Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
36.Kedatangan Luna


__ADS_3

"Benar juga apa yang mama katakan, setidaknya Almeera mau mengakui anaknya walaupun tak ada satu orang pun yang tau siapa ayah dari anak tersebut,Bahkan tak ada yang tau pula, apakah dia sudah menikah atau mempunyai anak di luar nikah." ucap Edward.


"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan,tapi semua orang pun bisa berubah,lagian mama suka kok sama Almeera,dia wanita yang manis,mama kan sering bertemu dengan nya, karena mama seringkali ke butik nya." Lia tersenyum.


"Aku minta do'anya saja yah mah,jodoh atau tidaknya hanya Allah yang tau." ucap Edward.


"Iyah sayang,tapi kamu tidak boleh memaksanya,jika memang untuk saat ini dia belum siap,jangan pernah pantang menyerah untuk mendapatkan cintanya." Lia tersenyum, Edward pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


***


Almeera melihat Kendra yang sedang tertawa bersama Dafi, terlihat Dafi sedang mengajari Kendra membuat gambar bintang di tembok kamar nya.


"Apa Ken mengganggu mu?" ucap Almeera,sambil meletakkan nampan berisi makanan di atas meja.


Dafi langsung menoleh ke belakang. "Tidak sama sekali,dia hanya ingin belajar sedikit, ternyata dia lumayan lihai juga,Ken memang anak yang pandai." Dafi mengelus rambut Kendra.


"Siapa dulu bunda nya." ucap Kendra dengan Bangga.


"Yah,aku setuju dengan mu,bunda mu memang hebat." ucap Dafi, Almeera hanya geleng-geleng melihat keduanya.


"Aku bawakan minuman dan makanan ringan,kalian boleh beristirahat dahulu." ucap Almeera kepada semuanya.


Semuanya pun langsung menghampiri Almeera, mereka mengambil minuman yang sudah di bawakan oleh nya.


Sementara Almeera ia menatap ke arah Kendra. "Sayang,kamu harus istirahat,kita ke kamar yah,saat nya Ken tidur siang!" ucap Almeera.


"Tapi Ken sudah sembuh bunda,Ken mau menemaniku om baik di sini,tuh kan Ken sudah tidak panas lagi." Kendra meletakkan tangan Almeera di kening nya.


("Sepertinya Ken memang sudah baikan,suhu tubuhnya tidak panas lagi.") batin Almeera.

__ADS_1


"Tapi kamu masih harus istirahat sayang,kalau Ken di sini, yang ada nanti malah ganggu om Dafi dan yang lainnya." Almeera mengelus rambut Kendra.


"Tidak apa-apa Al,jika memang Ken sudah sembuh,dia boleh kok tetap di sini,asal Ken jangan terlalu kecapean,kamu lihatin aja yah,jangan ikut om kerja, bagaimana?" ucap Dafi.


"Baiklah,Ken akan melihat saja." ucap nya.


"Anak pintar." Dafi mencolek hidung Kendra.


Almeera pun tak bisa melarang nya,karena Kendra pun sudah berjanji untuk hanya melihat nya saja.


"Ayo bunda,kita duduk lagi,kita lihat om Dafi dari sini." ucap Kendra yang langsung duduk dengan manis, Almeera hanya menuruti keinginan putra nya itu.


***


Sementara di tempat lain,Luna baru saja sampai di depan rumah Dafi,ia pun langsung masuk ke dalam rumah tersebut.


Saat ia masuk, terlihat Risti sedang duduk sambil menonton televisi di ruang tamu,Luna pun langsung menghampiri nya.


"Eh,siang juga,ada apa nak,sini duduk!" Risti mempersilakan Luna untuk duduk.


"Dafi ada di rumah kan Tante? soalnya tadi aku ke kantor,dianya nggak ada, Handphone nya juga nggak aktif." Luna duduk di samping Risti.


