
"Hmm kamu memang tidak mau asal asalan kalau menyangkut Kendra,masalah kamar untuk nya saja,kamu harus memanggil desainer interior segala,padahal pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membayar jasa nya." ucap Tri.
"Tidak apa apa mah,Al hanya ingin Kendra nyaman di kamar baru nya,nanti dia kan harus tidur sendiri." ucap Almeera.
"Iyah sayang mama mengerti." ucap Tri,ia tersenyum bangga melihat putrinya itu.
"Ya sudah,Al ke kamar dulu yah mah pah,mau lihat Ken juga,dia masih bangun atau sudah tidur." ucap Almeera yang langsung berdiri.
"Iyah sayang." ucap Tri sambil tersenyum.
Almeera pun langsung berjalan ke arah kamar nya,saat ia masuk terlihat Kendra sedang tertidur dengan posisi menyamping, sehingga terlihat punggungnya yang membelakangi nya.
Almeera pun langsung menghampiri nya,ia tersenyum lalu mengusap rambut nya,namun bertapa kaget nya ia ketika memegang keningnya yang terasa panas.
"Ken!" Almeera panik.
Almeera pun langsung membalikkan tubuh Kendra,badan Kendra bergidik, keringat bercucuran namun suhu tubuh nya terasa panas.
"Mama papa!" teriak Almeera.
Tak lama kemudian,Candra dan juga Tri menghampiri Almeera dengan sangat panik,karena mendengar teriakkan Almeera.
"Ada apa,kenapa kamu berteriak Al?" tanya Tri yang langsung menghampiri Almeera.
"Ken badannya panas banget mah, padahal tadi dia tidak kenapa-kenapa." Almeera sangat panik.
Tri dan juga Candra memegang kening Kendra,dan benar saja,suhu tubuhnya sangat panas. "Telpon dokter Edward Al,cepat!" ucap Candra.
"Iyah pah." ucap Almeera,ia pun langsung menelpon Edward.
Ternyata Dokter Edward baru saja sampai di rumah nya,namun ia pun langsung menuju rumah Almeera karena ia juga panik mendengar Ken badannya panas.
Tak lama kemudian, Edward pun sampai di rumah Almeera,ia langsung di sambut oleh Tri dan juga Candra, kemudian ia langsung ke kamar untuk memeriksa keadaan Kendra.
__ADS_1
"Apa dia sudah makan?" tanya Edward.
"Dia hanya makan tadi siang,aku juga tadi baru mau panggil dia makan makanan yang kamu kasih,tapi ternyata saat aku masuk kamar,dia sudah seperti ini." ucap Almeera.
"Baiklah,Ken biar di kompres dulu keningnya pake air hangat,karena kalau langsung di kasih obat takut nya malah semakin membahayakan nya, apalagi dia belum makan, setelah panas nya agak turun,baru kasih sedikit makanan,abis itu bisa langsung minum obat." ucap Edward.
"Kalau panas nya nggak turun bagaimana?" Almeera masih panik.
Mendengar Edward yang memberikan instruksi untuk mengompres,Tri pun langsung ke dapur untuk mengambil air hangat juga handuk kecil untuk mengompres Kendra.
"Aku yakin dia tidak selemah itu,dia anak yang kuat." ucap Edward sambil tersenyum,supaya Almeera tidak terlalu cemas.
"Sebentar yah sayang,kamu yang kuat yah nak." Almeera mengusap kepala Kendra agar ia bisa sedikit tenang.
Edward melihat Almeera yang sepertinya sangat khawatir melihat keadaan putranya,ia sangat kagum pada Almeera yang sepertinya sangat menyayangi putra nya itu.
("Sepertinya memang untuk sekarang ini,dia lebih fokus pada Ken, sampai sampai dia lupa bagaimana untuk menata hatinya untuk seorang pria.") batin Edward.
"Ini air hangat nya." Tri tiba-tiba datang membawa kan air hangat dan handuk kecil.
