Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
32.Kenyamanan


__ADS_3

"Aku seorang model,tapi aku memutuskan untuk tinggal di sini,dan pulang kalau ada pekerjaan saja di sana." ucap Elmeera.


"Waw, sepertinya kau model yang sangat berbakat,bodohnya,aku tidak tau kalau ada model secantik ini yang berasal dari Jakarta,hmm sepertinya aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku." ucap Rey.


"Sepertinya begitu tuan,karena jarang sekali orang yang tidak mengenaliku." ucap Elmeera dengan santai.


("Wanita ini sangat membuat ku penasaran,aku harus mendapatkan nya, bagaimana pun caranya, biarkanlah aku yang sudah tidak muda ini mendapatkan wanita seperti ini,karena aku sudah punya segalanya dan aku pun tidak kalah menarik seperti pria muda di luaran sana,aku pasti akan sangat bahagia,bila dia mau bersama ku.") batin Rey.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sebuah restoran yang sangat mewah, Elmeera sangat takjub dengan suasana di sana,ia pun semakin yakin jika pria yang membawanya ini adalah bukan pria sembarangan.


"Nona El, silahkan pesan makanan yang kau sukai,jangan sungkan sungkan." ucap Rey sambil tersenyum.


"Baiklah,aku tidak akan sungkan lagi kalau begitu." ucap Elmeera.


Mereka mengobrol sambil menikmati makanan nya, terlihat mereka sangat menikmati kebersamaan nya, mereka bisa saling memuji dan bercanda gurau bersama, walaupun baru pertama kali bertemu,namun sepertinya mereka merasa ada kecocokan di antara keduanya.


"Waw, berarti kau sangat hebat sekali,bisa mendapatkan prestasi seperti itu,aku sangat kagum padamu,di usia muda,kau bisa sesukses ini." ucap Rey.


"Kau berlebihan,aku hanya menjalankan hobi ku,dan mungkin aku sedikit beruntung karena dari hobi ku ini bisa menghasilkan apapun yang aku mau." ucap Elmeera.


"Lalu,apa kau sudah mempunyai pasangan?" tanya Rey.


"Tidak, bagiku semua pria sama saja,aku belum menemukan pria yang bisa membuat ku jatuh hati,hehehe." Elmeera tertawa kecil.


"Waw, sepertinya kau sudah bertemu dengan banyak laki-laki di luaran sana." ucap Rey.


"Tampak nya kau sedikit terlalu berpikiran jauh,aku tidak bermain dengan banyak pria,aku hanya menganggapnya pria itu sama." ucap Elmeera.


"Maafkan aku,aku tak bermaksud ke arah sana,aku tau kau bukan wanita seperti itu." ucap Rey.

__ADS_1


"Santai saja,aku juga bukan tipikal orang yang munafik,karena sebenarnya wanita juga butuh seseorang pria yang bisa membuat nya nyaman,jadi jika memang aku menemukan seorang pria yang mungkin sekira nya bisa membuat ku nyaman,jadi buat apa aku harus menolak nya." ucap Elmeera.


"Kau memang wanita yang cerdas,aku suka gayamu." ucap Rey.


"Eemm sepertinya aku sudah kenyang, terimakasih banyak atas traktiran nya,aku tidak menyangka kita akan menjadi seakrab ini dalam satu kali pertemuan." ucap Elmeera.


"Yah,aku pun berpikir hal yang sama dengan mu, jujur saja,aku tertarik padamu,aku menyukai wanita seperti mu." Rey berbisik.


("Walaupun memang aku merasa nyaman dengan nya,tapi ini baru pertemuan pertama kita,aku tidak boleh berpikiran macam-macam.") batin Elmeera.


"Eemm lebih baik kita pulang,aku sepertinya harus istirahat." ucap Elmeera.


"Baiklah,biar aku antakan kamu ke apartemen mu." ucap Rey.


"Terimakasih tuan." ucap Elmeera sambil tersenyum.


