Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
49.Ulah Rosa


__ADS_3

"Baiklah jika kamu tak mau membahas lagi soal itu,aku hanya masih merasa bersalah padamu,tapi aku janji untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan, walaupun aku tau kamu tak ingin membahas nya lagi." Rey menatap wajah Elmeera.


"Aku sudah melupakan nya,jadi anggap saja tidak pernah terjadi apa apa." ucap Elmeera.


"Tapi tak bisa El, justru aku tak bisa melupakan malam indah kita,aku sangat bahagia,dan mulai malam itu,kamu menjadi candu buat ku." Rey menatap lekat ke arah Elmeera.


"Eemm,lebih baik kita minum dulu,aku haus soalnya." Elmeera mengalihkan pembicaraan,namun ia terlihat salah tingkah.


Namun Rey pun mengerti jika memang Elmeera gugup, akhirnya ia pun minum atas perintah dari Elmeera.


("El tampak nya memang tak nyaman membahas itu,lebih baik aku membahas tentang yang lain, daripada El malah semakin tak nyaman.") batin Rey.


"Eemm El." Rey menyimpan kembali minuman.


"Iyah." jawab El.


Namun belum juga Rey bertanya,ia merasa kepalanya sangat pusing,dan badannya juga terasa panas,tak terkecuali dengan Elmeera,ia pun merasakan hal yang sama setelah minum.


("Kok udara nya jadi panas gini yah,apa cuma perasaan ku saja.") batin Elmeera.


Elmeera mencoba untuk menahan rasa panas di tubuh nya.


("Kenapa tubuh ku jadi panas seperti ini yah, perasaan AC juga nyala.") batin Rey,ia pun mencoba untuk menahan.


Namun semakin lama,rasa panas itu semakin menjadi jadi. ("Sepertinya ada yang salah,atau jangan jangan Rosa mencampur kan sesuatu ke dalam minuman kita, soalnya aku lihat Rey juga sepertinya sangat kepanasan.") batin Elmeera.


Saking tak bisa menahan panas di tubuh nya, Elmeera pun membuka kancing baju nya,saat ini ia tak memikirkan apapun karena ia hanya ingin suhu tubuhnya kembali normal.


"Tuan, sepertinya aku sudah tak bisa menahannya lagi." Elmeera menarik tangan Rey untuk masuk ke dalam kamar nya.


Rey yang merasakan hal yang sama pun langsung menurut sehingga kini mereka sedang menyatukan kembali percintaan yang sempat membuat nya terbuai di dalam kamar.


Saat mengetahui Elmeera dan juga Rey berada di kamar,Rosa pun tersenyum lebar, mendengar suara suara yang tidak asing lagi untuk nya.


"Akhirnya rencana ku berhasil,Waw sepertinya aku mendengar suara yang sangat familiar,hmm biarkan mereka memadu kasih di dalam sana,aku pun ingin pergi malam ini untuk menemui kekasih ku,aku tak mau menjadi saksi bisu karena mendengar pertempuran kalian." gumam Rosa,ia pun langsung pergi dari apartemen nya.


Rosa memang sengaja mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman mereka,ia hanya ingin melihat keduanya bahagia karena ia melihat Elmeera sangat bahagia saat sedang bersama dengan Rey.


Dengan begitu,Rosa yakin jika cinta keduanya akan semakin kuat jika di satukan lagi,oleh percintaan di atas ranjang,karena sepertinya di negara nya saat ini hubungan seperti itu sudah lumrah di kalangan masyarakat.


Beberapa saat kemudian, sepertinya pertempuran itu pun sudah selesai,sudah tidak terdengar lagi erangan nikmat dari dalam kamar tersebut.

__ADS_1


Di dalam kamar, terlihat keduanya sedang berpelukan di dalam satu selimut,Rey sangat bahagia dengan momen tersebut.


"Sayang,apa kamu tau kenapa kita jadi seperti itu tadi?" tanya Rey,ia memeluk Elmeera.


