Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
47.Penolakan Almeera


__ADS_3

"Terserah kamu mau anggap aku apa atau bagaimana,tapi aku nggak bisa pendam rasa ini terlalu lama, jujur saja sejak pertemuan kita,aku menyimpan perasaan padamu." ucap Dafi tiba-tiba.


"Hahahaha,kamu ini bercanda nya kayak gitu,Dafi Dafi,ada ada aja." Almeera langsung terkekeh mendengar perkataan Dafi, ia hanya menganggap ucapan Dafi sebagai bercandaan.


"Aku tidak bercanda sama sekali,aku serius Al,aku menyukai mu." Dafi terlihat sangat tulus.


("Ini Dafi beneran atau bohongan sih,tapi apa maksudnya? bukannya dia sebentar lagi akan menikah.") batin Almeera.


"Sebentar sebentar,kamu nggak lagi mabuk kan Daf?" Almeera masih belum percaya.


"Aku sadar Al, sangat sadar." ucap Dafi.


"Begini yah,maaf sebelumnya,kita baru saja saling mengenal,dan kita pun kenal karena kamu dan calon istri kamu memesan baju pengantin di butik ku,lalu bagaimana bisa kamu bilang suka sama aku." ucap Almeera,ia bingung dengan apa yang Dafi bicara kan.


"Aku memang sudah menduga nya,kamu pasti bingung dengan apa yang baru saja kamu dengar dari mulut ku,maka dari itu aku ingin menceritakan sedikit tentang ku, agar kamu bisa paham." ucap Dafi.


Almeera menghembuskan nafasnya. "Ceritakan lah!" ucap Almeera, agar ia mengerti.


Dafi menghela nafas panjang terlebih dahulu setelah itu ia memulai menceritakan apa yang terjadi pada nya.


"Sejak kecil,aku dan Luna sudah bersahabat baik, kedua orang tua kami yang mempertemukan karena mereka sahabatan,dan sejak saat itu,aku dan juga Luna bermain dan bersekolah di tempat yang sama,sampai akhirnya kita kuliah di universitas yang sama juga,karena kebersamaan yang kita buat,kita jadi sangat akrab,dan aku pun selalu melindungi nya di mana pun kami berada." Dafi terdiam sejenak.

__ADS_1


"Lalu?" ucap Almeera penasaran.


"Karena kita akrab sejak kecil dan selalu melindungi nya,aku sudah menganggap Luna sebagai adik ku,dan sampai saat ini perasaan itu tetap sama,tak pernah ada rasa lebih dari sekedar kakak yang menyayangi adiknya." ucap Dafi.


"Lantas, kenapa kalian bisa merencanakan pernikahan jika tidak ada rasa?" Almeera sangat penasaran.


"Luna mungkin salah paham dengan sikap ku,dia kira dengan aku yang selalu melindungi nya,itu karena aku mempunyai perasaan cinta padanya,tapi jujur,itu murni karena aku menganggap dia hanya sebagai adik saja,tidak lebih dari itu." ucap Dafi.


"Jadi,Luna yang menyukai mu?" tanya Almeera.


"Yah,saat itu dia meminta untuk di jodohkan dengan ku,jelas saja orang tua kita sangat senang mendengar nya,karena mereka berpikir,jika aku dan Luna menikah,tentu saja persahabatan di antara keluarga kita akan semakin terikat dengan baik." ucap Dafi.


"Lalu?" Almeera masih penasaran.


"Lalu kenapa kamu tidak menolak,bahkan Sebentar lagi pernikahan kalian akan terlaksana?" tanya Almeera.


"Beberapa kali,aku sudah menolaknya, bahkan tidak terhitung berapa jumlah penolakan ku pada Luna maupun orang tua kita,tapi Luna tetap kekeh pada keinginan nya, jujur saja aku tidak mau ada pernikahan di antara aku dan Luna,tapi aku juga bingung harus bagaimana." Dafi menghembuskan nafasnya.


