Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
23.Tidak Punya Ayah


__ADS_3

Namun Kendra tak menjawab nya,ia fokus pada roti yang sedang ia makan,entah dia tak mendengar atau sengaja,tapi sepertinya ia tak ingin terlalu berharap pada ibu kandungnya itu.


"Ken,momy El sedang bicara sama kamu!." ucap Almeera memberi tahu Kendra.


"Ken juga denger bunda,biarkan saja momy pergi, walaupun Ken melarang nya,momy tetap akan pergi juga bukan." Ken berbicara tanpa menatap ke arah siapapun,ia memfokuskan pandangannya ke depan.


"Kenapa Ken berbicara seperti itu?" Almeera tampak nya merasa heran dengan putra nya itu.


"Nggak apa apa bunda, Ken cuma bilang seadanya." ucap Kendra.


("Ken sepertinya marah padaku karena aku tak menjawab pertanyaan nya tadi pagi,tapi biarlah,aku juga harus segera pergi dari sini.") batin Elmeera.


"A-ku pergi sekarang." ucap Elmeera yang langsung melangkah menuju ke arah depan.


Ken yang tadi sibuk pada makanan nya pun, seketika langsung terdiam saat melihat kepergian Elmeera,ia sangat kecewa dengan ibu kandung nya itu,ia sama sekali terlihat tidak peduli dengan nya.


("Bahkan momy tidak mau memeluk atau mencium ku dulu saat akan pergi,hmm sepertinya aku harus membiarkan nya pergi") batin Kendra.


"Ken tidak mau mengejar momy?" tanya Almeera,saat melihat Kendra memperhatikan Elmeera berjalan ke luar.


"Tidak usah bunda,Ken tidak mau melarang momy untuk pergi,karena memang dari dulu momy tidak ingin tinggal sama Ken kan,jadi untuk apa Ken harus menahan nya,momy juga sepertinya tidak peduli dengan Ken,dia tidak memeluk atau mencium Ken saat akan pergi." ucap Kendra dengan gaya bahasanya.


Almeera pun tersentak dengan ucapan Ken,baru kali ini dia berkata seperti itu, padahal Almeera tidak pernah mengajarkan nya, walaupun memang benar apa yang dikatakan nya,tapi sepertinya anak sekecil itu terlalu dewasa bila harus berkata seperti itu.


"Ken marah sama momy?" tanya Almeera.


"Tidak bunda,karena kata bunda,kita tidak boleh kan dendam sama orang lain,jadi, Ken tidak marah sama momy,tapi tidak salah kan jika Ken hanya kecewa,itu saja bunda?." ucap Kendra.


("Anak sekecil ini bisa membedakan mana marah dan kecewa, sungguh sesuatu yang membuat ku terharu mendengar nya, walaupun mungkin dia sedih saat ini,namun dia bisa bersikap tenang ketika berbicara,aku kagum dengan putra ku ini.") batin Almeera.

__ADS_1


"Tidak sayang,kau berhak untuk kecewa, karena kau juga punya hati dan perasaan,jadi jangan pernah bohongi hati dan perasaan Ken kalau memang Ken kecewa sama momy." ucap Almeera.


"Sayang,apa kau mau ikut momy mu?" tanya Tri, melihat sepertinya Kendra sebenarnya menginginkan Elmeera tinggal bersama nya.


"Tidak Oma, Ken lebih senang tinggal sama bunda, walaupun Ken juga sayang sama momy,tapi Ken ingin tinggal sama bunda di sini." ucap Kendra.


"Cucu Oma memang pintar." Oma Tri tersenyum.


"Anak bunda,makasih yah sayang,kamu sudah sayang sama bunda." Almeera benar benar terharu mendengar kata kata putra nya ini,ia pun langsung memeluknya.


"Kita berangkat ke sekolah yuk bunda, Ken harus belajar dengan baik, supaya Ken bisa cepat besar dan bisa jagain bunda." ucap Kendra.


"Iyah sayang ayo." ucap Almeera yang langsung berdiri dan mengajak putranya itu untuk berangkat ke sekolah.