"Seperti ini perbuatan asisten pribadi ku,dia memang agak jail." Elmeera menghembuskan nafasnya.


"Tapi sepertinya aku akan memberikan bonus nanti,karena dia sudah melakukan ini." Rey tertawa kecil.


"Hmmm padahal aku sangat kesal padanya." ucap Almeera.


"Tapi kamu nggak marah kan,karena lagi lagi aku berbuat ini padamu?" tanya Rey.


Elmeera pun tidak menjawab,ia hanya menggeleng,kini ia pun sudah tidak malu malu seperti saat pertama kali, sekarang ini sudah mulai terbiasa,bahkan sekarang ia sedang tidur di dada bidang pria tersebut.


"Eemm El,Minggu depan aku mau ke Jakarta,apa kamu mau ikut pulang?" tanya Rey.


"Ke Jakarta?" Elmeera meyakinkan pendek nya.


("Jakarta,hmm sebenarnya itu kota yang tidak ingin aku kunjungi lagi,tapi entah kenapa aku merasa ingin ikut kemana pun Rey pergi, sepertinya aku sudah tersihir oleh nya,aku tak bisa jauh jauh dari nya.") batin Elmeera.


"Iyah,eemm bagaimana?" tanya Rey lagi.


"Memang nya kenapa harus pulang ke Jakarta, bukan nya di Paris kita lebih bebas,sedangkan di Indonesia kamu tau sendiri kan." ucap Elmeera.


"Kenapa diam?" tanya El.


"Ada urusan yang harus aku lakukan, bagaimana,apa kamu mau ikut bersama?" tanya Rey.


"Baiklah aku ikut,eemm kalau begitu,biar aku tidak terlalu bosan di sana, bagaimana kalau aku terima beberapa tawaran pemotretan di sana." ucap Elmeera.


"Eemm terserah kamu sayang, yang penting kamu ikut bersama ku,kamu harus tau,mulai saat ini,aku tak bisa jauh jauh dari kamu,kamu harus ikut kemana pun aku pergi." Rey mencium bibir Elmeera.


"Iyah aku mau." jawab Elmeera.


Tampak nya mereka sudah saling terikat satu sama lain,entah bagaimana akhirnya tapi untuk saat ini mereka merasa nyaman saat bersamaan.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


***


Beberapa hari kemudian


Besok adalah hari pernikahan Dafi dan juga Luna, Almeera tampak nya sedang memperhatikan undangan yang beberapa hari lalu ia dapatkan dari Dafi saat mereka bertemu.


*Flash back on*


Almeera sedang berada di butik bersama dengan Kendra, terlihat mereka sedang bermain di taman yang berada di depan butik.


Saat mereka sedang bermain, tiba-tiba Dafi datang menghampiri keduanya. "Hai Ken,hai Al." sapa Dafi.


Almeera tampak terkejut dengan kedatangan Dafi,namun berbeda dengan Ken,ia terlihat sangat senang melihat Dafi datang.


"Om baik." Ken langsung memeluk Dafi.


"Hai anak baik,boleh om ngobrol sebentar sama bunda?" ucap Dafi.


"Boleh om,kalau begitu Ken masuk ke dalam dulu yah." ucap Kendra,ia pun langsung masuk ke dalam butik.


Dafi melihat ke arah Almeera dan langsung menghampiri nya. "Apa kabar Al?" tanya Dafi.


"Eemm ba-baik." Almeera terlihat gugup.


"Aku cuma ingin kasih ini,aku harap kamu bisa datang,Luna yang meminta ku untuk mengundang mu." Dafi memberikan undangan pada Dafi.


"I-iyah aku pasti datang." Almeera pura pura tersenyum.


Dafi pun langsung pergi,ia bahkan tak berpamitan dengan Almeera, begitu pun dengan Almeera,ia hanya termenung melihat kepergian Dafi.


*Flash back off*

__ADS_1


"Semoga kalian bahagia." gumam Almeera, sambil melihat foto prewedding di dalam undangan tersebut.


__ADS_2