Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
24.Sosok Ayah


__ADS_3

"Kalau begitu,nanti aku akan bilang saja kalau Ken juga punya Opa walaupun tidak pernah main bersama ayah,boleh kan bunda?" tanya Kendra.


"Boleh sayang." Almeera mengusap kepala Kendra.


("Maafkan bunda sayang,untuk kali ini bunda hanya bisa berkata seperti ini,untuk menenangkan mu.") batin Almeera.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di butik Almeera, walaupun tadi Ken sudah bisa tersenyum namun tetap saja,saat ini ia masih sedikit murung.


Ken duduk di kursi yang berada di ruangan Almeera,ia seperti sedang memikirkan sesuatu. "Anak bunda ini kenapa sih dari tadi terlihat murung." tanya Almeera.


"Nggak tau bunda,Ken hanya sedang sedih saja." ucap Kendra.


"Ken makan siang dulu yah,biar bunda suapi!" ucap Almeera,namun Ken menggeleng.


Saat Almeera sedang membujuk Kendra,tiba-tiba Sofi datang ke ruangan Almeera yang memang kebetulan tidak di tutup pintunya.


"Siang bunda?" sapa Sofi.


"Iyah,ada apa?" tanya Almeera.


"Ada yang ingin ketemu dengan bunda dan juga Ken,tapi sepertinya saya pernah melihat orang itu ke sini,tapi kapan yah." Sofi sedang memikirkan sesuatu.


("Siapa yang mau menemui aku dan Ken?") batin Almeera.


"Ya udah suruh ke ruangan saya saja fi!" ucap Almeera.


"Baik bun." ucap Sofi yang langsung pergi.


Beberapa saat kemudian, seorang pria datang menemui Almeera ke ruangan nya.


"Selamat siang?" ucap pria tersebut, dengan ramah.


"Om baik?" Ken terlihat sangat senang dengan kedatangan Dafi.


Kendra yang melihat Dafi datang pun langsung berlari ke arah nya,Dafi pun langsung menggendong Kendra ke dalam pelukannya.


Almeera yang melihat kejadian tersebut pun begitu heran.


("Kenapa Ken, tiba-tiba senang dengan kedatangan dia,tadi saja dia tidak mau tersenyum,aku bujuk juga,hmm.") batin Almeera.


"Maaf yah,Ken memang seperti itu." ucap Almeera,ia menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Tidak apa apa,aku sangat senang melihat dia seperti ini." Dafi tersenyum.


"Eemm,ku pikir kau hanya bercanda akan datang ke butik ku." ucap Almeera.


"Tidak,aku tidak pernah bercanda jika sudah menjanjikan sesuatu,eemm aku mau mengajak Ken bermain boleh,nggak jauh jauh kok,di depan aja?" ucap Dafi.


"Tanya saja sama anaknya,mau tidak!" ucap Almeera.


"Bagaimana?" Dafi bertanya sambil tersenyum ke arah Kendra.


"Aku mau bunda." ucap Kendra.


"Ya sudah,tapi jangan jauh jauh yah,dan jangan membuat paman kesulitan oke!" ucap Almeera.


"Baik bunda." ucap Kendra yang sangat antusias.


Dafi pun mengajak Kendra ke depan dengan masih menggendong nya,Kendra sangat terlihat senang akan bermain bersama nya.


Sementara Almeera,ia pun hanya memperhatikan mereka dari dalam di balik kaca toko butik nya, Almeera sedang tersenyum sambil melihat mereka sedang bermain bola.


("Kendra terlihat sangat senang bermain dengan laki laki itu,bahkan jika di lihat,mereka memang seperti ayah dan anak.") batin Almeera.


"Bun, laki laki yang sedang bermain dengan Ken itu siapa? kenapa wajah mereka mirip sekali?" tanya Sofi yang tiba-tiba menghampiri Almeera.


"Oh maaf bunda,saya kira tadi dia ayahnya Ken, soalnya wajah mereka sangat mirip." ucap Sofi.


"Bukan." Almeera hanya tersenyum.


"Tapi kenapa dia bisa kesini,dan ingin bermain bersama Ken, Bun?" tanya Sofi.


