
"Yang benar bunda?" Kendra terlihat sangat senang.
"Iyah bawel." Almeera mencubit pipi tembem Kendra,ia gemas dengan putranya itu.
"Ya udah sekarang kamu main di depan,bunda mau masak buat makan malam nanti." Almeera mengusap kepala Kendra.
"Iyah bunda, ayo!" Kendra menarik tangan Almeera.
Saat mereka baru saja keluar, tiba-tiba Oma Tri dan juga Opa Candra datang, sepertinya mereka baru saja sampai di rumah,Mereka pun pasti tidak mengetahui kalau Elmeera pulang.
"Kenapa tangan bunda nya di tarik tarik Ken?" Oma duduk di sofa sambil menyimpan tas di samping nya.
"Ken mau bantu bunda masak Oma,Iyah kan bunda?" tanya Kendra.
"Iyah boleh." kemudian Almeera melihat ke arah orang tuanya. "Elmeera pulang mah,pah." ucap Almeera.
"Tumben sekali,di mana dia sekarang?" tanya Opa Candra.
"Lagi istirahat di kamar nya pah." ucap Almeera.
"Ya sudah biarkan dia istirahat dulu,mama sama papa juga mau istirahat sebentar,kamu nggak papa kan masak sendiri dulu?" ucap Oma Tri.
"Nggak papa mah." Almeera tersenyum.
"Oh Iyah Al,lebih baik kita cari asisten rumah tangga saja,biar kamu nggak terlalu cape ngurusin semuanya,kita semua juga pada sibuk kan, apalagi kamu mungkin lebih capek karena harus ngurus Ken juga." ucap Opa Candra.
"Iyah pah,nanti Al cari,siapa tau ada yang cocok." ucap Almeera,ia pun langsung ke dapur bersama Kendra.
***
Sementara di tempat lain, terlihat Rey baru saja bangun dari tidurnya,ia membuka matanya perlahan, ternyata jam dinding sudah menunjukkan pukul empat sore,Rey pun langsung bangun dari posisi tidurnya.
("Kenapa tiba-tiba aku kangen sama El yah,eemm sepertinya nanti malam aku harus menemui nya,aku benar benar tak bisa jauh jauh dari wanita itu,dia sangat membuat ku candu.") batin Rey.
Rey pun menggaruk tengkuknya sambil tersenyum sendiri, setelah itu ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan diri,Rey pun berniat untuk keluar dari kamarnya,selain dari ia ingin menemui Dafi karena tadi belum sempat ketemu,ia juga merasa perutnya sedikit lapar setelah bangun tidur.
"Eh papa udah bangun." Risti yang sedang duduk sambil menonton TV pun menyapa Rey.
"Dafi mana mah?" tanya Rey.
"Masih di kamar,eem mau mama panggil kan?" tanya Risti.
"Nggak usah,papa aja yang ke kamar,mama tolong buatkan papa makanan yah!" ucap Rey.
"Iyah pah,kalau gitu mama masakin dulu sebentar." Risti pun langsung berjalan ke dapur, sementara Rey berjalan ke arah kamar Dafi.
Tok...tok...tok...
Tanpa menunggu lama, pintu pun terbuka. "Papa..." ucap Dafi pelan.
"Kamu sehat nak?" Rey memeluk Dafi.
"Dafi sehat pah,ayo masuk!" Dafi melepaskan pelukannya.
"Bagaimana,kamu seneng kan karena besok hari pernikahanmu?" Rey menepuk pundak Dafi.
"Sepertinya Dafi tidak usah menjawab pah,papa maupun mama sudah tau apa yang Dafi rasakan bukan?" Dafi malah menjawab dengan pertanyaan lagi.
Rey menghembuskan nafasnya. "Rey,Luna itu wanita yang sangat baik,cerdas, berpendidikan dan juga cantik, semua yang pria inginkan ada pada nya." ucap Rey.
