Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
31.Isak Tangis Kendra


__ADS_3

Sedangkan Almeera,ia melihat kepergian mobil Edward, setelah mobil tersebut melaju cukup jauh,ia pun langsung kembali lagi ke kamar nya.


Saat masuk ke dalam kamar, Almeera melihat Kendra,namun ternyata matanya terbuka, Almeera pun langsung menghampiri nya.


"Sayang, Ken sudah bangun nak?" ucap Almeera.


Ken tidak menjawab,ia hanya melihat ke arah Almeera yang sedang memandangi nya.


("Ada apa dengan Ken, sepertinya ada yang sedang ia pikirkan,tak biasanya Ken seperti ini,bahkan tadi dia baik baik saja,dia masih bermain bersama papa.") batin Almeera.


"Bunda..." panggil Ken dengan lirih.


"Iyah sayang." Almeera membuyarkan lamunan nya saat Ken memanggil nya.


"Kenapa momy tidak menginginkan Ken lahir ke dunia ini?" Kendra meneteskan air matanya.


Almeera tersentak mendengar pertanyaan Kendra,ia tak menyangka Kendra bisa bertanya seperti itu.


("Apa Ken mendengar obrolan ku dengan mama dan papa tadi? sepertinya memang begitu,aku sepertinya salah sudah berkata seperti tadi,aku pikir Ken sudah tidur karena dia tidak kembali lagi.") batin Almeera.


"Sayang,kamu tidak boleh berkata seperti itu yah nak." Almeera memeluk Kendra,ia tak bisa menahan tangisnya ketika melihat Kendra seperti ini.


Kendra yang terlihat selalu ceria,kini harus sesedih ini,itu sangat membuat nya merasa bersalah karena sudah membuat nya bersedih dengan obrolan nya tadi.


"Ken,bukan anak nakal kan bunda,tapi kenapa momy sangat membenci Ken, apa salah Ken bunda? hiks hiks hiks." Kendra menangis sesenggukan.


"Ken,tidak salah apa apa sayang,momy hanya membenci keadaan,bukan membenci Ken." ucap Almeera.


"Tapi,kenapa momy menitipkan Ken sama bunda, padahal anak anak yang lain,dia di rawat oleh ibu kandung nya." Kendra mengungkapkan semua perasaan yang mengganjal di hati nya.


"Sayang kamu lihat bunda,Ken sayang kan sama bunda,Ken juga tidak menyesal kan kalau harus di rawat sama bunda?" tanya Almeera,ia menatap mata Kendra.


"Iyah bunda,Ken sayang sama bunda." ucap kendra.


"Kalau Ken sayang sama bunda,Ken tidak perlu bertanya lagi tentang ini yah,bunda janji, walaupun Ken harus di rawat sama bunda Sampai besar nanti,tapi bunda akan selalu membuat Ken bahagia." Almeera memeluk Kendra.

__ADS_1


"Iyah bunda,maafkan Ken,sudah membuat bunda menangis, Ken tidak mau melihat bunda menangis lagi." Kendra mengusap air mata di pipi Almeera.


"Iyah sayang." Almeera memegang tangan mungil Kendra kemudian ia mencium nya. "Terimakasih sudah menjadi anak yang baik untuk bunda." Almeera memeluk Kendra.


("Maafkan bunda sayang,bunda juga tak tau alasannya,tapi, yang jelas,momy mu ingin mencapai cita-cita nya, sehingga ia tidak bisa mengakui mu sebagai anaknya,aku harap kamu bisa memahami nya.") batin Almeera.


Beberapa saat kemudian,Kendra pun langsung tidur di pelukan sang bunda,Ken merasakan ketenangan saat Almeera memeluk nya,ia sangat merasa di sayangi oleh wanita tersebut walaupun bukan ibu kandungnya sendiri.


***


Sementara di tempat lain,Dafi melihat mama nya yang sedang termenung sendiri di ruang tamu,ia pun langsung menghampirinya.


"Mama sedang apa di sini?" tanya Dafi.


"Mama sedang menunggu papa pulang,tapi mama malah dapat kabar kalau papa pergi ke luar negeri tadi sore." Risti menghembuskan nafasnya.


