Sebuah Rahasia Almeera

Sebuah Rahasia Almeera
42.Pernyataan Edward


__ADS_3

"Menurut mu bagaimana, apakah kita serasi?" tanya Luna.


"Iyah,kalian akan menjadi pasangan yang paling serasi di pelaminan nanti." ucap Almeera.


"Eemm aku jadi tidak sabar untuk menunggu hari pernikahan ku,nanti aku janji akan mengundang mu,kau harus datang,oke!" ucap Luna,ia membayangkan bagaimana bahagia nya ia di pelaminan nanti.


"Tenang saja,aku pasti datang." ucap Almeera,ia tersenyum.


"Ya sudah,kalau gitu aku juga mau ganti baju dulu." ucap Luna,ia mengangkat gaun nya yang panjang.


"Silahkan!" ucap Almeera dengan ramah.


Beberapa saat kemudian,Dafi dan juga Luna pun keluar dari ruang ganti, setelah itu mereka kembali duduk di tempat sebelum nya.


"Baiklah,kemarin kan aku sudah membayar DP nya,dan untuk pelunasan nya aku akan transfer sekarang." Luna mengambil ponselnya. "Sudah, silahkan di cek!" ucap Luna.


"Sudah masuk, terimakasih untuk kepercayaan nya pada butik kami." Almeera mengecek ponselnya.


"Sama sama,kalau begitu kita permisi dulu." ucap Luna.


"Baik,nanti staf kami yang akan mengirimkan semua baju nya." ucap Almeera.


"Oke,aku tunggu di rumah yah." ucap Luna,ia terlihat sangat senang.


Luna berjalan terlebih dahulu, sementara Dafi masih memandangi Almeera dari tadi. "Aku permisi pulang dulu." ucap Dafi pelan.


"I-iyah, silahkan!" ucap Almeera gugup.


Saat Dafi dan juga Luna pergi, Almeera menghempaskan tubuhnya ke sofa,ia termenung sejenak.


"Sebenarnya aku ini kenapa sih,kenapa perasaanku seperti ini." Almeera seperti gelisah,namun ia tak tau apa penyebab nya.


Untuk menghilangkan kegelisahan nya, Almeera pun memutuskan untuk pulang lebih awal,ia juga merasa rindu pada Kendra,karena di jam sekarang,Kendra pasti sudah pulang ke rumah.


"Sofi,aku pulang duluan yah, tolong jaga butik,kalau ada sesuatu yang penting, kabari aku." ucap Almeera,ia berpamitan dengan asisten nya.


"Iyah bunda Al,hati hati di jalan." ucap Sofi ramah.


"Iyah." Almeera tersenyum,ia pun langsung keluar dan langsung berjalan ke arah mobil nya.


Beberapa saat kemudian,ia sampai di depan rumah nya,namun baru saja ia akan masuk, tiba-tiba ada sebuah mobil yang masuk ke dalam halaman rumah nya.

__ADS_1


"Edward!" gumam Almeera,saat mobil itu berhenti tepat di samping mobil nya.


"Hai Al, kebetulan kamu ada di rumah,tumben sekali jam segini sudah pulang?" tanya Edward,ia menyapa Almeera.


"Iyah,aku sengaja pulang lebih awal, soalnya Ken tidak aku ajak ke butik tadi,eemm kamu sendiri,tumben ke rumah,ada apa?." ucap Almeera.


Almeera agak heran dengan sikap Edward,karena biasanya ia tak berkunjung ke rumah nya,kalau tidak di telpon dulu oleh nya.


("Aku sengaja datang kesini memang karena satu alasan al,karena kata mama,bila kamu susah untuk di dekati,maka aku harus lebih dekat dulu dengan Kendra,karena dengan cara itu,aku bisa lebih dekat dengan mu.") batin Edward.


"Aku ingin melihat keadaan Ken." ucap Edward.


"Ken sudah mendingan,tadi dia juga sudah masuk sekolah." ucap Almeera.


"Syukurlah,kalau begitu,boleh aku masuk?" ucap Edward.


"Oh Iyah,maaf maaf kita malah ngobrol di sini,ayo silahkan masuk!" ucap Almeera.


