Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
37.Menerka Perasaan


__ADS_3

Mereka pun melanjutkan obrolan nya,Luna mencoba untuk meyakinkan calon mertua nya, jangan sampai kalau pernikahan nya ini di batalkan,ia akan sangat memohon untuk calon mertuanya itu bisa membantu nya, untuk membuat Dafi mau melangsungkan pernikahan, karena ia sudah tidak sabar untuk bisa menjadi istri Dafi, impian nya sejak kecil.


Tak terasa hari sudah menjelang malam,Dafi yang baru saja selesai mengerjakan tugas nya pun sedang mengecek kembali pekerjaan nya. "Bagaimana, apakah masih ada yang kurang,atau ada yang terlalu berlebihan,jika memang ada,aku akan memperbaiki nya." ucap Dafi saat melihat kamar yang baru di desain nya selesai.


"Bagaimana Ken,apa kamu suka?" tanya Almeera.


"Aku suka om,bunda,tidak ada yang perlu di tambah atau di kurangi lagi,aku sangat senang dengan hasilnya." ucap Kendra,begitu kagum melihat kamar yang akan ia tempati.


"Sepertinya Ken sangat puas dengan hasilnya." Almeera tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu." Dafi langsung melihat ke arah Kendra sambil tersenyum. "Om pulang dulu yah, kamar nya udah bisa di tempati, semoga kamu nyaman tidur di kamar baru mu." Dafi berjongkok agar posisi nya sejajar dengan Kendra.


"Baik om, terimakasih yah,lain kali om bisa main lagi ke sini." ucap Kendra.


"Iyah,nanti om pasti akan main lagi,Ken harus minum obat,terus istirahat yah!" Dafi mengusap kepala Kendra, kemudian ia berdiri lagi. "Aku pamit yah Al!" ucap Dafi.


"Iyah,mari biar aku antar ke depan." Almeera pun melangkah.


"Ken ikut bunda!" Kendra memegang tangan Almeera.


"Ya sudah." Almeera tersenyum.


Almeera dan Kendra pun langsung mengantar Dafi ke depan,sampai mobil yang di Kendarai nya mulai menjauh dari pandangannya,Dua orang yang membantu Dafi tadi sudah pulang terlebih dahulu setelah pekerjaan nya selesai tadi, sementara Dafi mengecek Kem pekerjaan nya sebelum ia memutuskan untuk pulang.


"Ayo kita masuk ke dalam, udaranya sudah mulai dingin,Ken tidak boleh terlalu lama di luar,Ken kan masih harus banyak istirahat." ucap Almeera.


"Iyah bunda." ucap Kendra, yang langsung berjalan melangkah ke dalam.

__ADS_1


Sementara Dafi,saat di perjalanan dia terus memikirkan kejadian tadi,di mana ia melihat banyak wartawan di depan rumah Almeera,ia begitu kepikiran dengan berita itu, apakah benar, Almeera dan juga pria yang sedang di gosip kan nya itu memang memiliki hubungan.


Nampaknya Dafi belum melihat berita klarifikasi Almeera,karena seharian ini ia fokus pada pekerjaan nya, sehingga ia tak ada waktu untuk melihat nya, apalagi ia merasa tak enak bila harus kepo masalah Almeera di rumah Almeera sendiri tadi.


"Aku penasaran,tapi nanti saja aku lihat kalau sudah sampai di rumah, sekarang aku harus cepat cepat sampai di rumah." ucap nya sambil mengemudi kan mobilnya.


Beberapa saat kemudian,ia pun sampai di rumah nya,saat ia masuk, terlihat Risti sedang menyiapkan makanan di meja makan.


"Kamu sudah pulang Daf?" tanya Risti.


"Iyah mah,Dafi ke kamar dulu yah." ucap nya.


"Sebentar Daf,eemm tadi Luna kesini,katanya handphone mu nggak aktif,kamu kenapa matiin handphone?" tanya Risti.


"Ngapain dia kesini mah?" tanya Dafi.


"Kok malah nanya balik sih?" ucap Risti.


