Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
45.Tak Bisa Menahannya


__ADS_3

Karena terlalu gemas melihat ekspresi wajah Elmeera yang tersipu malu, Rey pun menggeser kursi nya agar posisinya bisa lebih dekat dengan Elmeera.


Rey memegang dagu lancip Elmeera. "Aku mencintaimu." Rey pun mengecup bibir Elmeera.


Deg


Elmeera terkejut dengan apa yang dilakukan Rey,namun entah kenapa ia tak bisa menolaknya, hatinya bergetar saat Rey mencium nya dengan sangat lembut.


"Aku menginginkan dirimu!" Rey berbisik mesra di telinga Elmeera.


Tubuh Elmeera bergetar mendengar perkataan Rey,ia tak bisa berkata apa-apa lagi, mulut nya bagaikan terkunci rapat,dirinya seperti tersihir oleh sesuatu yang ia pun tak tau apa itu.


Melihat Elmeera hanya terdiam, Rey pun langsung menggendongnya,Rey berjalan ke arah tempat tidur dengan hati hati sambil tersenyum ke arah Elmeera.


Dengan sangat lembut,Rey merebahkan tubuh Elmeera ke atas tempat tidur, melihat tidak ada penolakan dari Elmeera, Rey pun melanjutkan aksinya.


Rey melucuti satu persatu kain yang menutupi bagian tubuh Elmeera,saat ia membuka bagian atasnya,ia melihat ada dua gunung kembar yang terlihat padat berisi, membuat nya semakin bergairah.


Kini tangan Rey mulai nakal,ia memainkan gunung kembar yang sejak tadi membuat nya takjub, dengan lembut ia memainkan tangannya di sana.


"Aaaah." suara rintihan Elmeera membuat Rey semakin bergairah.


Rey semakin menjadi jadi,kini ia menuntaskan hasratnya, sampai akhirnya ia sampai pada puncaknya.


Keduanya tampak berkeringat, setelah melakukan pertempuran yang cukup sengit,saat ini mereka sedang terdiam sambil memikirkan apa yang baru saja terjadi di antara nya.


Kini, tubuh Elmeera terbungkus oleh selimut,terlihat ia masih terdiam sambil melihat langit langit kamar nya.


("Ya Tuhan,apa yang baru aku lakukan dengan nya,kenapa hubungan ku sampai sejauh ini,aku tak menyangka aku bisa berbuat seperti itu dengan pria ini.") batin Elmeera.


"Maafkan aku sayang,aku benar-benar tidak bisa menahan nya." ucap Rey,ia takut jika Elmeera akan marah dengan nya.

__ADS_1


Elmeera tidak menjawab,ia bingung harus bagaimana,namun itu membuat Rey jadi merasa bersalah.


Elmeera menarik selimut sampai ke dada nya, agar tubuhnya bisa tertutupi, kemudian ia membalikkan tubuhnya membelakangi Rey.


"Sayang." Rey memegang punggung Elmeera.


"Aku mohon pergi dulu sekarang,aku sedang ingin sendiri." ucap Elmeera tiba-tiba.


Rey pun melepaskan tangannya. "Sekali lagi maafkan aku, sekarang aku akan pergi,tapi,aku akan kembali lagi nanti." Rey langsung mengenakan pakaian nya kembali, setelah itu ia langsung keluar dari apartemen Elmeera.


Rey mengerti,jika saat ini Elmeera butuh waktu untuk sendiri,namun ia tak akan lepas tanggung jawab,ia akan kembali lagi nanti, setelah Elmeera sudah tenang.


Saat mengetahui Rey sudah keluar, Elmeera pun langsung masuk ke dalam kamar mandi,ia berdiri di bawah shower agar tubuhnya bisa terkena kucuran air.


("Sudah dua kali,aku terjatuh ke dalam tubuh laki laki tanpa ada ikatan pernikahan,entah apa sebenarnya yang terjadi padaku sehingga hidup ku menjadi seperti ini, bagaimana jika hal itu terjadi lagi padaku,aku tidak ingin mengandung anak di luar pernikahan lagi,sudah cukup Ken saja yang menjadi korban keegoisan ku,aku tak ingin mengulang hal yang sama lagi.") batin Elmeera.


