Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
21.Ikatan batin


__ADS_3

"Stop! kau jangan buat kesabaran ku habis,aku tidak suka dengan cara mu ini,kau merendah kan sendiri harga diri mu hanya untuk mendapatkan ku, dengar kan aku Luna! dengan kau berbuat seperti ini semakin membuat ku ingin mengakhiri semuanya dengan mu!" Dafi tampaknya sangat emosi karena Luna terus memaksa dirinya.


"Hiks hiks hiks." Luna hanya menangis,ia sadar bahwa apa yang ia lakukan salah,ia hanya terbawa suasana,karena ia tak mau kehilangan Dafi,Dafi adalah cinta pertama nya, yang akan selalu ia cintai.


Dafi pun langsung mengambil kunci pintu nya dengan paksa setelah itu ia langsung keluar dari kamar tersebut.


"Aku akan mendapatkan dirimu Daf,dengan cara apapun!" Luna menghapus air matanya.


***


Malam Hari


Sementara di tempat lain, Almeera menemani Kendra untuk menemui Elmeera,ia mengetuk pintu kamar Elmeera yang tertutup.


Tok...tok..tok...


"Masuk!" ucap Elmeera dari dalam.


Almeera pun langsung membuka pintu nya,ia melihat sekeliling,ia tak melihat asisten pribadinya Elmeera di kamar tersebut.


"Ada apa?" tanya Elmeera.


"Kendra ingin berbicara dengan mu." ucap Almeera.


"Kemari lah!" ucap Elmeera.


Kendra pun menatap bunda nya,ketika Almeera mengangguk Kendra pun langsung menghampiri Elmeera yang sedang berada di atas tempat tidur.


"Momy." ucap Kendra.


"Iyah,kenapa?" ucap Elmeera datar.


"Ken mau minta maaf sama momy,tadi Ken sudah mengotori gaun momy." ucap Kendra.


("Almeera sangat pandai menasehati Kendra,bahkan tadi Kendra terlihat marah sekali dengan ku,tapi sekarang dia sendiri bersedia untuk meminta maaf padaku, sepertinya aku tidak boleh terlalu keras padanya,lagi pula besok aku harus kembali lagi ke Paris.") batin Elmeera.


"Ya sudah momy memaafkan mu." ucap Elmeera.


"Terimakasih momy,Ken sayang momy." Kendra memeluk Elmeera.

__ADS_1


Elmeera pun merasa terkejut dengan apa yang Ken katakan, apalagi ini baru pertama kalinya ia di peluk oleh putranya yang sudah lama ia tinggalkan,tapi Elmeera tidak membalas pelukannya,ia membiarkan tangan nya tidak merespon nya.


"Momy sayang kan sama Ken, seperti apa yang bunda katakan,kata bunda momy sangat sayang sama Ken." Kendra menatap wajah Elmeera.


("Aku tidak bisa menjawab nya, mulut ku terlalu kaku untuk mengatakan kalau aku juga menyayangi nya.") batin Elmeera.


Almeera memperhatikan Elmeera yang tidak menjawab pertanyaan Kendra,ia pun tak tau apa yang sedang dipikirkan oleh nya.


"Eemm asisten mu kemana?" tanya Almeera mengalihkan perhatian.


"Dia sedang mengurus kepulangan ku besok,besok aku akan kembali lagi ke Paris." ucap Elmeera.


"Kenapa cepat sekali?" Almeera menghampiri mereka.


"Banyak pekerjaan ku di sana,aku tak mau terlalu lama meninggal kan nya." Elmeera menjelaskan alasannya.


("Momy akan meninggalkan ku lagi,hmm seharusnya aku tak boleh bersedih.") batin Kendra.


"Momy." Kendra menatap wajah Elmeera.


"Hmmm." jawab nya.


"Apa?" Elmeera penasaran.


"Sebelum besok momy kembali ke Paris,boleh tidak kalau malam ini Ken tidur sama momy?" ucap Kendra tiba-tiba.


Deg


Hati Elmeera merasakan hal yang berbeda,ia sama sekali tidak pernah membayangkan Kendra akan meminta hal seperti itu.


"Bu-bukankah kau biasanya tidur dengan bunda mu?" ucap Elmeera gugup.


