Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
25.Kontak Batin


__ADS_3

Almeera sangat terkejut,Dafi berkata seperti itu,ia pun terlihat bingung harus bagaimana.


"Ken,kamu ke Tante Sofi dulu yah,minta tolong ambilkan makan siang mu yang ada di dalam di tas, setelah itu kamu makan sendiri yah sayang,mama mau mengobrol sebentar sama om Dafi,oke!" ucap Almeera.


"Baik bunda." Kendra pun langsung berlari masuk ke dalam butik,ia menghampiri Sofi yang sedang duduk di bagian kasir.


"Kenapa kau berkata seperti itu pada Ken, padahal kau tau bukan, Ken terlihat sangat bahagia dengan perkataan mu tadi, seharusnya kau tidak perlu mengatakan itu,aku tidak mau Ken berharap lebih dan aku juga tak ingin jika ada kesalahpahaman antara kau dan calon istri mu,aku hanya tak ingin semua orang salah paham, termasuk calon istri mu itu." Almeera merasa kecewa dengan ucapan Dafi.


"Aku tidak bermaksud apa-apa,aku hanya ingin melihat Ken senang,apalagi dia sepertinya sangat membutuhkan sosok seorang ayah." Dafi menjelaskan.


"Aku tau,kau tidak bermaksud apa-apa,tapi aku hanya tak ingin dengan kau menyebutkan kau bisa menjadi sosok ayah baginya,itu akan membuatnya jadi bergantung padamu,sedangkan kau bukan siapa-siapa dan kau juga sebentar lagi akan menikah." Almeera sangat tidak senang.


"Maafkan aku,jika memang ucapan ku membuat mu keberatan,tapi asal kau tau,aku sangat tulus menyayangi Ken,dan walaupun aku bukan siapa-siapa yang seperti kau ucapkan itu,aku merasa nyaman saat bisa bermain dengan nya." Dafi menjelaskan.


"Kau tau sendiri kan,kalau Ken itu putraku, bahkan aku selalu menjadi cemoohan orang lain, karena status ku yang tak bersuami,aku hanya tidak ingin ada gosip baru lagi yang mengatakan kalau aku perebutan calon suami orang,aku harap kau bisa mengerti." Almeera menatap Dafi.


"Aku mengerti,maafkan aku jika membuat mu tersinggung,aku tak tau jika kau begitu di perhatikan oleh orang,dan aku lupa jika kau adalah seseorang yang sangat terkenal." Dafi menyesal atas perkataan nya.


Almeera menghembuskan nafasnya. "Aku memaafkan mu,dan maafkan aku,jika aku terlalu keras padamu,aku hanya tidak ingin ada kesalahpahaman, walaupun sebenarnya aku juga senang jika Ken mempunyai teman baru seperti mu." ucap Almeera.


"Tapi, apakah aku masih boleh bertemu dengan Ken?" tanya Dafi.


"Tentu saja,aku tidak sekejam yang kau pikirkan." ucap Almeera.


("Aku tidak pernah berpikir jika kau kejam,kau hanya melindungi anak mu dan nama baik mu dirimu, walaupun mungkin status mu sudah jelek di mata orang lain,aku paham itu.") batin Dafi.


"Eemm, apakah aku boleh meminta nomor ponselmu?" tanya Dafi.

__ADS_1


"Eemm,lebih baik kau berikan nomor mu,ke pada Sofi." ucap Almeera,ia tidak ingin terlihat murah di depan laki laki, apalagi dia sudah memiliki calon istri.


"Baiklah." Dafi pun berjalan ke dalam toko,ia ingin memberikan nomor nya pada Sofi, meninggalkan Almeera yang masih di depan.


("Sebenarnya apa yang dia inginkan dari putraku,aku tak mengerti,tapi dia sepertinya memang sangat tulus menyayangi Ken,aku jadi bingung harus bagaimana menghadapi nya.") batin Almeera.


Pada saat Dafi ke dalam, ternyata ia melihat Ken,sedang makan ditemani oleh Sofi di sebelah nya,Dafi pun langsung menghampiri nya.