"Tidak perlu,Ken hanya demam,aku bisa pastikan kalau dia tidak apa apa." ucap Edward.
"Ken,kamu bisa dengar bunda kan sayang,mana yang sakit nak?" tanya Almeera.
"Ken tidak apa apa bunda,bunda jangan cemas." ucap Kendra dengan suaranya yang lemas.
"Tuh kan,Ken memang anak yang hebat,om dokter sangat bangga sama Ken." Edward tersenyum ke arah Kendra. "Ken makan dulu sedikit yah,abis itu kita minum obat,oke!" ucap Edward, Ken pun mengangguk.
"Biar mama yang ambilkan makanan nya sebentar." ucap Tri yang langsung keluar dari kamar tersebut.
Beberapa saat kemudian,Tri pun datang mengambilkan makanan nya, setelah itu Almeera langsung menyuapi Kendra,dan langsung memberikan nya obat penurun panas.
"Ken tidur yah sayang,bunda akan jaga Ken di sini!" ucap Almeera,sambil mengusap kepalanya.
__ADS_1
"Iyah bunda." ucap Ken, yang langsung memejamkan matanya.
Beberapa saat kemudian,Ken sepertinya tertidur, Almeera pun bisa bernafas lega,karena panas suhu tubuhnya pun sudah mulai turun.
"Sepertinya Ken sudah baikan,dia juga sudah tidur,kalau begitu saya pamit pulang dulu yah,ini sudah terlalu malam." ucap Edward.
"Syukurlah kalau begitu,mari saya antar ke depan." ucap Candra.
"Biar Al saja yang mengantar Dokter Edward ke depan pah,mama sama papa istirahat saja ke kamar,ini sudah malam, Ken juga sepertinya sudah tidur dia harus istirahat." ucap Almeera.
"Baiklah,mama sama papa ke kamar yah." ucap Tri yang langsung pergi bersama Candra ke luar kamar.
"kalau begitu saya antar sampai depan." ucap Almeera, yang langsung berdiri, Edward pun mengangguk.
Setelah itu,Mereka pun langsung berjalan ke arah luar,setelah di depan rumah,mereka pun saling berpandangan, Almeera merasa bersalah karena Edward harus ke rumah nya, padahal ia baru saja pulang setelah pertemuan nya di restoran tadi.
"Dokter Edward,aku sangat berterimakasih kepada mu,maafkan aku jika aku mengganggu mu malam malam begini, apalagi kau baru saja pulang tadi." ucap Almeera.
"Tidak apa-apa,ini sudah menjadi tugas ku,dan aku juga menyayangi Ken,kalau tau Ken sakit,tadi aku pasti ikut pulang ke rumah mu dari restoran." ucap Edward.
"Terimakasih,kau sudah menyayangi putraku,kalau begitu,hati hati di jalan!" ucap Almeera.
("Bahkan aku sudah menganggap Ken seperti anak kandungku sendiri,dan jika seandainya kau tidak keberatan,aku mau menjadi ayah untuk Ken, walaupun aku belum siap untuk mengatakan nya secara langsung padamu.") Batin Edward.
"Dok,kenapa malah melamun?" tanya Almeera.
"Eh Iyah maaf,kalau begitu saya pulang dulu,jika ada apa apa kau bisa hubungi aku lagi nanti!" ucap Edward.
"Iyah, terimakasih sebelumnya." ucap Almeera sambil tersenyum.
Edward pun hanya mengangguk,kemudian ia langsung berjalan ke arah mobil nya,sebelum masuk ke dalam mobil, ia melihat ke arah Almeera,ia tersenyum,lalu masuk ke dalam mobil nya.
Sedangkan Almeera,ia melihat kepergian mobil Edward, setelah mobil tersebut melaju cukup jauh,ia pun langsung kembali lagi ke kamar nya.
__ADS_1
Saat masuk ke dalam kamar, Almeera melihat Kendra,namun ternyata matanya terbuka, Almeera pun langsung menghampiri nya.