Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
22.Egois


__ADS_3

Elmeera menarik tubuh mungil Kendra,ia mencium nya dan memeluk nya,ia sangat menyayangi putra kandung nya itu, walaupun ia gengsi untuk mengungkapkan nya secara langsung.


("Anggap saja ini sebuah perpisahan untuk kita,aku akan memeluk mu seperti ini sebelum aku meninggalkan mu,ku yakin kau akan bisa lebih baik tanpa ku.") batin Elmeera.


Sementara di tempat lain, Almeera belum bisa memejamkan matanya,walau pun ia tahu Kendra sedang tidur bersama ibu kandung nya,tapi bagaimanapun ia sangat kepikiran,karena biasanya Kendra tidur di samping nya.


"Hmm kenapa mata ini sulit sekali untuk terpejam, padahal ini sudah sangat larut malam,eemm apa Kendra tidur nyenyak yah bersama El di sana." gumam Almeera.


Almeera pun mencoba untuk terus berusaha memejamkan matanya, walaupun nyatanya susah, sampai akhirnya ia bisa tertidur walaupun sesekali ia terbangun kembali.


***


Pagi Hari


Kendra baru saja bangun dari tidurnya,namun saat ia terbangun,ia sangat terkejut ketika Elmeera tidur sambil memeluk nya, Kendra pun tersenyum melihat momy nya yang sedang tertidur lelap.


("Momy,Ken sayang momy, walaupun mungkin momy akan meninggalkan Ken lagi,tapi Ken akan selalu berharap momy akan kembali lagi,Ken hanya ingin merasakan di sayang sama momy, walaupun jika harus memilih antara momy dan bunda,Ken lebih pilih bunda.") batin Kendra saat melihat wajah Elmeera.


Namun pada saat Ken sedang memandangi Elmeera, tiba-tiba Elmeera terbangun,ia langsung melepaskan pelukannya saat melihat Kendra terbangun.


"Kenapa momy?" tanya Kendra saat Elmeera langsung melepaskan pelukannya.


"Lebih baik kau kembali ke bunda mu,aku akan bersiap siap untuk berangkat ke Paris lagi." Elmeera langsung bangkit dari tidurnya.


"Apakah momy akan kembali lagi kesini nanti?" tanya Kendra.


"Tak tau,aku tak bisa memastikan nya." ucap Elmeera datar.


"Kenapa momy cepat sekali kembali ke sana?" tanya Kendra.

__ADS_1


"Urusan ku banyak di sana,anak kecil seperti mu tak akan paham, sudahlah aku mau ke kamar mandi,kau kembali ke kamar mu sana,bunda mu pasti sedang menunggu mu?." Elmeera turun dari tempat tidur,ia berjalan ke arah kamar mandi.


"Momy..." ucap Kendra pelan, Elmeera pun mengehentikan langkah nya.


"Kenapa momy tidak mau mengurusku dari aku bayi, apakah aku anak yang tidak di inginkan,lalu kenapa momy mau melahirkan Ken,jika momy tidak mau mengurus Ken?" Kendra memelankan suaranya.


Elmeera tersentak mendengar pertanyaan Ken,tanpa di sadari ia meneteskan air matanya,namun Elmeera tidak menjawab pertanyaan tersebut,ia langsung masuk ke dalam kamar mandi,dan menutup pintu nya kembali.


"Ken mengerti sekarang,mungkin memang momy tak menginginkan Ken." Kendra pun langsung turun dari tempat tidur,lalu ia keluar dari kamar tersebut.


Sementara di kamar mandi, Elmeera menangis terisak di balik pintu,ia tak menyangka anak sekecil itu, mempertanyakan hal seperti itu pada ibu kandung nya.


"Maafkan momy Ken,momy memang egois,kamu berhak mendapatkan kasih sayang dari orang yang benar benar baik, seperti Al,bukan wanita egois seperti momy." Elmeera meneteskan air matanya.


Sementara Kendra,ia berjalan gontai masuk ke dalam kamar bundanya,saat ia masuk, Almeera sepertinya baru selesai membersihkan dirinya, terlihat ia sedang duduk di depan cermin.


