
Pagi hari
Almeera memegang kening Kendra,namun sepertinya suhu tubuhnya masih belum normal,ia pun sedikit cemas,jadi,ia menghubungi guru nya untuk meminta izin,jika Kendra tidak bisa masuk sekolah hari ini.
"Sayang, Ken, istirahat di rumah yah,Ken masih lemes,nggak papa kan kalau sekarang Ken libur sekolah dulu?" tanya Almeera dengan lembut.
"Memang nya tidak apa apa kalau Ken libur bunda?" tanya Kendra,karena ia jarang sekali libur.
"Ken lagi sakit,jadi tidak apa apa,tadi bunda sudah minta izin sama Miss bela." ucap Almeera.
"Baiklah." ucap Kendra,ia sepertinya masih sangat lemas.
"Oh Iyah,hari ini bunda juga tidak pergi ke butik, soalnya bunda mau bertemu dengan orang yang mau mendesain kamar untuk Ken." ucap Almeera.
"Jadi, sebentar lagi, Ken akan punya kamar sendiri bunda?" tanya Ken dengan antusias.
"Iyah sayang, kamar Ken,di sebelah,nanti kita hanya merombak tampilan nya saja,biar Ken lebih nyaman tinggal di kamar." ucap Almeera.
"Terimakasih yah bunda." ucap Kendra.
"Iyah sayang, sekarang Ken istirahat yah,bunda mau membuat bubur untuk sarapan Ken,oke!" ucap Almeera.
"Iyah bunda." ucap Ken yang masih berbaring di atas tempat tidur.
Almeera pun menyelimuti Kendra, setelah itu,ia langsung keluar dari kamar nya,ia berjalan ke arah dapur.
"Bagaimana, keadaan Ken Al?" tanya Tri yang sedang berada di dapur.
"Sudah mendingan mah,tapi Al tidak mengizinkan nya untuk masuk sekolah dulu,dia masih sangat lemas." ucap Almeera.
"Ya sudah,ini mama sudah buatkan bubur untuk Ken." ucap Tri.
"Terimakasih mah,baru saja Al mau membuat nya, ternyata mama sudah membuat nya terlebih dahulu." Almeera tersenyum.
"Mama tau,kamu pasti capek mengurus Ken semalaman,jadi mama sudah buatkan ini khusus untuk cucu mama." ucap Tri.
"Ya sudah,Al kasih sekarang yah,biar nanti Ken langsung minum obat." ucap Almeera,ia pun mengambil nampan berisi semangkuk bubur dan juga segelas air putih.
__ADS_1
Namun baru saja ia akan mengangkat nampan tersebut,ada suara bel yang berbunyi.
"Siapa yah pagi pagi begini?" tanya Tri.
"Kayaknya sih desainer interior itu mah, soal nya Al minta nya pagi,biar pekerjaan nya cepat selesai." ucap Almeera.
"Ya sudah kalau begitu,kamu saja yang temui orang itu,biar mama yang bawa makanan ini ke kamar,sekalian nanti mama suapi dan kasih obat buat Ken." ucap Tri.
"Makasih yah mah,kalau gitu Al,ke depan dulu." ucap Almeera yang langsung melangkah menuju pintu.
Almeera pun langsung membuka pintunya,namun saat ia membuka pintu,ia begitu terkejut melihat siapa seseorang yang berdiri di hadapannya.
"Dafi?" ucap Almeera dengan heran.
"Almeera,ini rumah mu?" tanya Dafi yang juga sama terkejutnya.
"Iyah,jadi kamu?" tanya Almeera.
"Aku desainer interior yang di tugaskan ke rumah ini,aku kira seseorang yang bernama bunda Al itu bukan kamu,jadi kamu yang mau mendekor kamar ,aku sampai sampai tidak menyangka,kita akan bertemu secara tidak sengaja seperti ini." Dafi tersenyum.
"Lebih baik,kita bicara di dalam,ayo, silahkan masuk." ucap Almeera.
"Mau minum apa?" tanya Almeera ramah.
"Tidak usah repot-repot." ucap Dafi.