"Malam ini saja momy." ucap Kendra seperti memohon.


"Biarkan saja dia tidur dengan mu,mungkin dia juga ingin merasakan tidur bersama momy nya, seharusnya kau kabulkan permintaan Ken kali ini,dia tak pernah meminta apapun darimu." ucap Almeera.


"Ta-tapi." ucap Elmeera.


"Aku mohon,anggap saja ini permintaan ku juga,aku pun tak pernah meminta apapun darimu kan?" ucap Almeera.

__ADS_1


"Hmm baiklah." Elmeera mengembuskan napasnya.


"Terimakasih momy." Kendra terlihat sangat senang.


("Aku tau El, walaupun kau sama sekali tak memperdulikan nya,tapi dia tetap anakmu,Ken juga pasti memiliki ikatan yang kuat dengan mu, walaupun selama ini aku yang merawat nya,tapi dia juga pasti merasakan nyaman ketika berada di dekat ibu kandung nya sendiri,aku hanya ingin Ken bahagia.") batin Almeera.


"Ya sudah,kalau begitu bunda ke kamar dulu yah,Ken di sini sama momy,ingat,Ken tidak boleh merepotkan momy oke!" Almeera memberikan pesan pada Kendra.


"Baik bunda." ucap Kendra sambil tersenyum.


"Aku titip Ken,jaga dia dengan baik!" ucap Almeera yang langsung pergi dari kamar tersebut.


Almeera pun keluar dari kamar tersebut,ia memandangi Kendra Sebelum menutup pintu setelah itu ia menutup pintu kamar nya kembali.


"Tidurlah,ini sudah malam." ucap Elmeera yang langsung tidur dengan membelakangi Kendra.


("Kenapa momy membelakangi mu, biasanya kalau tidur,bunda selalu memeluk ku,aku jadi bingung sebenarnya momy sayang gak sih sama aku.") batin Kendra.


Elmeera belum memenuhi matanya,ia merasa ada hal yang aneh ketika ia tidur di samping putri nya,ia tak pernah membayangkan akan ada kejadian seperti ini saat ia pulang.


Saat Elmeera sedang bergelut dengan pikirannya, secara mengejutkan,tangan mungil Kendra memeluk Elmeera dari belakang, Elmeera sangat terkejut dengan apa yang putra nya lakukan.


"Aku cuma ingin memeluk momy,Ken tak akan nakal seperti tadi." ucap Ken dengan lembut.


Deg


("Ada apa dengan ku, walaupun aku mencoba untuk tidak peduli dengan nya,tapi melihat sikapnya yang seperti ini,kenapa aku merasa kasihan terhadap nya.") batin Elmeera.


Beberapa saat kemudian, Elmeera mendengar nafas Kendra yang sudah beraturan, seperti nya Kendra sudah tertidur saat ini dengan posisi masih memeluk nya.


Elmeera pun membalikkan tubuhnya,ia menghadap ke arah Kendra yang sudah terlelap, Elmeera menatap wajah polos putra nya tersebut.


"Maafkan momy sayang, selama ini momy tak pernah mengurus mu,bahkan momy tak pernah menanyakan bagaimana kabar mu, apakah kau sudah makan,apa kau sedang sakit,Atau apapun itu,momy memang egois,momy lebih mementingkan diri sendiri,tapi Ken,kamu memang lebih baik tinggal bersama Al, bundanya itu sangat pandai merawat mu,dan dia juga bunda terbaik untuk mu,bukan aku yang seperti ini." gumam Elmeera.


Secara tidak sadar ia, meneteskan air matanya,ia kecewa pada dirinya sendiri,bukan karena orang lain,tapi karena dirinya lah yang tak bisa menjadi ibu yang baik untuk anak kandung nya sendiri.


Elmeera menarik tubuh mungil Kendra,ia mencium nya dan memeluk nya,ia sangat menyayangi putra kandung nya itu, walaupun ia gengsi untuk mengungkapkan nya secara langsung.


("Anggap saja ini sebuah perpisahan untuk kita,aku akan memeluk mu seperti ini sebelum aku meninggalkan mu,ku yakin kau akan bisa lebih baik tanpa ku.") batin Elmeera.

__ADS_1


__ADS_2