Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
16.Undangan


__ADS_3

"Terserah kau saja,aku tidak peduli dengan apa yang akan kau lakukan." Elmeera pergi meninggalkan Dafi yang masih mematung.


("Aku akan mencari kebenaran nya,aku sangat yakin,kalau anak itu adalah anakku, dia sangat mirip dengan ku,Bahkan aku sangat ingin bertemu dengan nya lagi,sejak pertama aku melihat nya,aku merasa ada ikatan yang kuat antara aku dan dia.") batin Dafi.


***


Elmeera pulang lagi ke rumah orang tuanya,kini ia baru saja masuk ke dalam rumah,saat masuk ia melihat Kendra Sedang berada di ruang tamu sendirian,ia pun tak tau kemana orang orang sehingga Kendra sendirian di sana.


Kendra sepertinya sedang menggambar,ia terlihat sangat senang ketika mewarnai gambar yang sudah ia buat.


("Ternyata kau sangat mirip dengan nya, membuat ku semakin tidak menyukai mu,aku benci pria itu,dia yang sudah membuat ku hampir tak bisa mengejar impian ku.") batin Elmeera.


"Momy,kau sudah pulang, lihatlah! aku menggambar ini, bagaimana,bagus tidak?" Kendra tersenyum manis.


"Iyah." ucap Elmeera singkat,ia pun langsung pergi ke kamar.


("Momy sepertinya tidak menyayangi ku,bunda kenapa berbohong,bahkan momy tidak meminta maaf padaku sejak kejadian tadi, bukankah kata bunda,kita harus meminta maaf apabila telah membuat orang menangis,tapi momy tidak,dia malah cuek terhadap ku.") batin Kendra,saat melihat Elmeera masuk ke dalam kamar nya.


"Kenapa sayang? kok cemberut gitu sih,ini bunda udah ambil kan minum nya,Ken minum dulu yah." Almeera memberikan minuman pada Kendra.


"Momy sudah pulang,tapi dia cuek sama Ken,dia tidak minta maaf sama Ken bunda, bukannya kata bunda orang harus minta maaf kalau sudah buat orang lain menangis,tapi momy tidak,momy sepertinya tidak menyayangi ku seperti yang dikatakan bunda." Kendra terlihat sedih.


"Tidak begitu sayang,eemm mungkin momy lagi cape,makanya dia cuek sama Ken,tapi kalau nanti capek nya udah ilang,momy nggak akan gitu kok,dia akan mengajak Ken bermain." Almeera tersenyum.


"Yang bener bunda?" Ken seperti nya merasa senang.


"Iyah sayang."Almeera mengusap kepala Kendra.


Diam diam ternyata, Elmeera mengintip dari Balik pintu kamarnya,ia sengaja membuka sedikit pintunya agar bisa melihat Kendra dan juga Almeera.


("Ternyata Al,tak pernah mengatakan hal yang jelek tentang ku pada Ken, pantas saja tadi anak itu tidak marah saat bertemu dengan ku lagi,pasti Almeera sudah membujuk Ken untuk tidak marah terhadap ku,aku bangga dengan didikan mu Al,dan memang baiknya Ken hidup dengan mu,bukan dengan ku yang tidak sesempurna diri mu.") batin Elmeera.

__ADS_1


Elmeera pun menutup pintu kamarnya,ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,Rosa tidak ikut ke rumah,karena tadi sesudah mengantarkan Elmeera pulang,ia izin keluar dulu untuk belanja keperluan nya nanti untuk fashion show besok.


Elmeera memeluk guling,ia membayangkan kehidupan nya di waktu yang akan datang, sepertinya ia tak mungkin harus seperti ini terus,ia pun pasti merasakan bagaimana capek nya menjadi seorang model, apalagi kalau sampai nanti ia sudah tidak muda lagi,ia pasti tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini.


Setelah bergelut dengan pikirannya, akhirnya Elmeera pun tertidur dengan sambil memeluk guling, sepertinya ia sedikit kelelahan hari ini setelah bertemu dengan banyak orang.


