
"Hahaha,aku memang laki laki b***h,bisa bisa nya aku pasrah saja dengan pernikahan ini, sementara pikiran ku pokus pada wanita lain,bukan pada calon istri ku." Dafi mentertawakan diri nya sendiri,ia sadar jika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa,selain dari hanya pasrah dengan keadaan.
***
Sementara di tempat lain, terlihat seorang pria sedang duduk santai sambil menyesap kopi di sebuah kamar hotel.
Entah kenapa akhir akhir ini, pikiran nya tak bisa lepas dari seorang wanita yang beberapa hari terakhir cukup dekat dengan nya.
"Entah aku harus bagaimana,namun sepertinya pikiran ku penuh dengan bayangan bayangan tentang mu,aku harus mendapatkan mu, walau dengan cara apapun." batin pria tersebut.
Yah,pria tersebut adalah Reymond, yang biasa akrab di sapa dengan sebutan Rey,saat pertemuan dengan Elmeera sejak itu,kini ia tak melupakannya, apalagi saat ini,Elmeera mau untuk menjalani hubungan dekat dengan nya.
Saat ia sedang asyik senyum senyum sendiri sambil membayangkan Elmeera, tiba-tiba ponselnya berdering, dengan sedikit kesal ia pun langsung mengangkat nya.
"Halo,ada apa mah?" Rey memulai pembicaraan.
"Papa kapan pulang?,bukankah dua minggu lagi Dafi akan segera menikah,papa cepatlah pulang,jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan." ucap wanita di balik telpon, yaitu istrinya.
Yah, Reymond adalah suami Risti,yang berati dia ayah dari Dafi,namun saat ini,dia sedang mendapat Pekerjaan di luar negeri,namun tanpa di sengaja,ia bertemu dengan Elmeera di sana,dan tiba-tiba ia tertarik padanya.
Reymond jelas tak tau,jika ternyata wanita yang kini menjadi kekasihnya itu,pernah tidur dengan anak nya,bahkan dari kejadian itu mereka telah di anugrahi seorang anak yang Elmeera sembunyikan identitas nya.
"Papa masih belum selesai mengerjakan bisnis di sini mah,nanti kalau sudah selesai,papa pasti pulang." ucap Rey.
"Tapi papa janji yah,pulang lebih awal sebelum Dafi menikah,mama kan nggak enak kalau papa nggak ada pas Dafi menikah." ucap Risti.
"Iyah mah,pasti papa usahain,papa juga paham kok,nggak mungkin papa nggak pulang,saat putra ku satu satu nya menikah." ucap Rey.
__ADS_1
"Baguslah kalau papa paham,eemm papa sedang apa sekarang, kayaknya papa sibuk banget yah di sana, sampai sampai jarang sekali hubungi mama?" tanya Risti.
"I-iyah mah,papa sibuk banget di sini." Rey sedikit gugup menjawab pertanyaan istri nya.
"Ya udah,papa pasti capek sekarang,kalau gitu papa istirahat yah,bye pah,love you!" ucap Risti.
"I-iyah mah,love you too." Rey terlihat gugup,ia pun langsung mematikan telponnya.
"Eemm kalau nanti aku pulang ke Indonesia, bagaimana dengan hubungan ku dengan Elmeera,apa aku ajak aja dia,toh kita juga berasal dari negara yang sama bukan,dia pasti mau jika aku ajak,tapi bagaimana setelah di sana,ah gimana nanti saja, yang penting untuk saat ini aku nggak bisa jauh jauh dari dia, urusan Risti biar nanti saja aku urus,di kasih uang banyak juga dia pasti akan diam." gumam Rey,dia tau betul bagaimana karakter istri nya.
Yah walaupun Risti memang haus akan uang,namun ia tak tau apa yang akan terjadi jika ia tahu suaminya berselingkuh dengan wanita yang bahkan jauh lebih muda dari nya.
Risti memang wanita yang gila akan kemewahan,tapi dia juga menjunjung tinggi soal harga diri nya,ia selalu menjaga image di sekitar nya,dan ia sangat tidak suka jika nama baik nya atau keluarga nya di cap buruk oleh orang lain.
Setelah memikirkan sesuatu yang membuat nya bingung,ia pun baru teringat jika ia ada janji dengan Elmeera,ia mengajak Elmeera untuk bertemu dengan nya.
Awalnya Rey mengajak Elmeera untuk makan malam di restoran,namun karena Elmeera capek karena habis pemotretan, akhirnya mereka berencana untuk bertemu di apartemen Elmeera dan akan memesan makanan dari restoran ternama.
Karena sepertinya sudah waktunya untuk berangkat,Rey pun langsung siap siap dan berangkat menggunakan mobil nya,kali ini ia tak di temani oleh asisten nya,karena ia ingin sendirian ke tempat Elmeera.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit,kini Rey pun sampai di depan apartemen milik Elmeera, mengetahui Rey sudah ada di depan, Elmeera pun langsung membukakan pintu untuk nya.
"Good night sayang?" ucap Rey.
"Good night too,tuan Rey." jawab Elmeera.
"Hmm, apakah kamu akan memanggil ku dengan sebutan itu terus?" Rey menghembuskan nafasnya.
__ADS_1
"Good night too sayang." ucap Elmeera, sepertinya kini ia tak malu malu lagi setelah hubungan nya semakin dekat dengan kekasih nya ini.
"Aku menyukainya,hehehe." Rey tersenyum lebar.
"Masuklah, makanan nya sudah tertata rapi di dalam!" ucap Elmeera.
Tanpa pikir panjang,Rey pun langsung masuk ke dalam apartemen nya,dan ternyata benar, makanan nya sudah tersusun rapi di sebuah tempat yang sudah di sediakan oleh Elmeera.
Elmeera sengaja menghias tempat tersebut sehingga terlihat seperti dinner romantis di sebuah ruangan private yang mewah.
Bukan hanya makanan yang tersaji,namun juga terdapat lilin lilin kecil yang menghiasi tempat tersebut, membuat suasananya menjadi lebih romantis.
"Waw,ini kamu yang buat?" tanya Rey,ia begitu terkejut melihat nya.
"No,aku menyuruh asisten ku untuk membuat semua ini,kamu nggak keberatan kan, yang paling penting kan ini khusus untuk kita, dinner with you." ucap Elmeera ragu.
"No sayang,aku sama sekali tidak keberatan,aku tau kamu pasti lelah hari ini,tapi aku sangat menghargai itu,dan aku sangat menyukai semua ini, terimakasih sayang,ini lebih indah dari pada restoran di luaran sana, apalagi malam ini aku makan dengan wanita yang sangat cantik,jadi akan lebih indah,hehehe." Rey terkekeh.
"Hmm kau memang jago menggombal,ayo kita duduk!" ucap Elmeera.
"Oh oke." Rey tersenyum,ia pun langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Kini mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah tersaji,saat sedang makan,Rey tak henti hentinya menatap wajah cantik Elmeera,ia benar-benar terpesona dengan kecantikan kekasihnya itu.
"Kenapa menatap ku seperti itu?" Elmeera tersipu malu, karena Rey terus menatap nya.
"Aku seperti melihat bidadari di depan ku, makanya aku nggak bisa berhenti menatap nya,dia sangat cantik." ucap Rey sambil tersenyum.
__ADS_1
"Nggak bosan,gombal terus?." Elmeera tersipu malu.
Karena terlalu gemas melihat ekspresi wajah Elmeera yang tersipu malu, Rey pun menggeser kursi nya agar posisinya bisa lebih dekat dengan Elmeera.