
Dafi termenung sejenak setelah mendengar perkataan Almeera,ia tahu apa yang harus ia lakukan saat ini,ia tahu jika ia memaksakan kehendaknya sekarang untuk bisa memiliki Almeera,itu pun sangat tidak mungkin,karena memang Almeera tidak ingin ada ikatan dengan nya,Dafi jelas tau apa penyebabnya,yaitu ia hanya tidak ingin di cap sebagai wanita perebut,karena ia mempunyai Kendra yang harus ia jaga perasaan nya.
"Aku mengerti,maaf jika perkataan ku membuat mu tersinggung dan kamu tak nyaman,eemm sepertinya aku harus pulang sekarang,ini sudah terlalu malam,aku takut ganggu istirahat mu." Dafi melihat jam tangannya.
Walaupun ia sedikit kecewa dengan apa yang baru saja ia dengar dari Almeera,namun setidaknya ia tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Aku juga minta maaf,terimakasih sudah mau mengerti." Almeera merasa bersalah melihat wajah Dafi yang terlihat kecewa.
"Salam buat Ken dan juga orang tua mu,aku pamit pulang dulu." Dafi pun berdiri, kemudian ia langsung berjalan ke arah luar.
Almeera tidak mengantar Dafi ke luar,pikiran nya kacau,ia tak tau apakah yang ia lakukan salah atau benar,namun ia yakin, hanya dengan begitu Dafi bisa menjauhinya,karena ia tak mau memberi harapan untuk Dafi, apalagi menerima Dafi,bagi nya dengan hidup bersama putra dan juga orang tua nya sudah lebih dari cukup untuk saat ini.
Almeera menundukkan kepalanya,ia memijit pelipisnya yang terasa pusing,setelah cukup tenang, Almeera pun langsung berjalan,namun sebelum ia masuk ke dalam kamar nya,ia pun mengecek kamar Kendra terlebih dahulu.
Almeera membuka pintu kamar Kendra dengan sangat hati-hati,ia tak mau Kendra terbangun jika mendengar suara pintu terbuka.
Setelah masuk, Almeera melangkah dengan pelan, agar suara langkah kaki nya tidak terdengar. "Bunda sayang sama Ken,bunda janji akan selalu bersama Ken dalam keadaan apapun." gumam Almeera,ia mengusap kepala Kendra dengan sangat lembut.
Entah kenapa Almeera tidak menahan air matanya,ia pun menangis sambil menutup mulutnya agar tak ada yang mendengar suara tangisannya.
Karena tak mau Kendra terbangun, Almeera pun langsung keluar dari kamar tersebut,lalu ia berpindah masuk ke dalam kamar sebelahnya.
Saat di dalam kamar nya, Almeera menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur,ia menelungkup kan tubuhnya dan membenamkan wajahnya di bantal sambil menangis.
("Yaa tuhan,jika memang dia bukan untuk ku,maka jauhkanlah dia dari ku,tapi jika memang dia jodoh ku,maka satukan kami dengan cara yang telah engkau siapkan.") batin Almeera.
***
Sementara di tempat lain, Rey kini berada di depan pintu apartemen Elmeera dengan membawa rangkaian bunga mawar merah yang sangat indah, tujuan nya datang ke sana selain untuk meminta maaf,ia juga sangat merindukan kekasih nya itu.
__ADS_1
Sejak kejadian malam itu,Rey merasa dirinya harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan, walaupun pada malam itu tak ada penolakan dari Elmeera,tapi ia sadar,jika ia yang memulai nya terlebih dahulu.
Jujur saja,selain dari itu,Rey merasa perasaan nya bertambah saat cinta mereka di satukan oleh cinta satu malam itu,dan Rey pun tak bisa melupakan begitu saja,malam yang sangat membuat nya bahagia dalam bingkai asmara.
Rey memencet bel dengan sedikit ragu,ia takut Elmeera tidak akan membuka pintu nya,karena ia belum siap untuk bertemu dengan nya.