"Ini kartu namaku,jika nanti Almeera meminta nomor ku,tolong kasih nomor yang tertera di sini, sepertinya dia tidak mau menerima nya secara langsung,dan aku sangat menghargai itu." ucap Dafi.


"Baik mas,saya simpan dulu ini di laci,takut hilang soalnya." ucap Sofi.


"Silahkan." Dafi pun langsung melihat ke arah Ken.


"Ken,om pulang dulu yah, sebentar lagi juga sore,jadi pasti Ken nanti juga pulang sama bunda." Dafi berjongkok agar posisi nya sejajar dengan Kendra.


"Begini saja,nanti om main lagi kesini yah,tapi sekarang om ada urusan lain,jadi nggak apa apa kan kalau om pulang?" Dafi memberikan pengertian.


"Baiklah kalau begitu Ken izinkan om baik pulang,soalnya kata bunda,kita tidak boleh mengganggu urusan orang lain,karena itu tidak sopan,om baik kan sedang ada urusan lain,jadi om boleh pulang." Ken menatap wajah Dafi.


"Anak pintar, bunda mu memang sangat pintar mendidik mu." Dafi mengelus rambut Kendra.


"Hati hati di jalan yah om baik!" ucap Kendra.


"Iyah sayang." Dafi pun langsung berjalan keluar.


Saat Dafi ingin keluar,ternyata Almeera sudah ada di depan pintu, mereka pun berpapasan di sana,Dafi menatap wajah cantik Almeera.

__ADS_1


"Aku pulang dulu, terimakasih sudah mengizinkan ku untuk bermain dengan putra mu." Dafi pamit.


Namun Almeera tidak menjawab,ia hanya mengangguk,Dafi pun langsung berjalan meninggalkan Almeera yang memperhatikan nya dari belakang.


("Aku masih penasaran sebenarnya kau siapa?,kenapa dengan mudah nya kamu bisa masuk ke dalam dunia Ken, sedangkan Ken tidak pernah sedekat ini dengan seseorang,kecuali aku dan orang tua ku.") batin Almeera.


Almeera pun langsung menghampiri Kendra,yang sepertinya sudah selesai makan. "Wah,Anak bunda makanya pintar,sudah habis." Almeera tersenyum ke arah Kendra.


"Iyah dong bunda,Ken lagi bahagia sekali, makanya Ken makan dengan lahap,bunda mau tau nggak kenapa?" tanya Kendra.


"Kenapa?" Almeera mendekat kan wajahnya.


"Supaya Ken banyak tenaga saat bermain lagi bersama om baik,Ken sangat senang bermain dengan om baik, pokonya Ken boleh kan main lagi nanti?" Ken sangat bersemangat.


"Iyah sayang boleh." Almeera pura pura tersenyum.


("Bukan hanya Dafi yang ingin bisa bermain lagi deng Ken,tapi juga Ken nya sendiri yang meminta nya,kalau sudah begini aku harus bagaimana,tidak mungkin kan kalau aku bergantung pada orang lain. demi kebahagiaan Ken,apalagi Dafi akan menikah sebentar lagi dengan calon istrinya,aku tak mau kalau sampai dia salah paham.") batin Almeera.


"Eemm bunda,apa momy sudah sampai di Paris?" tanya Kendra.


Walaupun Kendra masih kecewa dengan Elmeera, tapi mungkin ikatan batin di antara mereka tidak akan bisa tergantikan,karena akan selalu ada ikatan di hati keduanya, walaupun sama sama saling menutupi.


"Eemm bunda kurang tau sayang,kalau begitu bunda telepon dulu yah." Almeera langsung mengambil ponselnya,di dalam saku nya.


Tut...Tut..Tut..


Almeera beberapa kali mencoba untuk menelpon Elmeera,tapi tidak juga di angkat oleh nya,tapi Almeera berpikir sepertinya dia sudah sampai, soalnya ponselnya aktif,kalau dia masih di pesawat,pasti handphone nya di matikan.

__ADS_1


__ADS_2