Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
54.Butuh Kepastian


__ADS_3

Almeera melepaskan pelukannya. "Al mau menemui Ken dulu mah, pasti dia nangis sekarang." ucap Almeera,ia langsung berdiri, Tri pun hanya mengangguk sambil menghapus air matanya.


Almeera langsung berjalan ke arah kamar Kendra,karena kamar nya tertutup,Almeera pun mengetuk pintunya terlebih dahulu.


Tok...tok...tok...


"Ken,ini bunda sayang!" Almeera mengetuk pintu.


Tak lama kemudian,Kendra pun langsung membuka pintunya. "Iya bunda." Kendra menengadahkan wajahnya.


"Bunda boleh masuk?" tanya Almeera,Kendra pun hanya mengangguk.


Kendra langsung berjalan,di ikuti oleh Almeera di belakangnya,kini mereka duduk di sofa yang berada di sana.


"Kenapa momy selalu sibuk Bun,padahal Ken ingin sekali main sama momy?" Kendra menghembuskan nafasnya.


Almeera menghembuskan nafasnya. "Kendra sayang kan sama momy?" tanya nya.


"Iya bunda." jawab Kendra.


"Kalau memang Ken sayang sama momy,Ken harus bisa mengerti yah nak,mungkin sekarang momy sedang ada urusan di luar,tapi nanti,kalau momy udah pulang,Ken boleh main sama momy." Almeera mencoba untuk memberikan pengertian pada Kendra.


"Beneran bunda? kalau momy pulang dia pasti mau main sama Ken?" Kendra terlihat antusias.


"Iya sayang,nanti bunda yang bilang sama momy." Almeera memeluk Kendra. "Sekarang,Ken tidur yah,biar besok bisa main sama momy." Almeera membawa Kendra berbaring di tempat tidur nya, setelah Kendra berbaring, Almeera menyelimuti nya.


Beberapa saat kemudian,Kendra pun tertidur, Almeera langsung keluar dari kamar tersebut dan berpindah ke kamar nya.


Saat Almeera tiba di kamar nya,ia pun menelepon Elmeera,namun Elmeera tak juga mengangkat telponnya.


"El lagi di mana sih? eemm kalau begitu,aku kirim pesan saja,semoga dia baca nanti." Almeera menghembuskan nafasnya.


***


Sementara di tempat lain,terlihat Rey sudah bersiap siap untuk pergi,namun saat ia keluar dari kamarnya, tiba-tiba Risti menegur nya.

__ADS_1


"Papa mau kemana malam malam begini?" tanya Risti,ia penasaran saat melihat suaminya sudah rapi dan wangi.


("Semoga saja Risti tidak curiga.") batin Rey.


"Papa ada urusan mah,eemm temen lama papa pengen ketemu,kami sudah lama tidak bertemu,tidak apa apa kan kalau papa keluar." Rey mencari alasan yang tepat.


"Temen papa yang mana?" Risti sepertinya sedikit curiga.


"Mama tidak kenal,ya udah papa pergi dulu yah." Rey pergi dengan tergesa-gesa karena ia takut El sudah menunggu terlalu lama.


"I-iyah pah,hati-hati!" jawab Risti sedikit heran.


("Papa mau bertemu siapa sih,buru buru banget? padahal seharusnya dia istirahat malam ini,besok kan acara pernikahan Dafi,pasti capek,hmmm.") batin Risti.


Risti hanya melihat heran ke arah mobil Rey yang sudah mulai menjauh dari pandangannya.


Sementara Rey,ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Karena ia baru saja mendapat pesan bahwa Elmeera sudah sampai di hotel.


Beberapa saat kemudian,Rey pun sampai di depan kamar hotel yang di dalamnya ada Elmeera,tanpa pikir panjang ia pun langsung mengetuk pintu.


"Kenapa lama sekali?" tanya Elmeera.


"Maaf sayang,aku ada urusan sebentar tadi." jawab Rey,kini ia pun langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu nya kembali.