Namun beberapa saat kemudian, pintu pun terbuka, ternyata Rosa yang membuka nya. "Hai tuan,ada yang bisa saya bantu?" ucap Rosa, terlihat ia begitu terkejut melihat siapa yang datang,apa lagi tiba tiba ia membayangkan cerita Elmeera malam itu, ketika Elmeera dan juga Rey bercinta.
"Apakah nona El ada di sini?" tanya Rey.
"Eemm dia sedang di kamar,mau saya Panggil kan?" ucap Rosa.
"Iyah,saya ingin bertemu dengan nya." ucap Rey.
"Baiklah,kalau begitu silahkan masuk,dan tunggu di ruang tamu,saya akan panggil sis El ke kamar." Rosa membuka pintu nya dengan lebar, setelah Rey masuk ia menutup nya kembali.
Rosa berjalan ke arah kamar Elmeera, terlihat Elmeera sedang berbaring di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
"Siapa tamu nya?" tanya Elmeera,ia tak mempermasalahkan Rosa yang tidak mengetuk pintu dulu.
"Tuan Rey,dia bawa bunga yang sangat indah,ayo temui dia cepat!" Rosa terlihat bersemangat.
("Eemm sebenarnya aku belum siap untuk bertemu dengan nya,aku merasa canggung karena kejadian malam itu,tapi nggak mungkin juga kan kalau aku nggak temui, orang dia sudah menunggu ku.") batin Elmeera.
"Ya sudah,aku akan menyusul nanti,tolong kamu ambilkan minum untuk kita berdua!" titah Elmeera.
"Beres." Rosa mengangkat jempol nya.
Setelah Rosa ke luar untuk membuat kan minum di dapur, Elmeera pun langsung berdiri, sebelum berjalan,ia menghembuskan nafasnya terlebih dahulu.
__ADS_1
("Rileks El,tenang,anggap aja tidak pernah terjadi apapun.") batin Elmeera.
Setelah cukup tenang, Elmeera pun langsung berjalan ke arah ruang tamu.
"Eemm malam tuan,sudah lama menunggu?" Elmeera pura pura terlihat biasa saja walaupun sebenarnya ia merasa deg degan.
"Baru saja,eemm ini bunga untuk mu." Rey memberikan bunga mawar pada Elmeera.
"Terimakasih." Elmeera pura pura tersenyum sambil menerima bunga tersebut.
Setelah itu mereka pun hanya terdiam, keduanya terlihat salah tingkah,namun kedatangan Rosa membuat mereka sedikit terkejut.
"Silahkan di minum!" Rosa memandangi keduanya yang saling terdiam. "Sebentar sebentar,kenapa malah diem dieman gini?" tanya Rosa sedikit heran dengan kedua nya.
Elmeera dan Rey saling bertatapan mendengar perkataan Rosa. "Mending kamu masuk kamar!" bisik Elmeera ke telinga Rosa, setelah itu ia pun pura pura tersenyum ke arah Rey.
("Baiklah, selamat bersenang-senang.") batin Rosa.
Rey terlihat heran ketika melihat asisten pribadinya Elmeera tiba-tiba pergi dari hadapan mereka. "Dia kenapa?" tanya Rey.
"Nggak tau,mungkin dia ngantuk." jawab Elmeera,ia hanya asal menjawab.
"Ohh." Rey pun terdiam sejenak. "El?" panggil Rey pelan.
"Eemm Iyah." jawab Elmeera.
"Aku minta maaf soal kejadian malam itu?" ucap Rey.
"Aku tak mau membahas nya,aku mohon jangan bahas lagi soal itu." Elmeera terlihat canggung.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu tak mau membahas lagi soal itu,aku hanya masih merasa bersalah padamu,tapi aku janji untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan, walaupun aku tau kamu tak ingin membahas nya lagi." Rey menatap wajah Elmeera.