"Kenapa papa mengabari nya sekarang mah,kenapa tidak memberitahu mama saat akan berangkat?" tanya Dafi.


"Entahlah,tapi memang akhir akhir ini,papa sangat sibuk bahkan mama jarang bertemu dengan nya, sekarang dia malah ke Paris, padahal mama ingin mendiskusikan pernikahan kamu dengan Luna,dia sendiri kan yang memiliki ide perjodohan ini." ucap Risti.


"Tidak bisa, semua persiapan tinggal tiga puluh persen lagi,jadi kamu jangan buat mama sama papa kecewa." ucap Risti,ia pun langsung berdiri,lalu meninggalkan Dafi yang masih duduk di sofa.


("Hmm sepertinya pernikahan ini memang harus terjadi,aku tak tau bagaimana nantinya,tapi aku benar-benar tidak bisa menerima Luna menjadi istri ku,aku memang menyayangi nya,tapi hanya sebatas adik,tidak lebih dari itu.") batin Dafi.


***


Sementara di tempat lain, Elmeera baru saja selesai pemotretan,saat ia keluar dari sebuah gedung,ia tak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang tidak ia Kenal.


"Sorry sorry,." ucap pria tersebut.


("Wanita ini sangat cantik sekali,dia masih sangat muda,aku sangat menyukai wanita seperti ini.") batin pria tersebut.


"Tidak apa-apa,aku juga yang salah karena,tidak terlalu fokus." ucap Elmeera.


"Ternyata kau bisa berbahasa Indonesia?" tanya pria tersebut.

__ADS_1


"Yah,aku memang berasal dari Indonesia,anda juga sepertinya begitu?" tanya Elmeera.


"Iyah,eemm Bagaimana,kalau kita makan bersama,untuk menebus kesalahanku,apa kau bersedia,anggap saja sebagai perkenalan kita." ucap pria tersebut.


("Eemm sepertinya boleh juga, walaupun pria ini mungkin umurnya jauh di atas ku,tapi dia masih terlihat muda dan juga masih terlihat modis,pasti dia bukan orang sembarangan, Sampai sampai ia bisa ada di sini.") batin Elmeera.


"Eemm kebetulan pekerjaan ku sudah selesai,jadi tidak ada salahnya aku menerima tawaran mu." ucap Elmeera.


"Baiklah,mari ikut ke mobil ku,kita mencari restoran yang mewah di sekitar sini." ucap pria tersebut.


"Eemm sebentar!" Elmeera melihat ke arah asisten nya. "Ros,kamu bisa pulang ke apartemen duluan,aku mau makan dulu bersama nya!" ucap Elmeera.


"Oke sis." ucap Rosa yang langsung berjalan ke arah mobilnya.


"Baiklah,ayo nona." pria tersebut mempersilakan Elmeera untuk berjalan terlebih dahulu.


Saat di dalam mobil,pria tersebut tak henti-hentinya memandangi wajah Elmeera,ia begitu terpesona melihat kecantikan wanita yang berada di sampingnya itu.


"Oh Iyah,saya hampir lupa,siapa namu nona?" tanya pria tersebut.


"Panggil saja El,tuan sendiri?" tanya Elmeera.


"Saya Rey." ucap pria tersebut sambil tersenyum.


"Oh,tuan Rey,nama yang bagus." ucap Elmeera.


"Eemm,kau berasal dari kota mana?" tanya Rey.


"Aku dari Jakarta." jawab Elmeera.


"Wah ternyata kita tinggal di kota yang sama,saya juga dari Jakarta,lalu pekerjaan mu apa nona El,kau tampak nya sangat bersinar." ucap Rey.


"Aku seorang model,tapi aku memutuskan untuk tinggal di sini,dan pulang kalau ada pekerjaan saja di sana." ucap Elmeera.


"Waw, sepertinya kau model yang sangat berbakat,bodohnya,aku tidak tau kalau ada model secantik ini yang berasal dari Jakarta,hmm sepertinya aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku." ucap Rey.

__ADS_1


"Sepertinya begitu tuan,karena jarang sekali orang yang tidak mengenaliku." ucap Elmeera dengan santai.


__ADS_2