Kini mereka sedang duduk berhadapan di tepi ranjang,Rey hanya bisa menelan Saliva nya melihat gunung kembar yang terlihat padat yang hanya terhalang oleh kain yang tidak menutup sempurna pada bagian tersebut.


"Kau sangat cantik malam ini." Rey tersenyum,ia mengecup bibir Elmeera.


"Hmm sebentar dulu!" Elmeera melepaskan dirinya.


"Ada apa lagi sayang,aku sudah tidak tahan?" ucap Rey.


"Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu?" ucap Elmeera tiba tiba.


"Katakanlah!" jawab Rey.

__ADS_1


"Apa hubungan kita hanya sebatas begini saja? maksud ku apakah kau serius menjalani hubungan ini?" tanya Elmeera memastikan.


"Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu sayang?" Rey sedikit heran.


"Aku hanya tidak ingin mengulang hal yang sama untuk kedua kalinya,kau pasti tahu bukan,jika aku tidak gadis lagi saat malam itu,dan aku hanya ingin kau tahu bahwa kehormatan ku hilang karena kesalahan." ucap Elmeera.


"Lalu?" tanya Rey.


"Aku ingin kau menikahi ku!" ucap Elmeera tiba-tiba.


Deg


Jantung Rey berdebar,ia sangat terkejut dengan permintaan Elmeera,Rey tidak berpikir sampai sejauh itu,walaupun ia memang tertarik dengan Elmeera tapi ia tak pernah ada niat untuk menikahi nya,ia hanya ingin bersenang-senang dengan kekasihnya itu,tanpa ada ikatan apapun.


"Kenapa tiba-tiba kamu berkata seperti itu sayang, bukankah kita sudah nyaman seperti ini?" ucap Rey.


"Awalnya memang iya,tapi sekarang sepertinya aku ingin ada kepastian di antara kita,eemm apa kau keberatan,atau kau hanya mempermainkan ku saja?" Elmeera menekan Rey.


("Bagaimana ini,apa aku iyakan saja supaya El tidak berpikir macam-macam, sepertinya memang harus begitu untuk saat ini.") batin Rey.


"Iya sayang,nanti kita bicarakan lagi yah,sekarang aku sudah sangat menginginkan mu!" Rey menghempaskan tubuh Elmeera ke atas tempat tidur. "Buat aku puas malam ini sayang!" ucap Rey,ia memulai aksinya.


Elmeera yang sudah terbuai oleh cinta Rey pun semakin tak bisa menolak di buat nya,ia pun sangat menikmati permainan nya ini,aksi penuh cinta dan gairah ini membuat nya hilang kendali,sampai sampai ia tak bisa membedakan mana cinta dan mana napsu semata.


Setelah mereka melewati kenikmatan yang sama-sama mereka inginkan,terlihat Rey sudah tertidur lelap setelah melalui pergulatan yang sengit,namun berbeda dengan Elmeera, sepertinya ia belum memejamkan matanya.


Karena melihat Rey sudah pulas,Elmeera pun bingung harus apa, karena ia belum mengantuk sama sekali, dengan begitu,ia pun berniat untuk memainkan ponselnya sambil menunggu mengantuk.


Namun baru saja ia memegang ponsel nya,ia melihat ada sebuah pesan masuk dari Almeera,karena penasaran,ia pun langsung membuka pesan tersebut.


"Besok aku dan Kendra akan pergi ke acara pernikahan sahabatku,dan Kendra meminta agar kau ikut juga,untuk sekali ini saja aku mohon jangan tolak permintaan Kendra,dia sangat berharap kamu mau menemani nya,Ken tidak pernah meminta apapun dari mu,jadi ku mohon pergilah bersama!" isi pesan chat dari Almeera.


Elmeera terdiam setelah membaca pesan dari Almeera,namun ia hanya membacanya saja,ia tak membalas pesan tersebut.


("Sepertinya tidak ada salahnya aku ikut,dari pada Al terus mengoceh,tapi,mereka mau datang ke pernikahan siapa yah?") batin Elmeera.

__ADS_1


__ADS_2