
Almeera sudah beberapa kali bilang,jika dia belum siap untuk menjalani hubungan dengan siapa pun,tapi ia sangat heran,kenapa Edward tak ada lelahnya untuk terus bertanya hal seperti itu.
"Sudah aku katakan beberapa kali."
"Kamu belum siap,itu kan yang akan kamu katakan?" ucap Edward memotong perkataan Almeera.
"A-aku." Almeera gugup,ia begitu terkejut saat Edward memotong perkataan nya.
"Aku sudah menduganya,dan satu hal yang harus kamu tau Al,kalau aku,akan terus mengatakan hal yang sama,aku tidak akan putus asa untuk membuat mu menjawab kata iya,dan aku akan selalu menunggu mu sampai kamu siap." Edward menatap wajah Almeera.
Almeera terdiam mendengar perkataan Edward,ia sebenarnya sudah capek ketika Edward harus terus mengutarakan perasaannya, sementara ia masih saja menjawab hal yang sama.
("Maafkan aku,tapi perasaan memang tak bisa di paksakan,aku tidak punya rasa apa pun padamu.") batin Almeera.
"Maaf jika aku membuat mu tak nyaman dengan sikap ku,tapi salahkah aku jika memperjuangkan cinta ini?" Edward terlihat sangat tulus.
("Kamu tidak salah Ward,tapi aku yang tak bisa memaksakan diri ku untuk bisa mencintai mu.") batin Almeera.
"Kalau begitu aku pulang dulu,aku hanya mau melihat keadaan Ken tadi,tapi melihat nya sudah baik baik saja, sepertinya aku sudah tidak ada urusan lagi di sini." ucap Edward,ia pun langsung berdiri.
"Edward?" panggil Almeera,Edward pun langsung menghentikan langkahnya
("Semoga kamu memberikan jawaban yang aku harapkan Al,aku sangat berharap kamu bisa membalas perasaan ku.") batin Edward.
"Terimakasih,karena sudah perhatian sama Ken." ucap Almeera.
Edward terdiam sejenak. "Iyah,sama sama." Edward pura pura tersenyum.
Edward langsung berjalan ke luar,ia pun langsung mengendarai mobilnya dan pergi dari rumah Almeera.
__ADS_1
Setelah Edward pergi, Almeera pun terdiam sejenak,ia menunduk sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing, entahlah perasaannya kini menjadi tak karuan.
"Loh, dokter Edward sudah pulang?" tanya Tri yang baru saja datang.
"Udah mah,Ken di mana?" tanya Almeera, melihat mama nya hanya sendiri.
"Dia udah tidur di kamar nya,mulai hari ini,dia akan tidur di kamar nya sendiri." ucap Tri.
"Hmmm, walaupun sebenarnya aku senang karena Ken sendiri yang ingin mandiri,tapi sepertinya malah aku yang tak bisa jauh dari dia mah." ucap Almeera ia menghembuskan nafasnya.
"Wajar saja,selama ini Ken kan nempel banget sama kamu,apa apa harus sama kamu,bahkan tidur aja baru sekarang di pisah,mama ngerti kok sayang." Tri mengusap pundak Almeera.
"Iyah mah,aku cuma berharap, Ken selalu bahagia,hanya itu yang aku harapkan." Almeera tersenyum.
"Terimakasih sayang,kamu mampu berjuang sampai sejauh ini, walaupun mama tau ini tak mudah,tapi kamu mampu menjalani nya,kamu mampu berpura-pura tuli oleh omongan orang lain, yang tak bisa mama bayangkan bagaimana kalau jadi kamu,mama yakin itu pasti sangat berat." Tri sangat bangga kepada Almeera.
"Aku ikhlas mah,aku sangat bahagia menjadi ibu pengganti untuk Kendra,dia adalah malaikat kecil yang merubah hidup ku,dia menjadi sumber kebahagiaan ku." Almeera sangat terharu,ia tak menyangka akan bisa sekuat ini.
