
"Terus kamu maunya gimana?" ucap Dafi dengan santai.
"Kamu bisa kan hargai aku sebagai calon istri kamu, seenggaknya kamu ajak ngobrol kek,bukan diem dieman kayak gini." ucap Luna.
"Aku nggak pernah bilang kalau bersedia menikah dengan mu." ucap Dafi.
"Cukup Daf,aku muak mendengar perkataan mu itu,aku tegaskan sekali lagi,kamu bersedia atau tidak, pernikahan ini akan tetap terjadi." ucap Luna tegas.
"Hmm,terserah kamu saja." ucap Dafi,ia sudah tak ingin ambil pusing tentang pernikahan ini.
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di depan butik Almeera, mereka pun langsung masuk ke dalam.
"Selamat pagi,bunda Al sudah menunggu kalian di ruangan nya,mari saya antar!." ucap Sofi.
"Baiklah, terimakasih,ayo Daf." ucap Luna.
Namun berbeda dengan Luna yang fokus,Dafi sepertinya sedang mencari sesuatu,dari tadi ia terlihat celingukan memandangi sekitar ruangan tersebut.
("Apa Kendra tidak ikut ke butik,kok dia tidak ada.") batin Dafi.
"Kamu kenapa sih Daf?" tanya Luna pelan, melihat tingkah Dafi,Namun Dafi tak menjawab pertanyaan Luna.
("Dafi kenapa sih,kayak lagi nyari sesuatu,aneh banget.") batin Luna.
Kini mereka sampai di ruangan Almeera, terlihat Almeera sedang merapikan beberapa gaun pengantin yang berada di sana.
"Bunda Al,mereka sudah datang." ucap Sofi.
"Oh baiklah,kamu boleh kembali lagi ke depan." Almeera tersenyum,ia pun langsung duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.
Dafi memperhatikan Almeera,ia tampak nya sangat terpesona melihat Almeera yang terlihat sangat cantik hari ini,namun Almeera tampak nya tak menyadari nya jika Dafi memperhatikan nya,ia hanya melihatnya sekilas.
("Semoga aku bisa profesional,aku tidak boleh mencampuri urusan pribadi ku dengan pekerjaan, walaupun aku cukup akrab dengan Dafi,tapi sepertinya aku harus bersikap biasa saja, apalagi ada calon istrinya di sini, biarkan saja seperti tidak pernah terjadi apapun.") batin Almeera.
("Al terlihat sangat cantik, walaupun dia mirip sekali dengan Elmeera tapi entah kenapa,dia terlihat lebih cantik.") batin Dafi.
__ADS_1
"Hai,senang sekali bertemu lagi dengan kalian calon pengantin baru." Almeera menyapa dengan ramah.
"Hehehe,kamu bisa saja." ucap Luna tersipu malu.
"Oh Iyah,Silahkan duduk!" Almeera mempersilakan Dafi dan juga Luna untuk duduk.
"Terimakasih,Eemm jadi,kita bisa mengambil gaun nya sekarang?" tanya Luna.
"Oh tentu bisa,tapi sebelumnya silahkan di coba dulu pakaiannya,dan kalau ada yang ingin di tambakan atau di kurangi lagi bisa saya kerjakan lagi." ucap Almeera dengan santai.
"Baiklah,kalau begitu,saya bisa lihat sekarang?" tanya Luna.
"Tentu saja,ayo ikut saya!" Almeera berdiri,ia berjalan dengan begitu elegan,di ikuti oleh Luna dan juga Dafi di belakang nya.
"Nah,ini dia gaun nya, silahkan di coba dulu,ruang ganti nya ada di sebelah sana!" Almeera memberikan sebuah gaun pada Luna.
"Baiklah,Daf,aku coba dulu yah!" Luna langsung mengambil gaun di tangan Almeera,ia pun langsung masuk ke dalam ruang ganti.
Kini Almeera dan Dafi tinggal berdua di sana, mereka terlihat canggung satu sama lain.
"Ken sekolah,aku sengaja datang pagi pagi karena Luna ingin kesini pagi ini." jawab Almeera.
