
"Momy lagi makeup, tunggu di depan aja yah!" ucap Rosa.
"Baik Tante." Kendra pun langsung kembali menghampiri Almeera di ruang tamu.
"Momy katanya lagi makeup bunda,eemm tapi apa benar momy akan ikut dengan kita,semalam kan momy tidak pulang,jadi kapan bunda mengajak momy?" tanya Kendra ragu.
*Flash back on*
Pagi pagi sekali,Elmeera pulang ke rumah,saat ia baru saja masuk, tiba-tiba Almeera sudah berada di ruang tamu,karena ia sengaja menunggu Elmeera sebelum Kendra bangun.
Namun, walaupun Elmeera tahu jika di sana ada Almeera,ia pun cuek dan berjalan ke arah kamar nya.
"El tunggu!" panggil Almeera,ia berdiri dari posisi duduknya.
Almeera pun langsung menghentikan langkahnya dengan melihat malas ke arah Almeera. "Ada apa?" tanya Elmeera.
"Kenapa kamu nggak jawab pesan ku?" Almeera menghampirinya.
"Aku sudah membacanya,kau tidak perlu khawatir,aku akan ikut dengan kalian." ucap Elmeera dengan datar.
"Sungguh?" Almeera sangat senang mendengar nya. "Terimakasih El,aku tau sebenarnya kau peduli dengan Ken." Almeera memeluk Elmeera.
Elmeera terkejut dengan apa yang Almeera lakukan,sudah sangat lama sekali,ia tak pernah lagi berpelukan dengan saudara kembarnya itu,ia merasa canggung, walaupun dalam hati kecilnya ia sangat merindukan momen seperti itu.
Elmeera hanya terdiam,ia tak membalas pelukan Almeera, tangan nya terasa berat untuk memeluk Almeera, walaupun ia ingin mengungkapkan kalau sebenarnya ia juga rindu.
Namun ternyata ego Elmeera terlalu tinggi,ia pun melepaskan pelukan Almeera. "Aku mau istirahat di kamar,ini masih terlalu pagi juga kan?" ucap Elmeera.
"I-iyah El." Almeera gugup.
("Aku tau El,sebenarnya kau sangat peduli dengan kami,namun ego mu terlalu tinggi,sehingga kau terlihat dingin.") batin Almeera.
*Flash back off*
"Momy pasti ikut sayang,bunda sudah mengajak momy tadi pagi." jawab Almeera sambil tersenyum.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Elmeera pun menghampiri keduanya,ia terlihat sangat cocok menggunakan gaun pesta yang sangat cantik,namun ia menutupi wajahnya dengan masker,karena ia tak ingin orang orang mengenali nya.
"Waw,momy sangat cantik,tapi kenapa memakai masker?" tanya Kendra.
Elmeera terdiam,ia pura pura tidak mendengar pertanyaan Kendra,ia malah mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Eemm momy kan orang terkenal sayang,jadi momy nggak boleh sembarangan menampakkan dirinya, enggak papa kan nak, yang penting Momy ikut sama kita?" ucap Almeera,ia menjawab pertanyaan Kendra dan memberi paham.
"Oh,biar nggak ketahuan wartawan yah bunda,dan juga biar orang orang tidak pada minta foto sama momy,nanti momy nya capek?" tanya Kendra.
"Iyah sayang,anak bunda memang pintar." Almeera mengusap kepala Kendra.
Elmeera terdiam,ia memperhatikan bagaimana cara Almeera memperlakukan putranya,entah kenapa ada rasa sesak di dada saat Almeera menyebut Kendra sebagai putra nya.
("Almeera memang mendidik Kendra dengan sangat baik,Kendra telah tumbuh jadi anak yang baik,cerdas, pintar,dan sangat bisa menghormati orang yang lebih besar dari nya.") batin Elmeera.
"Anak momy juga." ucap Kendra tiba-tiba.
Elmeera terkejut mendengar respon Kendra,ia jadi terlihat salah tingkah,saat Kendra ternyata menganggap nya sebagai ibu nya juga.