"Tidak, sebentar yah,aku ambilkan minuman dulu." ucap Almeera yang langsung berjalan ke arah dapur.
Dafi melihat sekeliling,ia tak menyangka,akan bertemu dengan Almeera di sini,ia sangat senang bisa bertemu lagi dengan wanita yang membuat nya penasaran.
Saat ia melihat sekeliling,ia melihat sebuah foto keluarga,di sana terpampang wajah dua wanita yang begitu mirip,yah,itu adalah Almeera dan juga Elmeera.
("Ternyata benar, mereka dua orang yang berbeda, seperti nya aku harus tau, sebenarnya Kendra itu anaknya siapa,karena aku yakin jika dia adalah anak ku.,tapi jika benar,kenapa Al yang merawat nya,bahkan semua orang tau,jika dia adalah anak nya.") batin Dafi.
Beberapa saat kemudian, Almeera pun datang membawa segelas jus jeruk untuk Dafi,ia pun langsung menyimpan nya di atas meja.
"Silahkan,di minum!" ucap Almeera.
__ADS_1
"Terimakasih." Dafi pun langsung meminumnya. "Jadi,kamar yang mana yang harus aku dekor?" tanya Dafi,sambil menyimpan gelas di atas meja.
"Sebenarnya, kamar Ken yang mau di dekor,aku ingin membuat satu kamar pribadi untuk nya,karena menurut ku,dia sudah cocok untuk tidur terpisah dengan ku." ucap Almeera.
"Oh Iyah,lalu kenapa kau tak mengantar dia sekolah?" tanya Dafi.
"Dia sedang demam,jadi dia tidak masuk sekolah hari ini." ucap Almeera.
"Apa? bolehkah aku melihat keadaan nya." Dafi sepertinya sangat terkejut,ia cemas mendengar Kendra Sedang sakit.
("Kenapa dia sekhawatir itu pada Ken,karena walaupun dia kenal dengan Ken,tapi sepertinya sikapnya terlalu berlebihan.") batin Almeera.
"Al,apa aku boleh menjenguk nya?" tanya Dafi lagi.
"I-iyah boleh,mari ikut aku!" ucap Almeera yang langsung berdiri,ia pun berjalan dengan Dafi yang mengikuti nya dari belakang.
Saat ia masuk ke dalam kamar, terlihat dari sedang meminum obat, setelah di beri makan oleh Oma nya, Ken pun terlihat sangat terkejut ketika melihat Dafi datang.
"Om baik." Kendra turun dari tempat tidur,ia berlari ke arah Dafi.
Dafi yang melihat Ken berlari ke arah nya pun langsung berjongkok,Kendra pun langsung memeluknya.
Dafi melepaskan pelukannya. "Ken sedang sakit,jangan berlari seperti itu yah,sini,om bantu Ken berbaring lagi." Dafi membawa Kendra ke atas tempat tidur lagi.
Tri dan Almeera yang melihat kejadian itu pun sampai melongo, mereka sangat heran dengan sikap dua orang di hadapannya ini.
("Jadi,dia pria yang di bilang Ken,kenapa dia bisa ada di sini, kenapa juga mereka terlihat sangat mirip,aku sampai tidak menyangka mereka bisa sedekat ini.") batin Tri.
("Mama pasti terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat,ia pasti sangat heran melihat keduanya.") batin Almeera.
"Ken, tidur di sini oke,jangan kemana mana." Dafi memperingati.
"Maaf Tante,jika membuat Tante terkejut dengan kedatangan saya,nama saya Dafi, kebetulan saya desainer interior yang di hubungi oleh Almeera untuk mendesain kamar Kendra,saya juga tidak menyangka jika seseorang yang menghubungi saya adalah Almeera." ucap Dafi menjelaskan.
"Saya Tri,mama nya Al,Jadi,kamu om baik, yang di ceritakan Kendra?" tanya Tri.
"Iyah Tante." ucap Dafi dengan ramah.
__ADS_1
"Baiklah, silahkan,jika kalian mau mengobrol dulu di sini,saya mau menyimpan ini dulu ke dapur." ucap Tri yang langsung membawa nampan,bekas makan Kendra tadi.