"Loh,tapi biasanya juga kamu nggak matiin handphone kan kalau di kantor?" tanya Risti heran.


"Tadi kan Dafi bukan lagi di kantor mah,Dafi kerja di tempat lain,di rumah orang yang minta jasa Dafi,lagian tadi Dafi sempet aktifin Handphone kok,cuma mungkin,Luna nya nggak nelpon pas itu." ucap Dafi tak mau memperpanjang.


"Ya sudah lah,tapi lain kali mama minta,kamu jangan terlalu cuek lagi sama Luna, sebentar lagi kalian kan akan menikah,kasian Luna kalau kamu terus dingin sama dia,tadi aja dia bilang,sejak rencana perjodohan kamu dengan nya,sikap kamu jadi berubah." ucap Risti.


"Sepertinya aku nggak perlu jawab deh mah,mama pasti tau apa jawaban nya,dan jika mama dan papa terus mau melanjutkan pernikahan ini,aku tegaskan sekali lagi,itu bukan keinginan ku,aku tidak pernah bersedia untuk menikah dengan Luna." ucap Dafi,ia langsung pergi dari tempat tersebut,ia berjalan menuju kamar nya.


"Daf tunggu daf,mama belum selesai bicara,kamu harus dengerin mama dulu!" Risti berteriak,namun Dafi yang sudah berjalan pun tidak menggubris nya,ia capek jika harus terus berdebat dengan mamanya.

__ADS_1


"Dasar anak itu,tak pernah mau mendengarkan apa yang aku katakan." Risti sedikit kesal dengan Dafi.


Dafi yang kesal dengan mama nya pun, langsung masuk ke dalam kamar nya,ia menghempaskan tubuhnya ke sofa,Dafi memijit pelipisnya yang terasa pusing.


("Kenapa,mama dan papa selalu memaksakan kehendak nya, bukankah soal pernikahan ku,hanya aku yang bisa menentukan nya,aku harus bagaimana, pernikahannya ku tinggal dua Minggu lagi, apakah aku harus tetap menikah dengan Luna walaupun aku tak mencintai nya.") batin Dafi.


"Almeera." tiba-tiba Dafi teringat dengan Almeera,ia pun langsung mengecek Handoko nya, untuk melihat berita itu.


"Ternyata pria itu hanya dokter Pribadi Kendra,hmm kenapa aku merasa senang mengetahui mereka tidak punya hubungan,apa aku mulai jatuh cinta padanya,atau aku hanya penasaran saja dengan nya." ucap Dafi,ia menerka nerka perasaan nya,sambil membayangkan wajah Almeera.


***


Sementara di tempat lain, Elmeera baru saja pulang dari acara pemotretan,ia baru saja selesai mandi,saat ini ia masih menggunakan handuk kecil di kepalanya,saat ia sedang bercermin, tiba-tiba ponselnya berdering,tanpa pikir panjang,ia pun langsung mengambil ponselnya.


Kring kring kring


"Nomor tidak di kenal, siapa yah,eemm kalau aku nggak angkat takut nya penting, sepertinya aku angkat saja." ucap Elmeera yang langsung mengangkat telponnya. "Halo,maaf ini dengan siapa yah?" tanya Elmeera.


"Hay,apakah nona El?" ucap seseorang dari balik telpon.


("Sepertinya suaranya aku kenal, apakah dia?") batin Elmeera.


"Tuan Rey?" ucap Elmeera.


"Baguslah,kau mengingat suara ku,aku sangat terkejut,ku pikir kau akan lupa begitu saja,karena yang aku tau kau terlalu sibuk, sehingga aku tak terlalu yakin jika kau mengingat ku." ucap nya.


"Tuan tidak perlu terlalu berlebihan,aku tidak seperti itu." ucap Elmeera canggung.

__ADS_1


"Eemm baiklah,apa aku menggangu mu?" tanya Rey.


"Tidak sama sekali,aku baru selesai dengan pekerjaan ku,memangnya ada apa?" jawab Elmeera.


__ADS_2