"Kemarin kita sempat bertemu di sebuah minimarket,Ken kelihatan sangat menyukai dia dan juga sebaliknya,jadi mereka kemarin janjian untuk bertemu di sini." Almeera menghembuskan nafasnya.


"Hmm sayang sekali laki laki itu,calon suami orang lain,kalau sampai dia masih lajang,aku yakin dia akan sangat cocok sama bunda Al." ucap Sofi,ia menghembuskan nafasnya.


"hus,kau ini bicara apa,tuh ada orang yang belanja,layani mereka." Almeera menunjuk ke customer yang baru saja datang ke butik nya.


Almeera kembali memperhatikan Ken dan juga Dafi. "Eemm sepertinya Ken sangat kecapean,aku ambilkan dia minta saja." ucap Almeera yang langsung menuju ke ruangan nya.


Ruangan Almeera memang di fasilitasi berbagai barang, seperti kulkas, televisi dan masih banyak lagi,itu semua di lakukan Almeera,karena ia lebih banyak menghabiskan waktu di butik dari pada di rumah nya.


Almeera mengambil dua botol minuman di dalam kulkas, kemudian ia kembali lagi ke luar, Almeera menghampiri Ken dan juga Dafi.

__ADS_1


"Ken,minum dulu!" Almeera memanggil Kendra.


Kendra pun langsung berlari,menghampiri Almeera yang sedang memegang dua botol minuman.


"Apa bun?" tanya Kendra.


"Ini minuman,satu untuk Ken,dan satu lagi untuk om Dafi." Almeera memberikan minuman tersebut.


Namun pada saat Kendra akan menghampiri Dafi, ternyata Dafi sudah ada di belakang nya. "Om baik,ini minuman dari bunda." Kendra memberikan minuman nya.


"Terimakasih." Kendra langsung mengambil minuman tersebut.


"Main nya sudah dulu yah,kau berkeringat seperti ini!" Almeera mengelap keringat Kendra menggunakan tisu.


"Ken belum mau berhenti bunda,Ken sangat senang bermain sama om baik." ucap Kendra setelah minum.


"Ya sudah,tapi sebentar lagi yah, Ken belum makan siang." Almeera mengusap kepala Kendra.


"Bunda,apa Ken boleh bertanya?" Kendra menengadahkan kepalanya melihat ke wajah Almeera.


"Eemm boleh,tanya apa?" Almeera pun berjongkok supaya posisi nya sejajar dengan Kendra.


"Apakah begini rasanya bermain dengan ayah, soalnya bermain bersama om baik sangat menyenangkan, walaupun bermain bersama Opa juga sangat menyenangkan namun tetap saja berbeda?." Kendra menatap wajah Almeera.


Deg


Almeera tersentak dengan pertanyaan Kendra,ia sangat terkejut Kendra akan bertanya seperti itu padanya,apalagi di depan Dafi.


Almeera menengadahkan wajahnya melihat ke arah Dafi yang sedang melihat juga ke arah nya, sehingga mereka berpandangan.


Dafi melihat Almeera yang sepertinya sedang kebingungan dengan pertanyaan putranya itu.


("Memangnya kemana ayah Ken ,kok sampai sampai dia bertanya seperti itu pada Almeera.") batin Dafi.


"Ken." Dafi pun berjongkok agar bisa sejajar dengan Kendra. "Jika kamu mau,Kau boleh menganggap om sebagai ayah kamu." ucap Dafi sambil tersenyum.


"Benarkah?" ucap Kendra melihat ke arah Dafi,Dafi pun mengangguk.


"Yeay,akhirnya Ken punya ayah." Kendra lompat lompat saking senangnya.


Almeera sangat terkejut,Dafi berkata seperti itu,ia pun terlihat bingung harus bagaimana.

__ADS_1


"Ken,kamu ke Tante Sofi dulu yah,minta tolong ambilkan makan siang mu yang ada di dalam di tas, setelah itu kamu makan sendiri yah sayang,mama mau mengobrol sebentar sama om Dafi,oke!" ucap Almeera.


"Baik bunda." Kendra pun langsung berlari masuk ke dalam butik,ia menghampiri Sofi yang sedang duduk di bagian kasir.


__ADS_2