosok wanita dengan paras menggoda berambut hitam, hanya yang membedakannya adalah ia menggunakan seragam berwarna biru.
"I-Itu pengurus utama Akademi Emas! Senior Sheng Yun!"
Beberapa murid tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat, bahwa pada hari ini ada seorang Immortal Venerable yang ikut campur dalam konflik antar murid. Benar-benar sesuatu yang sangat langka!
Wen Qi juga agak terkejut sedikit, dia sebelumnya memang ada merasakan sosok yang kuat di sekitar sini, tapi dia tidak menyangka sosok seperti itu akan ikut campur dalam konflik antar murid.
Buru-buru Wen Qi menangkupkan tinjunya untuk menjaga sikap baik di dalam Azure Holy Land. "Terima kasih atas bantuannya senior!"
__ADS_1
"Hmm ..." Sheng Yun memiringkan kepalanya dan membalas tatapan Wen Qi, "Kita akan bicara nanti malam ... di rumahku."
"Woah!" Para murid seketika memerah ketika mendengar ucapan barusan, membayangkannya saja mereka sudah tidak sanggup, sekarang para murid benar-benar iri hati dengan Wen Qi.
Sheng Yun menarik kembali tatapannya dan menatap Ding Hao yang sudah mematung di tempatnya. "Kau sudah kalah tapi masih berani menyerang secara diam-diam, aku akan memberimu tiket gratis ke Penjara Es selama 500 tahun!"
"Pe.. Pe.. Penjara Es? Senior, tolong berbaik hati pada yang rendahan ini!" Ding Hao langsung bersujud hingga mencium tanah.
Penjara Es adalah mimpi buruk bagi para murid Akademi Emas, tidak ada yang benar-benar tertarik, bahkan untuk tinggal seharian di sana karena dikabarkan Es di tempat itu bahkan dapat membekukan Immortal Qi sekaligus, dan menyumbat aliran meridian saking kuatnya.
Tapi keputusan Sheng Yun adalah mutlak selama ada di kawasan Akademi Emas, menolaknya hanya akan membuatnya semakin kesal saja karena dia terkenal dengan tempramen yang tidak suka dibantah.
"Aku sangat tidak suka bantahan, kalian bawalah dan penjarakan dia selama 600 tahun!" kata Sheng Yun menambah waktu hukuman Ding Hao.
Swish.. Swish..
Dua sosok muncul dari dua arah, dan langsung membawa pergi Ding Hao dengan cepat menghilang.
"Kalian semuanya juga segera bubarlah, dan beberapa bersihkan tempat ini!" kata Sheng Yun sebelum akhirnya menghilang dari tempatnya.
"Saudara Wen!" Leng Yu berlari dan menemuinya. "Kau menang lagi, segera angkat aku jadi muridmu!"
"Ogah!" jawab Wen Qi dengan wajah datar.
"Ukkhh, aku hanya bercanda saja." Entah apakah dia memang benar-benar hanya bercanda.
"Tapi saudara Wen, kau mampu menarik perhatian Senior Sheng Yun, kau sangat luar biasa! Pasalnya Senior Sheng Yun adalah anak dari Holy Master, jika kau dapat dekat dengannya ..."
"Anak dari Holy Master?" Wen Qi sedikit tergerak hati, Holy Master hanyalah mereka orang yang memimpin sebuah Holy Land dan biasanya ada di ranah Immortal Venerable Peak Stage.
'Itu artinya dia adalah Nona Agung, sebab itu memang sebutan bagi putri Holy Master!' batin Wen Qi.
'Sial, kenapa malah langsung terlibat dengan orang-orang penting!...' Wen Qi sedikit mengeluh, namun ini sudah takdir, jadi ia hanya bisa berjalan mengikutinya.
__ADS_1
"Hufft, ayo kita balik, aku akan bersiap-siap untuk pergi menemui Senior Sheng Yun!" kata Wen Qi, dan langsung berbalik pergi seorang diri, dikejar oleh Leng Yu dari belakang, membuat keduanya semakin terlihat seperti teman akrab.
[Bersambung!]