
Almeera melihat raut wajah Kendra, sepertinya ada kekecewaan yang mendalam yang ia rasakan saat melihat kepergian Elmeera.
"Ken ke kamar dulu yah bunda!" ucap Kendra.
Kendra langsung berjalan ke kamar nya, sepertinya ia sangat kecewa kepada Elmeera.
"Ken..." panggil Almeera dengan pelan,namun Kendra malah berlari ke arah kamar nya.
Saat Almeera akan mengejar Kendra, tiba-tiba Tri menghalangi nya,ia menarik tangan Almeera lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak usah di kejar,biarkan dia tenang dulu!" ucap Tri.
"Iyah mah." Almeera melihat ke arah Tri.
"Sini Al ikut mama sebentar!" Tri membawa Almeera untuk duduk di sofa ruang tengah.
__ADS_1
"Ada apa mah?" tanya Almeera.
"Apa kamu ada menaruh curiga sama El?" tanya Tri.
"Maksud mama?" Almeera masih belum mengerti.
"Tumben sekali El tidur di luar malam ini, seingat mama walaupun dia memang jarang pulang,tapi dia nggak pernah menginap di luar,dia selalu istirahat di rumah setelah ada kerjaan di luar,nggak mungkin juga kan kalau dia ada kerjaan malam malam begini." Tri berpikir keras.
"Eemm mungkin sekarang El punya pacar kali mah." ucap Almeera.
"Mana mungkin dia punya pacar di indo, bukannya dia tinggal di paris,dan walaupun itu benar,mama nggak habis pikir kenapa dia harus menutupi hubungan nya,mama nggak mau dia terjatuh ke lubang yang sama lagi." ucap Tri.
"Maksud mama? dia hubungan di luar nikah lagi?" ucap Almeera.
__ADS_1
"Iyah Al,mama sebenarnya sayang sama El,tapi dia selalu berprilaku semaunya,dia nggak pernah nurut sama omongan papa sama Mama,padahal apa yang mama lakukan itu karena mama sayang sama El,tapi dia nggak pernah paham." Tri menahan tangisnya.
"Al mengerti mah,dan mungkin El hanya butuh waktu untuk bisa bersahabat dengan dirinya,karena aku yakin sebenar dia juga sayang sama mama,tapi mungkin ego nya aja yang terlalu tinggi." Almeera mengusap punggung Tri.
"Mama nggak mau,ada Ken kedua lagi nanti nya,sudah cukup Kendra saja yang El telantarkan,jangan ada lagi,Ken Ken lainnya,yang akan tersiksa batin nya," Tri mengusap air matanya. "Hanya saja Kendra sangat beruntung karena ada kamu yang mau merawat nya,bahkan orang orang menganggap Ken adalah putra kamu sampai saat ini, walaupun kamu harus menelan pil pahit karena menganggap kamu bukan wanita baik baik" ucap Tri, sepertinya dia sudah tak bisa menahan tangisnya.
"Al tidak ada masalah mengenai itu mah,dan sudah Al katakan beberapa kali,jika Al sangat menyayangi Ken,dia adalah belahan jiwa Al mah,yang akan terus Al sayang sampai kapan pun." mata Almeera berkaca kaca.
"Terimakasih sayang,kamu memang selalu membuat mama kagum dan bangga." Tri memeluk Almeera.
Tiba-tiba Almeera pun teringat pada Kendra,ia sepertinya sedang menagih di kamar karena merasa kecewa,karena walau bagaimanapun Ken ingin juga merasakan kasih sayang dari ibu kandungnya yang tak pernah ia dapatkan dari Elmeera.
Almeera melepaskan pelukannya. "Al mau menemui Ken dulu mah, pasti dia nangis sekarang." ucap Almeera,ia langsung berdiri, Tri pun hanya mengangguk sambil menghapus air matanya.
__ADS_1