Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
28.Pengertian


__ADS_3

Sementara dari kejauhan,tampaknya seseorang memperhatikan keduanya,ia terus memantau mereka berdua.


"Tampak nya,ini akan membuat menjadi sebuah berita besar,aku menang lotre malam ini, pasti semua orang akan heboh ketika mendapatkan berita bagus ini." gumam pria tersebut, yang langsung pergi dari tempat tersebut.


Yah,pria tersebut adalah seorang wartawan, melihat Almeera seorang desainer muda yang sukses dan terkenal itu, sedang dekat dengan seorang pria,itu akan menjadi sebuah berita besar untuk nya.


Pria itu langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dengan senyum penuh kemenangan.


Sementara Almeera dan Edward, mereka masih mengobrol dengan santai,sambil menikmati makanan nya.


("Sepertinya Almeera tidak nyaman,dia terlihat gelisah dari tadi,mungkin dia teringat putranya,hmm lebih baik nanti saja aku berbicara dengan nya, padahal sebenarnya,aku ingin mengungkapkan perasaan ku padanya,tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat,aku harus mencari waktu yang lain, walaupun sebenarnya ini sangat cocok karena kita hanya berdua,tapi melihat Almeera yang sangat gelisah, membuat ku berpikir dua kali.") batin Edward.


"Eemm mending kita pulang saja,aku tau kau seperti nya kepikiran Ken." Edward menyimpan sendok dan garpu nya di atas piring.


"Maafkan aku, sepertinya wajah ku tak bisa membohongiku mu." Almeera merasa tidak enak.


"Tidak apa apa,ayo,kita pulang saja sekarang!" Edward berdiri.


"Apa kau tak keberatan,kita pulang sekarang? padahal makanannya juga belum habis." ucap Almeera merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, makanan yang belum di makan bisa di bungkus untuk Ken, untuk makan malam,nanti juga masih banyak waktu lain lagi." ucap Edward.


"Tapi." ucap Almeera ragu.


"Tidak apa-apa,tunggu sebentar yah." Edward memanggil pelayan untuk membungkus makanan yang belum di makan, setelah selesai,ia pun langsung membayar nya, lalu ia mengajak Almeera keluar dari tempat tersebut.


"Ini makanan untuk Ken yah." Edward memberikan makanan pada Almeera.

__ADS_1


"Terimakasih,maafkan aku,jika sudah merusak makan malam ini,aku jadi tidak enak kau yang mengajakku tapi aku yang ingin pulang terlebih dahulu." ucap Almeera.


"Tak perlu minta maaf,salam untuk Ken yah, silahkan kamu pulang duluan,aku akan menunggu kau berangkat,lalu aku akan menyusul." ucap Edward sambil tersenyum.


("Edward memang pengertian,dia bisa mengerti perasaan ku,dia juga sangat perhatian pada Ken,tapi entah kenapa,aku tidak memiliki perasaan lebih padanya, padahal dia sudah sangat baik sekali padaku,dan dia juga seperti menaruh perasaan lebih padaku,aku tak tau harus bagaimana,namun yang pasti,aku belum siap kalau harus berhubungan dengan pria, sementara aku masih terikat dengan Ken,aku takut menyakiti nya,karena perhatian ku sekarang hanya untuk Ken.") batin Almeera.


"Terimakasih atas pengertiannya,aku duluan yah." Almeera tersenyum,ia pun langsung melajukan mobil nya,pergi dari tempat tersebut.


Edward melihat kepergian Almeera, walaupun ia sedikit kecewa,namun ia juga bisa sedikit lega karena ternyata Almeera mau di ajak nya makan malam, walaupun hanya sebentar.


"Kau memang berbeda dari wanita lainnya Al,aku sangat kagum terhadap mu, walaupun memang sangat susah untuk mendapatkan hati mu,dan satu satu nya cara yaitu,aku harus mendekati putramu dulu baru dirimu." gumam Edward,ia pun langsung masuk ke dalam mobil,lalu melajukan mobilnya, menuju pulang.


***


Beberapa saat kemudian, Almeera sampai di depan rumah nya,saat ia turun dari mobil,ia mendengar suara Kendra, yang sepertinya masih bermain bersama dengan Opa nya,karena terdengar jelas Kendra tertawa terbahak bahak berdua.


"Al,kenapa sudah pulang? sebentar sekali?" tanya Tri.


"Eemm aku nggak biasa pergi tanpa Ken mah,aku kepikiran dia terus." ucap Almeera.


"Ken lagi main sama papa di kamar nya,sini,mama mau bicara sama kamu." ucap Tri.


Almeera duduk di samping Tri. "Kenapa mah?" tanya Almeera.


"Al,mama tau kalau kamu sangat menyayangi Kendra,tapi kalau kamu begini terus,mama khawatir dengan masa depan mu,nggak mungkin kan kalau kamu terus mengurus Ken,kamu juga perlu untuk menata masa depan mu, apakah kau tak ingin mempunyai kekasih atau bahkan menikah?" tanya Tri.


"Mama,Al masih terlalu muda untuk menikah, lagian juga Al sangat menikmati hidup Al yang seperti ini,jadi mama tidak perlu khawatir,kalau urusan jodoh,Al yakin,nanti juga dia akan datang sendiri tanpa harus di cari atau di kejar,jadi,kalau untuk saat ini,Al mau lebih fokus pada Ken dulu." ucap Almeera.

__ADS_1


"Baiklah,jika memang itu keputusan mu,mama cuma tak mau kalau kamu hanya fokus pada Ken, sementara kamu lupa dengan kebahagiaan mu sendiri,mama berharap kamu bisa menemukan kebahagiaan mu." Tri memegang tangan Almeera.


"Iyah mah, makasih yah,mama sudah mau perhatian sama Al." Almeera memeluk mama nya.


Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Kendra dan juga Opa Candra,datang saling berlarian ke arah nya,saat Kendra melihat Almeera ia pun langsung terkejut,karena ia tak tau kalau Almeera ternyata sudah pulang.


"Bunda..." Kendra langsung memeluk Almeera.


"Eemm sayang nya bunda,ya ampun sampe keringatan gini." Almeera mengelap keringat di dahi Kendra dengan tisu yang ada di atas meja.


"Bunda kapan pulang?" tanya Kendra.


"Baru aja sayang,eh Iyah,ini ada makanan dari om dokter untuk Ken." ucap Almeera.


"Wah,om dokter baik sekali." ucap Kendra.


"Iyah,om dokter memang baik." ucap Almeera.


"Tapi bunda,Ken tetap lebih suka sama om baik." ucap Kendra tiba-tiba.


"Om baik, siapa itu? kalau om Dokter sih Opa udah tau,tapi kalau om baik kayak nya Opa baru dengar." Candra terlihat kebingungan.


"Namanya om Dafi Opa, tapi Ken lebih suka panggil om baik, soalnya dia sangat baik sama Ken,om baik ngajak main bola bareng,terus dia juga bilang,kalau Ken boleh anggap dia sebagai ayah Opa,baik banget kan." Kendra antusias menceritakan Dafi.


("Kenapa ke jadi membandingkan Dafi sama Edward,kenapa juga tiba-tiba dia bisa ingat sama Dafi,aku harus jelasin apa,pasti mama sama papa Penasaran banget sama om baik, yang di sebut kendra.") batin Almeera.


"Wah,nanti kenalin ke Opa yah,opa pengen tau siapa om baik itu." ucap Candra.

__ADS_1


"Iyah Opa,eemm tapi,memang nya boleh kalau om baik main ke rumah kita?" tanya Dafi dengan wajah yang terlihat sangat senang.


__ADS_2