***
Sementara di tempat lain,terlihat Dafi hanya mengaduk aduk makanan yang ada di depannya,tanpa memakan nya,ia terlihat sedang melamun.
Saat ini,Dafi sedang makan bersama dengan orang tua nya dan juga orang tua Luna di rumah nya,melihat Dafi yang seperti itu, membuat semuanya heran, mereka hanya saling bertatapan dan juga berbisik.
"Dafi,jangan bersikap seperti itu,apa kamu tidak melihat, orang tua Luna sangat heran melihat sikap mu!" Risti berbisik ke telinga Dafi, setelah itu ia pun pura pura tersenyum pada keluarga Luna. "Ayo di makan,mbak,mas, makanan nya." ucap Risti.
("Aku tidak peduli,aku muak dengan semua ini,tak ada satu pun yang mengerti kan perasaan ku, mereka hanya mementingkan dirinya sendiri.") batin Dafi.
"Aku sudah kenyang." Dafi berdiri, kemudian ia pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
"Daf,kamu mau kemana,hei,Dafi!" Risti sedikit berteriak. "Maaf yah, sepertinya Dafi sedikit capek hari ini, silahkan di lanjutkan makan nya!" Risti pura pura tersenyum.
"Nggak apa apa, namanya juga anak muda,mungkin lagi ada masalah sedikit." ucap Ana,ibu Luna.
("Kenapa lagi sih anak itu, bukannya tadi baru saja fitting baju pengantin.") batin Risti.
Risti merasa tidak enak dengan keluarga Luna karena Dafi bersikap seperti itu,namun ia mencoba untuk mencairkan suasana.
"Luna sayang, bagaimana tadi fitting baju nya,kamu suka sama hasil nya?" tanya Risti,ia tersenyum ke arah Luna.
"Iyah Tante,Luna suka banget, semuanya bagus, sesuai keinginan,Luna nggak salah pilih butik Almeera untuk bikin baju pengantin." ucap Luna.
"Baguslah kalau begitu,oh Iyah,nanti malam,kita akan pergi ke restoran,kita akan memilih makanan untuk catering di acara pernikahan kalian nanti,kita akan pilih makanan yang memang enak,dan sesuai dengan keinginan kita, bagaimana,kamu mau ikut?" tanya Risti.
"Eemm tapi,Dafi juga di ajak kan Tante?" tanya Luna.
"Kalau masalah Dafi,biar nanti Tante yang ngurus,jika kamu mau ikut,berarti dia juga harus ikut." ucap Risti.
"Ya udah Tante,kalau begitu Luna ikut." Luna tersenyum.
"Baiklah." Risti pun menyunggingkan senyumnya.
("Kamu akan lihat Daf,siapa yang akan menang,aku atau kamu,aku yakin,seberapa keras pun kamu menolak pernikahan ini,tetap saja, pernikahan ini akan tetap terjadi,dan aku yang akan jadi pemenang nya,aku pasti sangat bahagia bisa menikah dengan mu.") batin Luna.
Luna sangat bahagia,karena orang tua Dafi sangat mendukung hubungan nya, sehingga ia bisa sedikit lebih mudah untuk membuat pernikahan nya dengan Dafi segera terlaksana.
Sementara Dafi,ia terlihat sedang berdiri di balkon kamarnya sambil memandangi langit yang mulai gelap.
("Kenapa tiba-tiba aku teringat dengan Almeera,sedang apa dia sekarang,kenapa akhir akhir ini,aku selalu kepikiran dia, sebenarnya apa yang terjadi.") batin Dafi.
__ADS_1
"Hahaha,aku memang laki laki b***h,bisa bisa nya aku pasrah saja dengan pernikahan ini, sementara pikiran ku pokus pada wanita lain,bukan pada calon istri ku." Dafi mentertawakan diri nya sendiri,ia sadar jika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa,selain dari hanya pasrah dengan keadaan.