Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
11.Terbang Ke Indonesia


__ADS_3

("Aku tau Al,kau melakukan ini karena ingin melindungi ku,tapi sekarang sepertinya aku yakin,anak ku akan lebih aman bersama mu,aku tak akan pernah mengambil nya dari mu,aku hanya berharap kau bisa menemukan kebahagiaan mu nanti.") batin Elmeera.


Saat ia sedang melamun, tiba-tiba ada seseorang yang menelepon nya,ia pun langsung bangkit dan menerima telepon nya.


"Apa! kenapa harus Jakarta?" tanya Elmeera.


"Ya sudah saya akan menjawab nya nanti." ucap Elmeera yang langsung mematikan telponnya.


Elmeera pun mengacak rambutnya,ia tak percaya bahwa ia harus kembali ke Indonesia dan itu kota Jakarta,kota yang sangat tidak ingin ia datangi lagi,ia merasa sudah nyaman berada di Paris.


Namun sepertinya ia juga tak bisa menolak, karena ini adalah bisnis besar,ia harus mengambil pekerjaan ini, karena ini akan membuat karir nya semakin naik.


("Aku sebenarnya tak ingin bertemu dengan mereka,tapi aku butuh menaikan popularitas ku,supaya karir yang sudah aku bangun ini tidak sia sia.") batin Elmeera.


Elmeera pun langsung berkemas,hari ini juga ia harus berangkat ke Jakarta, walaupun hatinya merasa keberatan,namun demi karier nya,ia rela melakukan hal tersebut.


Setelah berkemas ia pun mengajak asisten nya untuk membawa koper nya ke dalam mobil menunju bandara.


"Sis El,kenapa kita harus berangkat mendadak seperti ini?" tanya Rosa, asisten pribadinya.


"Aku juga sebenarnya malas dengan peraturan dari pemilik majalah itu,tapi harus bagaimana lagi,aku sangat membutuhkan dia untuk menaikkan popularitas ku,kau mengerti bukan?" Elmeera mendengus kesal.


"Yes,saya mengerti,eemm tapi nanti kita akan menginap di hotel, apartemen,atau rumah orang tua Sis El??" tanya Rosa.


"Entahlah saya belum tau,tapi sebenarnya aku malas sekali ke rumah orang tua ku,tapi kalau aku menginap di hotel,para wartawan akan menanyakan alasannya, apalagi netizen di Indonesia itu sangat kejam,aku harus bisa menjaga sikap ku di sana." ucap Elmeera.


"Baiklah,lebih baik kita ke rumah orang tua sis El aja, biar tidak ada pertanyaan yang aneh dari para fans dan wartawan nanti." Rosa memberikan saran.


"Tapi nanti saja aku akan menghubungi nya, sekarang aku masih malas untuk berbicara,aku akan lebih fokus pada fashion show ku di sana,eemm kira kira baju yang aku bawa tadi cukup tidak yah." El sibuk sendiri dengan dirinya.

__ADS_1


"Gampang,nanti kita bisa beli di sana,kita tidak perlu membawa terlalu banyak barang, bukanya nanti kita akan balik lagi ke sini." ucap Rosa.


"Yah kau benar." Elmeera mengangguk.


Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di bandara,mereka menunggu sekitar satu jam sampai akhirnya pesawat yang mereka tumpangi pun terbang menuju Indonesia.


***


Dafi mendapatkan informasi dari orang suruhan nya,dan orang suruhan nya pun mengajak nya untuk bertemu di sebuah cafe, mereka pun sudah berada di tempat tersebut.


"Jadi, informasi apa yang kau dapatkan dari pengintaian mu?" tanya Dafi.


"Jadi pemilik butik tersebut bernama Almeera bos,dia memiliki kembaran bernama Elmeera,namun kembaran nya ini tidak tinggal di Indonesia,dia tinggal di Paris untuk mengejar karir nya menjadi seorang model terkenal." ucap orang tersebut.