"Nggak sis,aku di rumah aja yah, kayaknya aku kurang tidur semalam,jadi aku istirahat aja yah." ucap Rosa.
"Ya udah." ucap Elmeera.
"Ayo kita berangkat,biar aku aja yang nyetir mobil nya!" Almeera berjalan sambil menuntun Kendra, sedangkan Elmeera mengikuti keduanya dari belakang.
"Kendra duduk di belakang aja yah sama momy!" Almeera membukakan pintu mobil belakang.
"Eemm Ken di depan aja sama bunda." ucap Kendra sambil melirik ke arah Elmeera yang terlihat cuek padanya.
"Ya udah." jawab Almeera,ia pun melirik ke arah Elmeera yang langsung naik ke dalam mobil.
Kini ketiganya sudah berada di dalam mobil, Almeera langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sepanjang perjalanan Kendra terus mengajak Almeera mengobrol,yah,Kendra memang sedang ada di masa di mana dia selalu penasaran dengan apa yang baru dia lihat, sehingga ketika melihat apa saja yang ia tidak tahu di jalan,ia langsung bertanya.
__ADS_1
Kendra sepertinya tidak bisa diam, sesekali mereka tertawa karena tingkah lucu Kendra, sedangkan Elmeera hanya terdiam di belakang,ia hanya bisa melihat dan mendengar tanpa ikut bercanda dengan Kendra.
("Kendra sangat super aktif, ternyata Al sangat pintar dalam mengurus Kendra, sepertinya sangat sulit jika aku menjadi Al, bahkan mungkin tidak bisa menjadi sepertinya.") batin Elmeera.
Beberapa saat kemudian, mobil yang mereka tumpangi pun sudah sampai di gedung pernikahan, ketiganya langsung turun dari mobil, Elmeera tetap menggunakan masker nya,ia hanya ingin menyembunyikan identitasnya.
Almeera menghembuskan nafas nya, kemudian ia melanjutkan langkahnya ketika di pintu masuk, sementara Kendra dan Elmeera melihat sekeliling,karena mereka masih bingung.
Sepertinya acara ijab kabul belum di lakukan, terlihat pengantin pria belum datang ke dalam gedung,namun terlihat Luna sudah duduk di kursi pelaminan sendirian.
Dekorasi gedung terlihat sangat Megah dan mewah dengan perpaduan warna gold dan putih,banyak sekali bunga bunga yang sangat cantik membuat suasana nya menjadi semakin indah.
"Al, sebaiknya aku pulang saja,tidak ada yang aku kenal satu pun di sini." ucap Elmeera.
"Loh, acaranya kan belum di mulai, tunggu sebentar yah." jawab Almeera.
Elmeera pun hanya terdiam, kemudian ia duduk di tempat yang sudah di sediakan.
"Bunda,Ken mau itu?" Kendra menunjuk stand eskrim yang ada di sana.
"Tapi Ken kan belum makan,nanti yah sayang." ucap Almeera.
"Ken tadi sudah makan roti bunda,jadi boleh kan?" Kendra sepertinya sangat menginginkan eskrim tersebut.
"Ya sudah,ayo!" sepertinya Almeera selalu kalah jika Kendra menginginkan sesuatu. "El,aku antar Ken ke sana dulu yah,kamu mau di ambil kan apa?" tanya Almeera.
"Nggak usah." ucap Elmeera sambil membenarkan masker nya.
"Tunggu sebentar yah!" Almeera langsung berjalan ke arah stand eskrim.
Sementara Elmeera kembali melihat sekeliling,saat ia melihat sebuah foto prewedding yang terpampang di sana,ia baru tersadar bahwa laki-laki yang ada di dalam foto tersebut adalah orang yang sudah merenggut kehormatan nya, Elmeera sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat.
"Dafi..." ucap Elmeera pelan.
Elmeera masih termenung,entah kenapa ia malah teringat saat kejadian lima tahun silam,dan ia pun jadi teringat bahwa saat itu Dafi pernah menemuinya saat ia pergi ke sebuah acara.
__ADS_1
("Aku tak menyangka itu kamu Daf,hmm ternyata dunia memang sempit.") batin Elmeera.