Almeera terdiam sejenak,ia mencoba untuk mencerna perkataan Dafi,dari cerita nya,ia pun paham,jika Dafi sebenarnya hanya terpaksa menikah dengan Luna.


Namun Almeera belum paham,kenapa dalam waktu dekat, Dafi bisa bilang kalau dia mencintai nya, padahal mereka baru saja saling mengenal satu sama lain.

__ADS_1


"Al, jujur saja,saat pertemuan kita aku merasakan hal yang berbeda,aku menyukai mu." Dafi menatap wajah Almeera.


("Almeera,walaupun saat pertemuan pertama kita,aku menganggap kamu sebagai saudara kembar mu,tapi tetap saja,semakin lama,aku semakin sadar,bahwa aku menyukai mu, walaupun aku belum siap untuk menjelaskan bahwa aku pernah memiliki masa lalu dengan saudara kembar mu.") batin Dafi.


("Aku hanya tidak ingin menjadi pelampiasan mu saja Daf,jelas saja aku akan menolak jika sekali pun kamu memang serius dengan ku.") batin Almeera.


"Sudahlah Daf, walaupun apa yang kamu ceritakan barusan itu benar adanya,kamu juga nggak bisa kan batalin pernikahan kamu, sebaiknya mulai sekarang kamu belajar mencintai Luna,dia wanita yang sangat baik." ucap Almeera.


"Lalu,jika aku bisa membatalkan pernikahan ku,apa kamu mau menikah dengan ku?" tanya Dafi tanpa di duga.


Deg


Hati Almeera berdetak kencang, sebelum nya ia belum pernah merasakan hal seperti ini, walaupun mungkin sudah banyak orang yang menyatakan perasaan padanya,tapi ia merasa kan hal yang berbeda saat Dafi mengatakan nya.


Almeera menghembuskan nafasnya,ia mencoba untuk tenang. "Daf,aku tau pernyataan mu terlihat tulus,tapi satu hal yang harus kamu ingat,aku ini sudah memiliki anak,dan status mu masih sendiri,aku tau kamu pasti bisa menerima aku dan juga Ken,tapi kamu juga harus memikirkan Luna,orang tuanya,dan juga orang tua mu." Almeera mencoba untuk menjelaskan.


"Maksud mu?" Dafi masih belum paham.


"Coba kamu pikir, bagaimana perasaan mereka,jika tiba-tiba kamu membatalkan pernikahan itu,lalu ingin menikah dengan ku,bukan hanya mereka yang akan membenciku tapi juga semua orang,mereka akan menganggap aku sebagai perusak hubungan kalian,aku sudah capek di cap buruk oleh orang orang,aku harap kamu paham." ucap Almeera.


Dafi terdiam,ia mengerti apa yang Almeera rasakan, selama ini Almeera sudah cukup kuat dengan berpura pura tuli ketika semua orang membicarakan nya ketika mempunyai anak tapi tak mempunyai suami,mungkin Almeera hanya tidak ingin dia jadi bahan omongan orang lagi.

__ADS_1


"Dan asal kamu tau Daf,dengan status ku ini, sepertinya aku tidak bisa menikah dengan pria yang masih bujangan, alangkah lebih baiknya jika aku menikah dengan seorang pria yang pernah menikah,dan tentunya singel,tidak terikat dengan wanita lain,semoga kamu bisa mengerti." ucap Almeera.


Dafi termenung sejenak setelah mendengar perkataan Almeera,ia tahu apa yang harus ia lakukan saat ini,ia tahu jika ia memaksakan kehendaknya sekarang untuk bisa memiliki Almeera,itu pun sangat tidak mungkin,karena memang Almeera tidak ingin ada ikatan dengan nya,Dafi jelas tau apa penyebabnya,yaitu ia hanya tidak ingin di cap sebagai wanita perebut,karena ia mempunyai Kendra yang harus ia jaga perasaan nya.


__ADS_2