Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
39.Bahagia


__ADS_3

"Sepertinya ini terlalu cepat tuan,lagi pula kau belum tau tentang ku, begitu pun sebaliknya,aku hanya takut,kau hanya sekedar mengagumi ku saja,dan jujur saja,aku tau mau jika aku hanya di jadikan tempat persinggahan saja,aku hanya tak ingin jadi tempat pelampiasan bagi seseorang yang hanya senang dengan pisik ku tapi tidak dengan hati ku." ucap Elmeera.


"Aku tau nona,aku sudah tak muda lagi,dan sepertinya aku terlalu berharap lebih padamu,aku memang tak pantas mendapatkan wanita yang terlalu muda seperti mu." ucap Rey terlihat kecewa mendengar jawaban Elmeera.


"Bukan begitu tuan,maaf jika aku membuat mu tersinggung,tapi bukan begitu maksudku." Elmeera merasa bersalah.


"Tak apa,aku mengerti." ucap Rey,ia pura pura tersenyum.


("Sepertinya dia salah paham,aku harus bagaimana, pasti dia merasa aku meremehkan nya, padahal bukan itu yang aku maksud,aku hanya tidak ingin menjalani hubungan sesaat.") batin Elmeera.


"Tuan,aku mau menjalani hubungan dengan mu." ucap Elmeera tiba tiba.


"A-apa aku tidak salah dengar?" Rey tampak terkejut dengan perkataan wanita di depannya ini.


"Tidak, sebenarnya aku juga tertarik pada tuan." ucap Elmeera malu malu.


"Terimakasih,aku janji,aku akan membuat mu bahagia." Rey memegang tangan Elmeera lalu mencium nya.


Elmeera hanya tersipu malu,entah kenapa ia merasa bahagia saat ini,ia tak pernah menyangka bahwa ia akan melabuhkan hatinya pada seorang pria yang usianya jauh di atas nya.


Setelah mengungkapkan perasaan nya masing-masing, mereka pun kini mengobrol,mulai saling terbuka satu sama lain,mereka bertekad untuk mulai merajut asmara, terlihat dua sejoli itu sedang menikmati makan malam dengan begitu romantis.


Tak ada lagi yang mereka pikirkan kecuali merasakan kebahagiaan saat ini,dunia pun terasa indah,tanpa ada beban dalam dirinya.


"Eemm ini sudah larut malam,memang benar yah, mengobrol dengan seseorang yang kita sukai itu bisa lupa waktu, bagaimana kalau ku antar pulang." Rey terkekeh, kemudian melihat jam di tangan nya.


"Eemm boleh." jawab Elmeera sambil mengangguk.


Rey pun langsung berdiri,di ikuti oleh Elmeera, ketika mereka berjalan,Rey langsung memegang tangan Elmeera dengan erat.


Sementara Elmeera hanya tersenyum malu atas perlakuan Rey terhadap nya,ia pun membiarkan Rey memegang tangan nya sampai mereka pun sampai di tempat mobil Rey yang terparkir.


"Silahkan cantik." ucap Rey saat membuka pintu mobil nya.

__ADS_1


"Terimakasih." Elmeera pun langsung masuk sambil tersenyum.


Di dalam perjalanan mereka terus bercanda, tertawa bersama, menikmati indahnya kebersamaan, pertemuan yang tak terduga dan cukup singkat ternyata mampu menyatukan keduanya,kini mereka sangat bahagia dengan apa yang telah terjadi di antara nya.


Beberapa saat kemudian,mobil yang Rey Kendarai pun sampai di depan apartemen,namun sepertinya Rey belum puas untuk mengobrol bersama kekasih baru nya itu.


"Kenapa melihat ku seperti itu?" tanya Elmeera,heran karena Rey menatapnya sambil tersenyum.


"Kamu sangat cantik sayang." ucap Rey,kini ia sudah tak malu lagi untuk memuji Elmeera.


"Tuan bisa saja." ucap Elmeera,ia terlihat salah tingkah.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu!" ucap Rey.


"Lalu?" Elmeera sedikit bingung harus memanggil apa.


"Panggil nama saja,pakai sayang juga boleh." ucap Rey, sedikit bercanda dengan Elmeera.


