Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
20.Kegilaaan Luna


__ADS_3

("Kendra memang memiliki hati yang baik, hatinya gampang sekali luluh,dia hanya di beri pengertian pun sudah sangat paham dan bisa cepat mengerti,aku sangat bangga mempunyai anak seperti Ken, walaupun dia bukan anak kandung ku sendiri.") batin Almeera.


"Kalau begitu,nanti bunda antar Ken yah untuk minta maaf sama momy El." ucap Kendra.


"Boleh sayang,nanti bunda akan mengantarkan mu untuk menemui momy El." ucap Almeera sambil tersenyum.


"Sekarang?" tanya Kendra.


"Nanti saja,sepertinya,momy sedang beristirahat di kamar nya,Ken juga harus tidur siang sekarang." ucap Almeera.


"Ya sudah,kalau gitu Ken ke kamar mandi dulu yah,Ken mau buang air kecil." ucap Ken yang tanpa menunggu jawaban bunda nya pun langsung berlari ke arah kamar mandi, sepertinya ia sudah tak kuat.


Almeera hanya geleng-geleng sambil tersenyum, melihat tingkah putra nya itu.


***


Dafi baru saja sampai di rumah nya,ia menyimpan belanjaan yang ia bawa di meja dapur,saat ia akan masuk ke dalam kamar nya, tiba-tiba Risti,ibu dari Dafi datang menghampiri nya.


"Kamu sudah pulang nak?" tanya Risti.


"Sudah mah, belanjaan yang tadi mama pesan sudah aku simpan di meja dapur,aku mau masuk ke kamar dulu yah." ucap Dafi.


"Makasih yah Daf,oh Iyah Daf,di kamar kamu ada luna,dia kesini dari tadi nungguin kamu, katanya sih mau ada yang dia omongin." ucap Risti.


"Jadi,dia dikamar sekarang?" tanya Dafi.

__ADS_1


"Iyah,kamu lihat aja gih." ucap Risti yang langsung pergi dari sana,m nuju dapur untuk melihat barang belanjaan yang tadi di pesan nya.


Dafi pun membuka pintu kamar nya,dan benar saja,Luna sedang rebahan di dalam kamar nya, Luna memang terbiasa seperti itu, karena dari kecil ia sering main berdua dengan Dafi,jadi Luna sudah tidak canggung lagi untuk tiduran di tempat tidur kamar Dafi.


"Hmm sudah ku katakan, sekarang ini kita bukan anak kecil lagi,jadi jangan sembarang masuk ke kamar ku lagi, sekarang kita sudah sama sama dewasa lun, seharusnya kau paham." ucap Dafi yang tidak suka dengan kebiasaan Luna ini yang sering seenaknya keluar masuk kamar nya.


"Kamu kenapa sih Daf,lagian sebentar lagi kita juga akan menikah,jadi tidak apa apa kan kalau aku ke kamar kamu,apalagi nanti kita juga akan tidur satu kamar." ucap Luna yang langsung bangkit dari tidurnya.


"Aku sudah bilang,kau yang mau menikah dengan ku,bukan aku,jadi sebaiknya kau bisa menjaga Sikap mu." ucap Dafi.


"Terus aku hanya bagaimana? kenapa menurut mu apa yang aku lakukan itu salah,apa aku tidak ada artinya sama sekali di matamu?" tanya Luna.


"Justru aku sangat menyayangimu,makanya aku ingin menjaga dirimu, seharusnya kau bisa lebih bisa menjaga diri,kau tidak sepantasnya masuk ke kamar pria sembarangan,jadi aku harap kau bisa keluar dari kamar ini,tidak seharusnya kita berduaan di kamar seperti ini,kita ini belum menikah." ucap dafi.


Luna turun dari tempat tidur,ia menghampiri Dafi yang sedang berdiri di balik pintu, tiba-tiba Luna mengunci pintu tersebut,dan mengantongi nya.