"Sekolah di antar sama siapa?" Dafi penasaran karena biasanya Almeera yang mengantar nya,ia tahu karena pernah mengobrol dengan Kendra.
"Sama mama." jawab Almeera singkat.
("Kenapa Al terlihat berbeda,aku merasa dia seperti menghindari ku.") batin Dafi.
Saat Dafi sedang memikirkan sesuatu,Luna datang dengan menggunakan gaun pengantin nya,Gaun pengantin itu terlihat sangat cocok untuk nya,Luna terlihat sangat cantik menggunakan gaun tersebut.
Yah,Luna memang memiliki wajah yang cantik dan juga badan yang bagus, sehingga ia terlihat cocok menggunakan baju apapun,namun entah kenapa itu tidak bisa membuat Dafi luluh,Dafi tetap saja tak punya perasaan pada Luna, perasaan sayang nya hanya sebatas kakak dan adik saja,tidak lebih dari itu.
"Wah, lihat Daf,gaun nya bagus sekali,aku tidak salah memilih butik ini untuk membuat gaun pengantin kita, Almeera memang desainer yang hebat." Luna terlihat sangat bahagia,ia memutar tubuhnya sambil bercermin saat menggunakan gaun pengantin tersebut.
Luna memperhatikan Dafi yang tak menggubris nya,ia seperti sedang melamun. "Daf,kamu dengar aku kan,kamu lihat gaun nya bagus kan?" tanya Luna, mengagetkan Dafi.
__ADS_1
"Hah,oh Iyah bagus kok." ucap Dafi,ia terkejut ketika Luna berbicara padanya.
"Sepertinya Dafi juga suka Al,kalau begitu aku sangat cocok sama gaun ini,nggak perlu ada yang di tambah atau di kurangi." ucap Luna pada Almeera.
"Syukurlah kalau begitu,eemm tapi,jas pengantin pria nya belum di coba,apa mau sekalian di coba juga." ucap Almeera,ia melihat ke arah Dafi,sambil memegang jas berwarna senada dengan gaun pengantin yang di pakai Luna.
"Oh Iyah hampir saja lupa,ayo sayang kamu coba dulu." ucap Luna.
"Kayaknya nggak usah deh,nanti aja." ucap Dafi.
"Nanti kapan,ayo sekarang,aku nggak mau yah kalau nanti." ucap Luna.
"Ya udah Iyah." Dafi pun langsung mengambil jas tersebut di tangan Almeera, kemudian ia berjalan ke arah ruang ganti.
"Hmm aku suka banget,oh Iyah,dua baju untuk resepsi nya juga udah jadi kan Al?" tanya luna,ia sangat puas dengan hasil nya.
"Udah, semuanya udah jadi, makanya aku sendiri yang bertemu dengan kalian sekarang,agar kalian bisa mencoba semua baju nya,jadi,jika ada yang kurang aku bisa menangani nya dengan cepat dan juga lebih mudah." ucap Almeera.
"Aku sangat puas dengan pelayanan kamu,nanti,kalau aku mau bikin gaun atau baju lainnya lagi,boleh kan Al?" tanya Luna.
"Boleh banget." ucap Almeera.
Kini mata keduanya tertuju pada Dafi yang baru saja keluar dari ruang ganti,Dafi terlihat sangat gagah dan tampan menggunakan jas pengantin tersebut,namun tak ada raut kebahagiaan di wajahnya,ia terlihat tertekan menggunakan baju yang akan di pakai nya di hari bahagia nya nanti.
"Ya ampun sayang,kamu cocok banget pakai jas itu." Luna terpesona melihat Dafi.
("Dia memang terlihat tampan,gagah,idaman semua wanita sepertinya memiliki suami seperti nya.") batin Almeera.
"Udah kan,kalau begitu,aku buka lagi yah" ucap Dafi.
"Ya udah, yang penting kamu juga udah cocok kan." ucap Luna,Dafi tak menjawab,ia malah kembali lagi ke ruang ganti.
"Menurut mu bagaimana, apakah kita serasi?" tanya Luna.
"Iyah,kalian akan menjadi pasangan yang paling serasi di pelaminan nanti." ucap Almeera.
__ADS_1