"Oke Rey sayang." ucap Elmeera spontan, sambil tersenyum manis.


Jantung Rey berdebar kencang saat Elmeera memanggil nya dengan sebutan sayang,ia tak menyangka Elmeera akan mengatakan nya, padahal ia hanya bercanda tadi.


"Aku keluar dulu yah l." Elmeera berniat membuka pintu mobil nya.


"Tunggu!" Rey menarik tangan Elmeera, sehingga tubuh nya jatuh ke dalam pelukan Rey.


Kini mata keduanya saling bertatapan. "Aku mencintaimu." Rey mengecup bibir Elmeera.


Elmeera langsung terdiam karena terkejut, setelah sadar ia pun langsung memegang bibir nya.


"Maaf,aku sudah lancang." ucap Rey.


"A-aku harus istirahat, selamat malam." ucap Elmeera,ia pun langsung membuka pintu mobil nya, kemudian pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Elmeera sedikit berlari, sambil memegangi dadanya yang terasa panas,ia tak menyangka akan terjadi hal tersebut.


Beberapa saat kemudian,ia sampai di kamar nya,ia terus memegangi dadanya yang masih berdebar. "Dia mencium bibir ku,tapi kenapa aku tak bisa menolaknya, apakah aku benar benar mencintai pria itu." gumam Elmeera sambil memegang bibir nya.


Elmeera pun langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur,ia menatap langit langit kamar,sambil membayangkan apa yang sudah terjadi padanya.


Sementara di luar,Rey masih berada di tempat tadi,ia pun masih membayangkan apa yang sudah terjadi sambil senyum senyum sendiri, betapa bahagianya ia malam ini,ia merasa muda kembali saat memiliki perasaan itu pada Elmeera.


Saat ia sedang membayangkan kejadian tadi, tiba-tiba ponselnya berdering, dengan sedikit kesal ketika melihat siapa yang menelepon nya, ia pun langsung mengangkat telponnya.


"Halo,Iyah aku baru saja selesai meeting,ada apa?" tanya nya. "Baiklah,akan segera aku transfer sekarang." jawab nya,saat seseorang di balik telpon itu meminta sejumlah uang,Rey pun langsung mematikan nya.


"Hanya uang saja yang ada di pikirannya." gumam Rey sambil berdecak kesal, setelah itu ia langsung melajukan mobilnya.


***


Sementara di tempat lain terlihat Almeera dan Kendra sedang berada di dalam kamar nya, Almeera baru saja membacakan sebuah buku cerita pada Kendra.


"Bunda,kenapa Ken masih tidur di sini, bukannya kamar baru Ken sudah selesai?" tanya Kendra.


"Besok malam aja yah sayang, sekarang Ken,kan baru saja sembuh,bunda nggak bisa biarin kalau Ken tidur sendirian." ucap Almeera.


"Ya udah malam ini Ken tidur di sini" jawab nya. "Eemm bunda,apa momy kasih kabar sama bunda?" tanya Kendra tiba tiba.


"Eemm Ken kangen sama momy yah,eemm sepertinya ini belum terlalu malam, bagaimana kalau bunda telpon momy." ucap Almeera,ia melihat jam dinding.


"Boleh bunda." Kendra tersenyum.


Almeera pun mengambil ponselnya yang berada di atas meja, kemudian ia mencari nomor telepon Elmeera, setelah itu ia langsung menghubungi nya.


Tut...Tut...Tut...


Beberapa kali Almeera mencoba untuk menelpon,tapi tidak juga di angkat,ia melihat ke arah kendra yang sepertinya sedang menunggu jawaban telponnya.

__ADS_1


("Kenapa kamu selalu seperti ini El,putra mu sedang merindukan mu,tapi kamu selalu saja seperti ini,lalu harus bagaimana lagi aku menjelaskan nya pada Ken.") batin Almeera.


"Bagaimana bunda? momy tidak menjawab yah, sepertinya momy sangat sibuk,dia selalu seperti ini?" Kendra menghembuskan nafasnya, sambil melihat ke arah Almeera yang masih menempel kan ponsel di telinganya.


__ADS_2