"Dia nggak ada di rumah sayang,dia sedang bekerja,hari ini dia ada job,kamu tau sendiri kan anak Tante yang satu itu, walaupun dia bisa saja menyuruh anak buahnya saja yang mengerjakan semuanya,tapi dia selalu ikut campur tangan dalam proyek yang sedang dia kerjakan." Risti menghembuskan nafasnya.


"Oh begitu Tan,aku kira dia ada di rumah." Luna pun menghembuskan nafasnya.


"Memang nya kamu tidak janjian dulu sama Dafi?" tanya Risti.


"Dafi sangat sulit di hubungi Tante,entah kenapa sejak rencana perjodohan ini,sikap Dafi jadi berubah,dia jadi cuek sama Luna, padahal tante tau sendiri kan, bagaimana dekatnya aku sama Dafi dulu." Luna menceritakan apa yang terjadi diantara mereka.

__ADS_1


"Memang nya kamu nggak coba tanya,kenapa dia berubah?" ucap Risti.


"Katanya sih,dia cuma anggap Luna sebagai adiknya sendiri, padahal jelas jelas kita kan nggak ada hubungan darah sama sekali,jadi nggak ada salahnya nya kan Tante,kalau aku mau menikah dengan Dafi,aku benar benar tidak mau kehilangan nya Tante,dia adalah satu satu nya laki laki yang selalu nemenin Luna dari kecil." Luna mengungkapkan perasaan nya.


"Tante ngerti Luna,mungkin karena kedekatan kalian itu,Dafi jadi bisa berkata seperti itu,tapi kalau dia sudah menikah dengan mu,Tante yakin,dia bakalan sayang sama kamu." ucap Risti.


"Tante bantu aku yah,aku nggak mau kalau sampai pernikahan ini batal, pokonya aku mau pernikahan ini jadi, lagian acara nya tinggal dua mingguan lagi kan." ucap Luna.


"Iyah sayang,Tante akan pastikan kalian akan menikah." ucap Risti.


("Yes, sepertinya Tante Risti bisa di andalkan,dia sangat mendukung hubungan aku sama Dafi,akan aku pastikan Dafi menjadi milik ku nanti.") batin Luna.


"Eemm jadi,kamu mau ada apa mencari Dafi?" tanya Risti.


"Tadinya,aku mau ngajak Dafi ke butik Tante,aku mau lihat gaun pengantin aku,baru saja orang butik nya telpon,kalau gaun nya udah jadi, walaupun orang yang punya butik nya sekarang nggak bisa ke sana,tapi tadinya aku mau lihat sekarang bareng Dafi,biar sekalian di cobain di sana." ucap Luna.


"Ya sudah,kamu telpon saja orang butik nya,kalau besok aja kalian ke sana nya,biar jelas cukup atau enggak, takut nya nggak sesuai." ucap Risti.


"Iyah Tante,nanti aku hubungi lagi orang butik nya." ucap Luna.


"Ya udah,oh Iyah Tan,om kemana sih kok jarang kelihatan." tanya Luna.


"Om lagi ada kerjaan di luar negeri,entahlah akhir akhir ini,papa nya Dafi sangat sibuk, Tante sampai jarang menghubungi nya,." Risti menghembuskan nafasnya.


"Iyah juga yah,papa juga sibuk, semuanya pada sibuk dengan pekerjaan,aku juga sering banget di tinggalin sama papa." ucap Luna.


"Nggak papa lah,mau gimana lagi, yang penting uang bulanan ngalir terus,dan bertambah setiap bulannya,biar bisa shoping terus,biar nggak jenuh di tinggal terus,hehehe." ucap Risti sambil terkekeh.


"Hehehe, Tante bisa aja." Luna pun ikut terkekeh.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan obrolan nya,Luna mencoba untuk meyakinkan calon mertua nya, jangan sampai kalau pernikahan nya ini di batalkan,ia akan sangat memohon untuk calon mertuanya itu bisa membantu nya, untuk membuat Dafi mau melangsungkan pernikahan, karena ia sudah tidak sabar untuk bisa menjadi istri Dafi, impian nya sejak kecil.


__ADS_2