"Hei sayang,anak bunda udah bangun, bagaimana tidur sama momy,nyenyak?" Almeera berjongkok di depan Kendra.


Almeera yang melihat Kendra seperti itu pun merasa heran,ia pun langsung menghampiri putra nya tersebut.


"Sayang,kamu kenapa,ada yang mau Ken ceritakan sama bunda?" Almeera berkata dengan lembut.


"Bunda,boleh nggak,Ken tidur lagi Sebentar?" tanya Kendra.


"Loh kenapa tidur lagi, biasanya Ken selalu bersemangat saat bangun tidur,kenapa sekarang Ken terlihat lemas begini,apa momy El marahin Ken lagi?" tanya Almeera.


"Tidak bunda,Ken tidak apa apa,boleh kan?" tanya Ken memelankan suaranya.


"Eemm masih ada waktu dua jam lagi untuk berangkat sekolah,Ya udah boleh,bunda selimuti yah." ucap Almeera,Kendra pun mengangguk.

__ADS_1


("Aku tak tau apa yang terjadi,tapi sepertinya Almeera tidak memarahinya,tapi ada suatu hal yang membuat Ken kecewa, sehingga ia terlihat sedih seperti ini.") batin Almeera saat melihat Ken.


Almeera pun memeluk Ken dari belakang,ia berharap putranya itu bisa sedikit lebih tenang ketika mendapatkan pelukan darinya.


"Jika momy El ada salah,maafkan dia yah,bunda tidak tau kenapa Ken bersedih seperti ini,tapi apapun itu,bunda harap Ken bisa memaafkan momy,asal Ken tau,bunda saaaayang sekali sama Ken." ucap Almeera dengan lembut.


Kendra pun tak menjawab perkataan Almeera,dia tidak ingin bunda nya sedih jika dia menceritakan kesedihan nya,namun ia merasa nyaman saat bunda nya berkata seperti itu.


***


Kendra yang tidak semangat seperti biasanya pun sudah rapi menggunakan pakaian sekolah nya,saat ia sedang sarapan, tiba-tiba Elmeera keluar dari kamarnya bersama dengan asisten nya sudah rapi menggunakan pakaian nya dan juga membawa koper nya.


("Sepertinya momy mau berangkat sekarang.") batin Kendra.


Almeera,Kendra,Tri dan juga Candra sedang berada di meja makan, Elmeera yang baru saja keluar dari kamarnya pun langsung menghampiri mereka.


"Semuanya,aku pamit pergi yah, pekerjaan ku sudah selesai di sini,jadi aku mau kembali lagi ke Paris." ucap Elmeera.


"Kau hati hati di jalan,sering sering lah pulang,kau juga harus ingat kau masih punya keluarga di sini." ucap Candra.


"Aku tidak janji pah,tapi kalau memang aku ada pekerjaan lagi di sini aku pasti pulang." ucap Elmeera.


("Dia hanya mengutamakan pekerjaan nya,hmmm ternyata dia tidak pernah berubah,selalu egois,apa dia tidak ingat kalau dia meninggalkan anaknya,dan membebani adiknya sendiri.") batin Candra.


"Ya sudah,jaga dirimu baik baik." ucap tri,ia tak bisa melarang kepergian Elmeera.


"Ken,momy pergi dulu yah,kau baik baik bersama bunda mu." ucap Elmeera.


Namun Kendra tak menjawab nya,ia fokus pada roti yang sedang ia makan,entah dia tak mendengar atau sengaja,tapi sepertinya ia tak ingin terlalu berharap pada ibu kandungnya itu.

__ADS_1


"Ken,momy El sedang bicara sama kamu!." ucap Almeera memberi tahu Kendra.


"Ken juga denger bunda,biarkan saja momy pergi, walaupun Ken melarang nya,momy tetap akan pergi juga bukan." Ken berbicara tanpa menatap ke arah siapapun,ia memfokuskan pandangannya ke depan.


__ADS_2