Almeera pun mengajak Edward untuk masuk ke dalam rumah nya, saat ia masuk tiba-tiba Kendra berlari ke arah nya, Oma Tri yang melihat nya hanya geleng-geleng kepala.


"Bunda!" Kendra langsung berlari ke arah Almeera.


"Maaf bunda,Ken terlalu senang bunda pulang." Kendra nyengir ke arah Almeera. "Eh ada om dokter juga." Kendra kemudian melihat ke arah pria di samping Almeera.


"Hai anak pintar, bagaimana,apa hari ini sudah lebih baik?" Edward berjongkok agar posisinya sejajar dengan Kendra.


"Ken sudah sembuh om dokter." jawab Kendra.


"Anak hebat." Edward mengusap kepala Kendra.


"Ayo,om dokter nya ajak duduk,bunda mau ganti baju dulu ke kamar!" ucap Almeera.


"Iyah bunda,ayo om dokter,kita duduk di sana!" Ken mengajak Edward untuk duduk di sofa.


"Tante buatkan minum dulu yah." ucap Tri, yang dari tadi hanya memperhatikan.


"Makasih Tante." ucap Edward,Oma Tri pin hanya tersenyum kemudian ia berjalan ke arah dapur.


Kendra dan juga Edward akhirnya mengobrol, mereka memang sudah akrab karena Kendra kerap sekali bertemu dengan dokter Edward,jadi mereka memang sudah sering bertemu.


("Kenapa tiba-tiba aku kangen sama om baik yah, walaupun om dokter juga baik,tapi lebih seru bermain sama om baik.") batin Kendra.

__ADS_1


"Ken,kamu kenapa?" tanya Edward,saat melihat Kendra seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Nggak papa om." jawab Kendra.


"Ada apa?" tanya Almeera, yang tiba tiba sudah duduk di samping Kendra.


"Tidak ada apa apa bunda." ucap Kendra.


"Ini minuman nya, silahkan di minum yah dok." ucap Oma Tri,ia menyimpan minuman di atas meja.


"Eemm makasih tante,oh Iyah,aku boleh ngobrol berdua sama Al?" ucap Edward,ia meminta izin pada Oma Tri.


"Boleh boleh,ayo Ken,ikut Oma Sebentar." ucap Tri,ia langsung membawa Kendra menjauh dari sana.


("Apa yang mau dia bicarakan sebenarnya,kenapa harus ngobrol berdua.") batin Almeera.


Almeera terdiam sejenak, begitu pun dengan Edward,namun setelah itu, Edward pun mulai mengeluarkan suara nya.


"Tentang gosip yang beredar itu,aku mau minta maaf,mungkin kamu merasa tidak nyaman." ucap Edward tiba-tiba.


"Oh soal itu,aku sudah biasa jadi perbincangan orang orang,jadi kau tidak perlu khawatir,mental ku masih aman." ucap Almeera.


"Aku tau,hanya saja,kalau aku tidak mengajak mu makan malam waktu itu,kau pasti tidak akan jadi perbincangan orang lagi." ucap Edward.


"Sekali lagi aku bilang,aku tak apa apa, masalah nya sudah selesai juga,jadi tidak perlu minta maaf." ucap Almeera, suasana menjadi hening sejenak.


"Al?" panggil Edward.


"Iyah." jawab Almeera.


"Mendengar klarifikasi mu waktu itu, apakah memang benar kau hanya menganggap ku sebagai dokter pribadi Ken saja,tidak lebih dari itu?" tanya Edward tiba-tiba.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud." Almeera sedikit bingung dengan maksud dari perkataan Edward.


"Jika kamu bersedia,aku siap untuk jadi ayah buat Ken." ucap Edward membuat Almeera terkejut.


Almeera sudah beberapa kali bilang,jika dia belum siap untuk menjalani hubungan dengan siapa pun,tapi ia sangat heran,kenapa Edward tak ada lelahnya untuk terus bertanya hal seperti itu.


"Sudah aku katakan beberapa kali."


"Kamu belum siap,itu kan yang akan kamu katakan?" ucap Edward memotong perkataan Almeera.

__ADS_1


__ADS_2