"Rey tau pah, tapi bukankah cinta tak memiliki alasan? hanya cinta yang kurang di antara itu semua, walaupun mungkin Luna mencintai ku,tapi Dafi nggak pah, sampai saat ini Dafi masih menganggap Luna sebagai adik Dafi,Dan terus akan seperti itu." ucap Dafi.
("Dafi terus saja menutup hatinya walaupun pernikahan mereka tinggal besok,kenapa aku tidak yakin Dafi akan bahagia,hmm tapi sepertinya aku tak bisa berbuat apa-apa,aku hanya semoga berharap semoga Dafi pelan pelan bisa membuka hati nya untuk Luna.") batin Rey.
"Hmm ya sudahlah jangan di bahas lagi." ucap Rey,ia pun tak bisa mengatakan apa pun lagi.
"Papa mau tinggal lama di sini? atau bagaimana?" tanya Dafi,ia pun malas membahas pernikahan nya dengan Luna.
"Papa belum bisa memastikan, walaupun perusahaan papa sudah kamu handle di sini,tapi papa juga harus mengecek kondisi perusahaan papa di cabang lain nya,di luar kota." ucap Rey.
__ADS_1
"Pah, makanan nya sudah siap!" ucap Risti,ia berdiri di depan pintu kamar Dafi yang terbuka.
"Iyah mah nanti papa nyusul." ucap Rey.
"Ajak Dafi sekalian,dia juga belum makan dari tadi." ucap Risti.
"Iyah." jawab Rey.
***
Malam hari
Elmeera mendapatkan pesan chat dari Rey,entah kenapa itu membuat nya senyum senyum sendiri, Elmeera akan menemui Rey di sebuah hotel yang sudah di pesan oleh Rey.
"Ros,malam ini aku ada janji sama Rey,kamu mau ikut atau bagaimana?" tanya Elmeera.
"Hmm daripada aku jadi obat nyamuk,mending aku keluar aja,temu kangen sama teman teman ku di indo." ucap Rosa.
"Ya sudah terserah kamu saja, sekarang aku mau siap siap dulu." ucap Elmeera,ia langsung ganti baju,karena ia sudah mandi tadi.
Setelah ganti baju, mereka pun langsung keluar dari kamar,tadi sore Elmeera sudah sempat bertemu dengan orang tua nya, walaupun cuma sekedar menyapa,tapi itu sudah menjadi kebiasaan untuk nya.
Semenjak Elmeera jarang pulang ke rumah,ia dan orang tua nya menjadi sedikit asing,tidak dekat seperti dulu,itu pun karena Elmeera yang terlalu cuek pada keluarga nya.
"El,ayo makan malam bersama!" Almeera melihat Elmeera keluar dari kamarnya.
"Aku sudah ada janji Al,jadi sepertinya aku mau makan di luar saja,eemm dan juga malam ini aku tidak pulang,aku akan menginap di luar." jawab Elmeera.
"Loh kenapa, padahal kamu kan baru pulang,apa tidak sebaiknya kamu kualiti time bersama keluarga dulu sebelum ke luar,apa kamu tidak kasian sama Ken,dia rindu sama kamu El." ucap Almeera.
"Nggak usah lah,lagian tadi udah ketemu dia juga kan,nggak usah ribet lah Al." Elmeera mendelik malas.
"Udah bunda,Ken nggak papa kok,jika momy mau pergi,pergi saja,Ken sama bunda aja di sini." ucap Kendra walaupun wajah nya sedikit kecewa.
"Tuh kan,Ken juga ngerti kan,kamu aja yang berlebihan,kalau gitu aku berangkat yah,nggak usah nunggu aku,kunci saja pintu rumah nya nanti, soalnya Rosa juga akan menginap di luar." ucap Elmeera,tanpa menunggu jawaban Almeera ia pun langsung berjalan ke arah luar,karena taksi online yang dia pesan sudah menunggu.
__ADS_1
Almeera melihat raut wajah Kendra, sepertinya ada kekecewaan yang mendalam yang ia rasakan saat melihat kepergian Elmeera.