"Lalu,anak laki laki ini siapa?" tanya Dafi penasaran.


"Dia anak dari Almeera bos, pemilik butik itu,tapi saya tidak menemukan siapa nama ayah dari anak tersebut, karena memang tak ada yang mengetahui kebenaran nya kecuali keluarga mereka sendiri." ucap orang tersebut.


"Baiklah,ini bayaran mu, terimakasih sudah membantu ku, Sekarang kau boleh pergi." Dafi memberikan sejumlah uang pada pria tersebut.


"Terimakasih bos." ucap pria tersebut yang langsung pergi dari tempat tersebut.


Sementara di tempat lain,Almeera baru saja pulang dari butik,ia menggendong Kendra yang tertidur saat di mobil tadi,ia pun langsung membawa nya ke dalam kamar.


"Al,kenapa kau baru pulang jam segini?" tanya Tri yang mengikuti Almeera ke kamar.


"Lebih baik kita ngobrol nya di depan ma, takut Ken bangun." Almeera memelankan suaranya.


"Ya udah ayo!" ucap tri yang langsung keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


Mereka pun duduk di ruang tamu,Almeera merenggang kan tangannya karena merasa pegal setelah menggendong putra nya itu.


"Kau kelihatannya sangat capek sekali." Tri memijit tangan Almeera.


"Lumayan mah,hari ini banyak sekali pekerjaan ku di butik." ucap Almeera sambil tersenyum.


"Kau juga harus memikirkan kesehatan mu Al,jangan sampai kau tumbang nanti." Tri tak ingin melihat anak nya ini sampai sakit.


"Iyah mah,aduh enak banget mama memijitnya, hehehe." Almeera terkekeh.


Tri pun ikut terkekeh melihat Almeera. "Eemm bagaimana kabar El,apa dia ada membalas pesan dari mu?" tanya Tri.


"Tidak mah,dia tak pernah membalas pesan dariku,dia hanya melihat dan membacanya saja." Almeera menghembuskan nafasnya.


"Anak itu kenapa dari dulu selalu membuat mama pusing,dia selalu melakukan apa yang ia mau tanpa mendengarkan kata mama dan papa." Tri sangat bingung dengan anak nya yang satu itu.


"Sudahlah mah, lagian mungkin dia juga lagi sibuk,kita tak perlu memaksakan nya,aku yakin nanti juga dia akan bosan sendiri dengan jalan hidup nya." ucap Almeera.


"Bukan begitu Al,mama cuma tidak mengerti dengan akal pikiran nya,bisa bisa setelah melahirkan,dia tak pernah melihat Kendra sekali pun,apa dia tidak ada rasa keibuan sama sekali." ucap Tri.


"Entah lah mah, padahal kalau dia tau,Kendra sekarang,dia pasti akan sangat bangga mempunyai anak sepintar Ken." ucap Almeera.


"Hmm,kamu mending istirahat saja,ini sudah malam,besok kan kamu harus bekerja lagi." ucap Tri.


"Iyah mah," Almeera pun berdiri lalu berjalan menuju kamar nya.


Almeera menatap Kendra yang masih tertidur,ia tersenyum melihat putranya yang sangat menggemaskan itu,ia pun langsung menghampiri nya.


"Bunda janji sayang,walaupun momy mu tidak menginginkan mu,tapi bunda akan selalu menyayangi mu, kau tidak perlu khawatir,bunda akan merawat kau dengar baik, sampai dewasa nanti,sampai kau bisa menemukan seseorang yang bisa menemani hidupmu." gumam Almeera.

__ADS_1


("Aku pun tak tau dengan hidup ku,aku selalu gagal dalam menjalani hubungan,banyak sekali pria yang mendekat ku,tapi mereka selalu mundur saat mengetahui kalau aku sudah punya anak.") batin Almeera.


__ADS_2