"Kenapa pintunya kau kunci, kembalikan,jika kau tak mau keluar biar aku saja yang keluar." Dafi panik dengan apa yang ia lakukan.


"Kenapa? kenapa kau ingin keluar." ucap Luna sambil terus mendekati Dafi yang berjalan mundur.


"Apa yang kau lakukan Luna,kau jangan macam-macam." Dafi terkejut dengan apa yang di lakukan Luna.


Luna mendorong tubuh Dafi,sehingga ia terhempas ke atas tempat tidur, membuat Dafi semakin panik dengan apa yang Luna lakukan.


Tiba-tiba Luna melepaskan kancing kemejanya,ia mendekati Dafi yang sudah berada di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Luna,kau jangan gila,apa yang kau lakukan." Dafi tak mengerti kenapa Luna menjadi seperti ini.


"Aku memang gila Daf,dan itu karena mu,karena kau selalu menolak ku, sekarang,aku akan berikan semua nya untuk mu,aku akan berikan tubuhku padamu, untuk membuktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu,aku rela Daf,aku rela menyerahkan kehormatan ku padamu." Luna kini sudah berada di atas tubuh Dafi,dia membuka baju kemeja nya dan melemparnya ke sembarang arah.


"Luna,kau jangan seperti ini,aku tak mau merusak mu,aku ingin menjaga dirimu,kau jangan berbuat gila seperti ini!" Dafi bangkit dari tidurnya, sehingga m membuat Lina terjatuh ke lantai.


"Apa? kau ingin menjaga ku,kau bohong Daf, bagaimana kau akan menjaga ku jika kau saja tidak mau menikahi ku." Luna meneteskan air matanya.


Dafi mengambil baju kemeja milik Luna, kemudian ia menutupi tubuh gadis itu,Luna hanya menangis,Dafi berjongkok agar bisa sejajar dengan Luna yang sedang duduk di lantai.


"Aku menyayangimu Luna, kau tidak sepantasnya melakukan ini terhadap ku, kau itu sangat berharga,jadi jangan merendahkan diri mu sendiri." Dafi berkata dengan lembut.


"Kenapa kau tak mau melakukannya,apa kau j*jik dengan tubuh ku ini,apa aku tidak menggoda di matamu,apa aku kurang cantik,kurang seksi,kenapa Daf,kenapa! hiks hiks hiks" ucap Luna.


"Luna,aku ini lelaki normal,jelas saja aku akan tergoda jika melihat wanita seperti mu,tapi aku masih memakai hati nurani ku,aku tak bisa melakukan nya dengan mu,karena-" Dafi tak melanjutkan ucapannya.


"Karena kau hanya menganggap ku sebagai adikmu,itu kan yang akan kau ucapkan,katakan Daf katakan!"Luna memu*ul dada Dafi.


"Sepertinya kau sudah paham,dan aku mohon,jangan pernah merendahkan diri mu,lagi,kau itu sangat berharga,kau wanita yang sangat baik." ucap Dafi.


"Aku mencintaimu daf,aku rela melakukan apapun untuk mu,ayo Daf kita lakukan itu,aku mau buktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu." Luna ingin membuka kembali baju kemejanya.


"Stop! kau jangan buat kesabaran ku habis,aku tidak suka dengan cara mu ini,kau merendah kan sendiri harga diri mu hanya untuk mendapatkan ku, dengar kan aku Luna! dengan kau berbuat seperti ini semakin membuat ku ingin mengakhiri semuanya dengan mu!" Dafi tampaknya sangat emosi karena Luna terus memaksa dirinya.


"Hiks hiks hiks." Luna hanya menangis,ia sadar bahwa apa yang ia lakukan salah,ia hanya terbawa suasana,karena ia tak mau kehilangan Dafi,Dafi adalah cinta pertama nya, yang akan selalu ia cintai.

__ADS_1


__ADS_2