Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
40.Butik Almeera


__ADS_3

"Bagaimana bunda? momy tidak menjawab yah, sepertinya momy sangat sibuk,dia selalu seperti ini?" Kendra menghembuskan nafasnya, sambil melihat ke arah Almeera yang masih menempel kan ponsel di telinganya.


"Sepertinya momy sudah tidur sayang,nggak papa kan kalau telponnya besok?" Almeera mencari alasan agar Kendra tidak terlalu kecewa.


"Nggak papa bunda,Ken sudah menduga nya,momy pasti tidak akan menjawab telponnya." ucap Ken, terlihat kecewa.


"Sini peluk bunda!" Almeera merentangkan tangannya,kemudian ia memeluk Kendra.


("Kasian sekali kamu sayang,bunda janji, walaupun momy kamu mengabaikan mu,bunda akan selalu menyayangi mu.") batin Almeera.


"Nah,lebih baik sekarang kita tidur yah,katanya besok Ken mau masuk sekolah,jadi, sekarang harus istirahat,supaya besok pagi badannya segar." ucap Almeera.


"Baik bunda." Ken pun menurut,ia membaringkan tubuhnya, sementara Almeera langsung menyelimuti nya.


***


Pagi Hari


Pagi ini,Kendra sudah rapi menggunakan seragam sekolah nya,kini ia sedang sarapan di meja makan,di temani oleh Oma dan juga Opa nya,karena Almeera masih belum keluar dari kamarnya.


"Ken,apa kamu sudah kuat untuk masuk sekolah,jika memang masih belum,lebih baik kamu di rumah aja sama Oma?" tanya Oma Tri.


"Ken udah sembuh Oma,Ken anak yang kuat." Ken tersenyum sambil memperlihatkan otot tangan nya.


"Hmm cucu Oma ini memang hebat." Oma Tri sangat bangga terhadap cucu nya itu.


Sementara, Opa Candra yang melihatnya hanya tersenyum. "Hari ini biar Opa dan Oma yang mengantar kamu ke sekolah." ucap nya.


"Memang nya Opa tidak bekerja?" tanya Kendra heran,karena biasanya Opa Candra berangkat ke kantor pagi pagi.


"Opa kerja sayang,tapi sebelum berangkat,nanti Opa antar kalian dulu ke sekolah." ucap nya.


"Memang nya bunda mau kemana Opa,kenapa tidak mengantar Ken hari ini?" tanya Kendra penasaran.


"Bunda ada urusan di butik,dan harus berangkat pagi pagi,kamu nggak papa kan sayang,di tungguin sama Oma di sekolah,nanti sepulang sekolah,kita jalan jalan ke mall, bagaimana?" ajak Oma.


"Ken mau Oma,Ken mau ke wahana permainan,boleh kan?" Kendra terlihat sangat senang.

__ADS_1


"Boleh sayang." ucap Oma mengusap kepala Kendra.


"Mah,nanti kamu sama Ken jangan naik taksi yah,biar nanti supir papa yang jemput ke sekolah!" ucap Opa Candra.


"Iyah pah." jawab Tri sambil tersenyum.


Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Almeera datang,ia sudah rapi menggunakan pakaian nya,hari ini Almeera terlihat sangat cantik menggunakan dress selutut berwarna merah muda, membuat kecantikan wajahnya semakin terpancar.


"Bunda cantik sekali hari ini." Ucap Kendra, ketika melihat Almeera.


"Aduh,anak bunda ini udah pinter merayu yah, belajar dari siapa sih?" Almeera gemas dengan perkataan putranya itu.


"Ken berkata jujur bunda,Ken tidak bohong." Kendra tersenyum lebar.


"Makasih sayang,Ken juga sangat tampan." Almeera tersenyum manis.


"Anak bunda." ucap nya membanggakan diri.


"Dasar." Almeera mengusap kepala Kendra. "Hari ini bunda tidak bisa mengantar kamu sekolah yah nak,nggak papa kan kalau di antar sama Oma?" tanya Almeera.


