Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
57.Acara Pernikahan


__ADS_3

Elmeera masih termenung,entah kenapa ia malah teringat saat kejadian lima tahun silam,dan ia pun jadi teringat bahwa saat itu Dafi pernah menemuinya saat ia pergi ke sebuah acara.


("Aku tak menyangka itu kamu Daf,hmm ternyata dunia memang sempit.") batin Elmeera.


Beberapa saat kemudian, MC pernikahan pun memberi tahu jika mempelai pria sudah tiba di depan gedung, dengan begitu para tamu undangan pun langsung menyambut mereka di tempat yang sudah di sediakan.


Dafi di gandeng oleh kedua orang tuanya menuju tempat pelaminan,dimana Luna sedang berdiri sambil memegang sebuah bunga untuk menyambut calon suami.


Mata Elmeera tertuju pada seorang pria yang sedang menggandeng Dafi,yah dia adalah Rey, kekasih hati nya, Elmeera tak menyangka dengan apa yang sedang ia lihat,jika ternyata Rey adalah ayah dari Dafi.


Elmeera mundur karena saking terkejutnya, sehingga tanpa di sadari ia akan terjatuh,untung saja, Almeera sigap menangkap tubuh Elmeera.


"Kamu kenapa El?" tanya Almeera heran, melihat saudara kembarnya.


"A-aku mau pulang Al,aku pulang duluan yah!" ucap Elmeera,ia langsung bergegas pergi dari sana,ia sungguh sangat kecewa dengan kebenaran yang baru saja ia ketahui.

__ADS_1


("El kenapa sih,apa ada sesuatu yang terjadi?") batin Almeera, ketika ia melihat Elmeera pergi dari sana.


Sementara itu, Almeera melihat kedua calon pengantin yang akan segera melakukan ijab qobul sudah bersiap di tempat yang sudah di sediakan.


"Bunda,kenapa om baik, menikah sama orang lain, bukan kah om Dafi mau jadi ayah Ken?" ucap Kendra tiba-tiba saat melihat Dafi sedang berdampingan dengan Luna.


"Kita bahas ini nanti di rumah yah sayang, sekarang kita nikmatin saja acara nya yah!" ucap Almeera sambil melihat kanan kiri,ia sangat takut orang orang mendengar perkataan Kendra.


Sah


Kini acara ijab qobul telah selesai,para tamu undangan pun mengucapkan selamat kepada kedua mempelai,tak terkecuali Almeera dan juga Kendra,kini giliran mereka yang akan bersalaman dengan pengantin baru tersebut.


"Selamat yah,semoga kalian bahagia!" ucap Almeera,ia mengulurkan tangannya pada Dafi.


Dafi tersentak melihat Almeera,ia pun membalas uluran tangannya. "Terimakasih." namun Dafi masih belum melepaskan tangannya.

__ADS_1


("Kenapa Dafi memegang tanganku seperti ini.") batin Almeera,ia mencoba untuk melepaskan tangannya,tapi Dafi memegang nya begitu kuat.


"Daf!" ucap Luna sambil berbisik,ia tak suka melihat Dafi memegang tangan Almeera terlalu lama, dengan begitu Dafi langsung melepaskan tangannya.


"Terimakasih sudah mau datang!" ucap Luna sambil tersenyum ke arah Almeera.


"I-iyah." jawab Almeera.


Mata Dafi tertuju pada Kendra yang sedang melihat ke arah nya, entah kenapa Kendra tak menyapanya sama sekali,ia hanya cemberut melihat Dafi.


"Hai Ken!" sapa Dafi,namun Kendra tidak menjawab,ia hanya cemberut sambil melipat kedua tangannya.


"Ken,kasih selamat sama om Dafi dan Tante Luna!" ucap Almeera,saat melihat ekspresi Kendra,ia merasa tidak enak saat Kendra bersikap seperti itu.


"Ken mau pulang bunda!" ucap Kendra,ia tak mendengar perkataan Almeera, justru ia malah berjalan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Maafin Ken yah,kalau begitu aku pulang dulu,sekali lagi selamat untuk kalian!" ucap Almeera,ia pun langsung bergegas pergi mengejar Kendra yang sudah berjalan jauh.


__ADS_2