Elmeera menengadah wajah nya,sehingga kucuran air kini mengenai wajahnya,ia sedang memikirkan hal yang akan terjadi padanya nanti setelah kejadian tadi.


Setelah cukup puas berada di kamar mandi, Elmeera pun langsung keluar,namun baru saja ia menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamar nya.


Rosa baru saja pulang setelah tadi berkencan dengan kekasihnya,ia sengaja meminta izin pada Elmeera untuk pergi setelah ia membantu mempersiapkan makan malam Elmeera tadi.


Mendengar pertanyaan Rosa, Elmeera tidak menjawab nya,ia malah duduk santai di depan meja hias sambil bercermin.


"Sepertinya habis ada pertempuran di kamar ini,hehehe." Rosa terkekeh melihat pakaian Elmeera yang tergeletak di sembarang tempat.


"Kamu pulang kapan?" tanya Elmeera,ia malah mengalihkan pembicaraan nya.


"Jawab dulu." Rosa mendesak.


"Seharusnya aku tak perlu menjawab nya,kamu pasti sudah paham." ucap Elmeera dengan santai.

__ADS_1


"OMG,apa aku tidak salah dengar,sis El baru saja *** *** sama om tampan itu." ucap Rosa,ia menutup mulutnya.


"Cukup kamu saja yang tau tentang ini." ucap Elmeera.


"Sebentar sebentar,aku masih belum percaya." Rosa mendekati Elmeera.


"Terserah kamu saja mau percaya atau tidak." Elmeera menghembuskan nafasnya.


"Bukan begitu sis El,tapi dari sekian ratusan pria tampan yang mendekati sis El, ternyata sis El malah terpikat sama om tampan itu, bentar bentar aku masih belum percaya,tapi emang dia ganteng sih,aku juga mau kalau dia nya mau,hehehe." Rosa terkekeh.


"Dari pada kamu terus ngoceh di situ,mending beresin aja tuh bekas makan malam tadi,aku capek mau istirahat." ucap Elmeera sambil mengeringkan rambutnya.


"Hmm gak seru ah, orang aku belum selesai ngomong." Rosa terlihat kesal.


"Oca!" ucap Elmeera.


"Iyah Iyah." Rosa pun langsung menurut pada bos nya itu walaupun sebenarnya ia masih penasaran bagaimana Elmeera bisa dengan mudahnya jatuh ke dalam pelukan Rey.


***


Sementara di tempat lain,Luna,Risti dan juga Dafi sedang berada di restoran,malam ini mereka sengaja pergi ke sana untuk mencicipi makanan untuk catering di pernikahan nya Luna dan Dafi nanti.


"Eemm menurut Tante yang ini enak, menurut mu bagaimana?" tanya Risti pada Luna,saat ia baru saja mencicipi satu makanan yang ada di depan nya.


"Eemm enak Tante,ya udah aku mau, makanan ini nanti ada di pesta pernikahan aku." ucap Luna.


"Oke, sekarang kita cicipi yang lainnya juga." ucap Risti.


Luna melihat,Dafi hanya duduk sambil melamun, membuat ia sedikit kesal,lagi lagi Dafi tak ikut andil untuk rencana pernikahannya, padahal seharusnya itu dilakukan oleh nya juga sebagai calon pengantin pria,dan tentu saja Luna sangat membutuhkan saran dari nya juga.


"Daf, bagaimana menurut mu, apakah makanan ini enak?" tanya Luna,ia mencoba untuk bertanya pada Dafi.

__ADS_1


"Terserah kamu aja,aku tidak begitu paham soal makanan." ucap Dafi datar.


"Lagi lagi kamu selalu seperti ini jika aku tanya,bisa nggak sih Daf,sekali aja kamu nggak bikin aku kesel,aku tuh harus bagaimana supaya kamu nggak terlalu cuek gini, Sebentar lagi kita tuh bakal nikah,tapi kamu tetep aja nggak bisa hargain aku sedikit aja." ucap Luna.


__ADS_2