***


Pagi Hari


Hari ini tepat hari Minggu,Kendra pun tidak ke sekolah hari ini,namun walaupun begitu,ia selalu ikut dengan Almeera ke butik siang hari, karena ia tak bisa jauh dari bunda nya itu.


Setelah perdebatan nya dengan Elmeera sore kemarin, Almeera belum lagi bertegur sapa dengan nya,ia lebih memilih diam dari pada ia harus terbawa emosi.


"Bunda,kita ke butik nya jam berapa?" tanya Kendra saat sedang makan.


"Nanti yah sayang,agak siangan soalnya bunda harus mengerjakan sesuatu dulu di rumah." ucap Almeera.


"Mau apa bun?" tanya Kendra.


"Mau bunda,Ken suka puding buatan bunda,ayo sekarang aja bikin nya,biar Ken bantu." Kendra menarik tangan Almeera.


"Nanti yah sayang, sekarang abisin dulu makannya." ucap Almeera.


"Baiklah." Kendra pun menurut.


Saat Almeera sedang menyuapi Kendra, tiba-tiba Elmeera keluar dari kamar nya, sepertinya ia sudah siap siap untuk acara fashion show nya.


"Aku berangkat dulu,jika kau mau melihat acara ku,kau datang saja,ini undangan untuk mu?" Elmeera memberikan undangan khusus pada Almeera.


"Jika aku bisa,aku akan datang,tapi aku tidak bisa janji." Almeera sedikit cuek.

__ADS_1


"Baiklah,kalau begitu,aku duluan,Ken,momy pergi dulu yah." Elmeera pamit pada putranya itu.


"I-iyah mom." ucap Kendra gugup.


Akhirnya Elmeera pun pergi keluar dari rumah tersebut. "Momy mau kemana bunda?" tanya Kendra.


"Momy mau kerja sayang." ucap Almeera.


"Memang nya momy kerja nya apa bun?" tanya Kendra.


"Momy bekerja sebagai model,eemm Ken tau tidak model itu seperti apa?" tanya Almeera,kendra pun menggeleng. "Eemm Ken mau lihat momy kerja?" tanya Elmeera.


"Memang boleh bun?" Kendra sepertinya senang.


"Boleh dong sayang,nanti kita kesana yah,biar Ken tau momy El kerjaan nya apa,pasti nanti momy cantik banget, bagaimana, mau?' tanya Almeera.


"Mau bunda." sahut Kendra dengan antusias.


"Ya sudah sekarang,makan dulu,tapi sebelum kita lihat momy kerja,kita ke butik Sebentar yah,bunda belum mengecek nya dari kemarin." ucap Almeera.


"Iyah bunda,Ken akan selalu ikut kemanapun bunda pergi." ucap Ken.


"Eemm manis banget sih,jadi pengen nyubit." Almeera memegang pipi Kendra yang sangat putih mulus itu.


***


Almeera sudah berada di butik nya,ia mengecek beberapa stok dan juga melihat baju pengantin yang menjadi pesanan pasangan waktu itu.


"Eemm kayak nya ada yang kurang tapi apa yah?" Almeera mencoba memperhatikan gaun pengantin yang di buat nya. "Kayaknya kasih Payet sedikit di bagian leher nya,biar semakin menarik." gumam Almeera.


"Bunda,Ken mau eskrim!" Kendra menghampiri bunda nya.

__ADS_1


"Nanti yah sayang,bunda kan lagi kerja,kalau sudah selesai nanti Bunda beliin yah, sekarang boleh minta tolong,Ken nya duduk dulu yah,biar bunda cepat beres pekerjaan nya,kan nanti kita mau lihat momy El kerja, iyah kan?" tanya Almeera.


"Iyah bunda,Ken akan duduk,Ken tidak mau ganggu bunda." Kendra pun duduk di sebuah sofa yang tidak terlalu jauh dari sana,namun karena sedikit bosan,ia pun malah tertidur di atas sofa dengan posisi duduk.


__ADS_2