Mereka pun langsung keluar dari restoran tersebut,namun pada saat Elmeera sedang berjalan, tiba tiba,ada sebuah mobil yang mencoba mendekat ke arah nya,dengan sigap,Rey pun langsung menarik tubuh Elmeera, sehingga tubuhnya jatuh ke pelukan Rey.


"Terimakasih." ucap Elmeera,ia langsung melepaskan pelukannya.


"Lain kali,kau harus lebih hati-hati." ucap Rey.


"I-iyah." ucap Elmeera gugup.


"Apa ada yang terluka?" Rey sepertinya sangat khawatir.


"Tidak ada." jawab Elmeera, melihat wajah Rey yang sepertinya cemas.


"Baiklah,ayo kita ke mobil." ucap Rey yang berjalan sambil melindungi Elmeera.

__ADS_1


Setelah sampai di dekat mobil,mereka pun langsung menaiki mobilnya, Sepenjang perjalanan Rey terus memandangi wajah cantik Elmeera,ia juga masih sedikit cemas,takut kalau Elmeera masih shock dengan kejadian tadi.


Beberapa saat kemudian,mobil pun berhenti di depan apartemen, Elmeera pun berniat untuk membuka pintu,namun tangannya di tarik oleh Rey, sehingga kini keduanya saling bertatapan.


"Apa boleh,jika aku mengajak mu bertemu lagi?" tanya Rey.


"Eemm maksud mu?" Elmeera masih belum mengerti.


"Boleh aku meminta nomor ponsel mu?" ucap Rey.


Elmeera mengambil kartu nama di tasnya,ia memberikan nya kepada Rey. "Ini kartu namaku, nomor ponsel ku ada di dalamnya,kau bisa menghubungi ku nanti." ucap Elmeera.


"Terimakasih." ucap Rey.


Namun ia masih memegang tangan Elmeera, kemudian ia mendekatkan wajahnya, Rey sepertinya ingin mencium Elmeera. "Sepertinya ini masih terlalu awal." ucap Elmeera yang langsung keluar dari mobil tersebut.


Elmeera pun langsung berjalan masuk ke dalam apartemen nya, sedangkan Rey masih melihat Elmeera yang pergi meninggalkan nya.


"Kau semakin membuat ku penasaran,besok aku akan menemui mu lagi." ucap Rey, kemudian ia melanjutkan perjalanan nya.


("Mungkin jika di lihat dari usia mu,kau lebih pantas menjadi putri ku,tapi aku tak bisa membohongi perasaanku kalau aku tertarik padamu,aku tidak peduli walaupun memang kau masih sangat muda,tapi aku tak bisa menahan rasa ini yang tiba-tiba tumbuh begitu saja.") batin Rey.


Sedangkan Elmeera yang baru saja sampai di kamar nya,ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, jantungnya berdegup kencang,ia teringat bagaimana pria tadi mencoba untuk mencium nya.


"Apa aku sudah gila,bila memang aku mencintai nya,bahkan dia lebih cocok menjadi papa ku,tapi jelas jelas sebenarnya aku tak bisa menolak nya tadi,aku pun ingin merasakan kehangatan dari nya." gumam Elmeera.


("Tapi,bukankah cinta tidak memiliki alasan,aku ingin lebih mengenal nya, walaupun orang akan berpikir bahwa aku sudah gila bila mencintai nya.") batin Elmeera.


Sepertinya Elmeera baru saja menemukan kenyamanan pada seorang pria,karena dulu ia merasa kalau ayahnya selalu menyayangi adik nya,ia bahkan merasa tak di sayangi oleh kedua orang tuanya, walaupun mungkin sebenarnya ia salah.

__ADS_1


Tapi ketika bertemu dengan pria tadi, walaupun pria tersebut tampak nya sangat terpaut jauh dari usianya,tapi ia merasakan kenyamanan yang berbeda,ia merasa ada seseorang yang melindungi nya.


Elmeera sangat ingin bertemu dengan nya lagi,ia pun tak mau berpikiran tentang orang lain,ia lah yang bisa menentukan hidup nya,karena kebahagiaan,hanya ia sendiri lah yang bisa menciptakan nya.


__ADS_2