***


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di sekolah, seperti biasanya, Almeera menunggu Ken di sebuah taman,ia duduk di sana sambil memainkan ponselnya.


"Adit,apa kamu lihat Ken?" tanya Almeera,saat teman satu kelas nya lewat.


"Ken sedang menangis di dalam kelas bunda." ucap Adit.


"Loh kenapa?" Almeera pun heran,karena selama ini ia belum pernah melihat Kendra menangis di kelas nya selama sekolah.


"Tadi,dia di kata Katai nggak punya ayah sama Dito,jadi Ken menangis,Adit sudah ajak dia untuk keluar dari kelas,tapi Ken nya nggak mau Bun." ucap Adit.


"Ya sudah, terimakasih yah,Adit boleh pulang sekarang,biar bunda saja yang menemui Ken di kelas nya." ucap Almeera yang langsung berlari menuju ruang kelas Kendra.


Saat Almeera berada di depan pintu,ia melihat Kendra sedang menunduk kan kepalanya sambil mengusap air matanya, Almeera pun langsung menghampiri nya.

__ADS_1


"Anak bunda yang baik,kenapa belum keluar dari kelas?" Almeera mengusap punggung Kendra.


"Kenapa Ken tidak punya ayah seperti teman teman Ken yang lain bunda,Ken juga ingin merasakan bagaimana punya ayah." Ken menghapus air matanya.


("Sebelumnya Ken tidak pernah sensitif ini soal orang tua nya,dia bisa menerima kalau hanya mempunyai aku sebagai bundanya.") batin Almeera.


"Biar nanti bunda jelaskan di dalam mobil yah, sekarang,Ken ikut bunda." ucap Almeera dengan lembut.


"Iyah bunda." Ken pun langsung menggendong tas nya, kemudian ia berjalan di samping Almeera dengan tangannya yang di pegang.


Kini mereka telah berada di dalam mobil, Almeera menatap Ken dengan tatapan sayangnya.


"Coba ceritakan pada bunda,ada apa dengan Ken,kenapa bisa menangis seperti itu?" tanya Almeera.


"Dito bilang Ken tidak punya ayah, padahal katanya teman teman Ken punya,lalu kenapa Ken tidak, sebenarnya siapa ayah nya Ken,bunda juga tidak pernah menceritakan nya atau memberitahu Ken,Oma sama Opa juga sama, apalagi momy yang baru ketemu sama Ken." Kendra mengungkapkan perasaan nya.


"Sayang, sebenarnya bunda juga tidak tau siapa ayah Ken,tapi bunda bisa menyakinkan Ken,jika ayah Ken juga ada,tapi untuk saat ini, sepertinya Ken tidak bisa bertemu dengan ayah Ken dulu,dan itu masalah orang dewasa,ken tak akan paham,kamu mengerti kan nak?" tanya Almeera mencoba memberikan pengertian.


"Tapi bunda,Kata Dito juga punya ayah itu sangat menyenangkan,dia selalu bermain bersama ayahnya,jalan jalan, tidur bersama bahkan sering liburan jauh bersama." ucap Kendra.


"Eemm bukannya Ken juga sering main sama Opa,tak ada bedanya kok,kalian tetap bermain, bukannya Ken juga senang jika bermain dengan Opa,nah begitu lah rasanya saat bermain bersama ayah, yang Dito ucapkan tadi pada Ken." ucap Almeera.


"Benarkah bunda,jadi sama saja bermain dengan ayah sama bermain bersama Opa?" tanya Kendra.


"Iyah sayang." ucap Almeera.


"Kalau begitu,nanti aku akan bilang saja kalau Ken juga punya Opa walaupun tidak pernah main bersama ayah,boleh kan bunda?" tanya Kendra.


"Boleh sayang." Almeera mengusap kepala Kendra.

__ADS_1


("Maafkan bunda sayang,untuk kali ini bunda hanya bisa berkata seperti ini,untuk menenangkan mu.") batin Almeera.


__ADS_2