"Tidak apa apa bunda,bunda hati hati yah,karena hari ini,Ken nggak bisa jagain bunda,bunda semangat Kerja nya,oke?." ucap Kendra.


"Kamu hati hati bawa mobilnya Al." ucap Oma Tri.


"Iyah mah,Al berangkat dulu yah,pah,mah." Almeera pun menyalami keduanya.


Setelah berpamitan ia pun langsung berjalan ke luar,menuju ke arah mobilnya.


***


Sementara di tempat lain, nampak nya Luna sudah berada di rumah Dafi,ia duduk di ruang tamu menunggu Dafi keluar dari kamarnya.


"Dafi mana sih Tante,kok lama banget." ucap Luna,pada calon mertuanya.


"Mungkin Sebentar lagi,kamu tunggu yah." ucap Risti.


"Tapi Tante,aku udah nunggu dia hampir satu jam,tapi dia nggak keluar juga." ucap Luna, seperti nya dia sudah kesal.

__ADS_1


"Sebentar yah,Tante panggil lagi,tadi sepertinya dia sedang di kamar mandi." ucap Risti.


("Kalau aku yang ke kamar nya, Dafi pasti ngambek lagi,ya udah deh biar Tante Risti aja yang panggil.") batin Luna.


"Ya udah Tante,Luna tunggu di sini aja." ucap nya.


Risti pun langsung berjalan ke arah kamar Dafi, sebelum nya tadi dia sudah memberi tahu Dafi kalau Luna sudah menunggu,tapi sepertinya Dafi sengaja membuat Luna kesal.


Risti tidak mengetuk pintu karena pintu kamar nya terbuka,saat ia masuk ternyata Dafi dengan santai nya sedang duduk minum teh sambil memainkan ponselnya.


"Daf,itu loh,Luna sudah menunggu dari tadi,kamu malah santai santai di sini." ucap Risti.


"Biarin aja mah,lagian mau apa sih dia kesini." ucap Dafi dengan santai.


"Loh,kamu lupa, bukannya hari ini kalian mau mengambil baju pengantin di butik Almeera." Risti mengingat kan.


Mendengar nama butik Almeera, membuat Dafi merubah posisi duduknya,ia lupa kalau hari ini ia harus mengambil baju pengantin nya.


("Paling tidak aku bisa ketemu lagi sama Almeera hari ini, walaupun aku merasa sebal karena aku harus mengambil baju pengantin ku ke sana sama Luna,aduh,kenapa sih harus terjadi pernikahan ini.") batin Dafi.


Tanpa menjawab pertanyaan Risti,Dafi buru buru meneguk teh nya, setelah itu ia langsung keluar dari kamarnya.


"Dasar anak itu,tadi,aja cuek,eh sekarang malah semangat gitu." Risti hanya geleng-geleng melihat tingkah Dafi.


Dafi langsung berjalan ke arah Luna,di ikuti oleh Risti di belakang nya.


"Kamu abis ngapain aja sih Daf,lama banget di kamar?" tanya Luna sedikit kesal.


"Abis ngitung bulu kucing, kenapa emang?" ucap Dafi,ia langsung berjalan ke arah luar.


"Eh, tunggu Daf,kok aku di tinggal sih." Luna langsung mengejar Dafi yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Entah bagaimana sikap kalian setelah menikah nanti,hmm." Risti hanya geleng-geleng melihat sikap anak dan calon menantu nya itu.


Kini Dafi dan juga Luna sudah berada di dalam mobil,Dafi hanya diam dari tadi,Luna pun kesal karena ia merasa di acuhkan dari tadi, padahal hari ini,ia sudah berdandan dengan begitu cantik untuk memikat hati Dafi,namun sepertinya itu hanya sia-sia.


"Daf,kenapa kamu cuek banget sih?" tanya Luna karena ia sudah tak tahan lagi dengan sikap calon suaminya.

__ADS_1


"Terus kamu maunya gimana?" ucap Dafi dengan santai.


"Kamu bisa kan hargai aku sebagai calon istri kamu, seenggaknya kamu ajak ngobrol kek,bukan diem dieman kayak gini." ucap Luna.


__ADS_2