
"Saya Tri,mama nya Al,Jadi,kamu om baik, yang di ceritakan Kendra?" tanya Tri.
"Iyah Tante." ucap Dafi dengan ramah.
"Baiklah, silahkan,jika kalian mau mengobrol dulu di sini,saya mau menyimpan ini dulu ke dapur." ucap Tri yang langsung membawa nampan,bekas makan Kendra tadi.
"Jadi om baik,yang akan membuat kamar Ken jadi bagus?" tanya Kendra mendengar perkataan Dafi tadi.
"Iyah sayang." Dafi mengusap kepala Kendra.
"Ken mau bantuin dong." ucap Kendra.
"Eemm gimana yah,Ken kan lagi kurang sehat,lebih baik,Ken tiduran aja yah di sini,kalau sudah selesai nanti om akan tunjukkan." ucap Dafi.
"Tapi Ken ingin lihat om baik,boleh yah yah." Kendra memegang tangan Dafi.
"Kalau begitu minta izin dulu sama bunda yah." ucap Dafi.
Kendra melihat ke arah Almeera yang sedang memperhatikan keduanya di dekat pintu. "Boleh kan bunda?" tanya Kendra.
"Boleh,tapi cuma lihatin aja yah." ucap Almeera.
"Iyah bunda." Kendra tampaknya sangat senang.
("Kendra terlihat sangat ceria sekarang saat bertemu dengan Dafi,tidak seperti tadi yang terlihat sangat lemas.") batin Almeera.
"Ya sudah,kalau begitu,om kerja dulu yah." ucap Dafi.
"Iyah,ayo!" Kendra pun langsung mengikuti Dafi.
"Eemm tapi Ken tidak boleh kecapean,sini,biar om gendong!" Dafi pun menggendong Kendra, Almeera hanya memperhatikan mereka.
"Tunjukkan di mana kamarnya." ucap Dafi saat menghampiri Almeera.
__ADS_1
"Oh Iyah, kamarnya ada di sebelah." ucap Almeera yang langsung berjalan terlebih dahulu.
Saat masuk ke dalam kamar,Dafi pun menurunkan Kendra,dan mendudukkan nya di sofa. "Ken duduk sini yah." ucap Dafi sambil tersenyum,Kendra pun mengangguk.
"Jadi,apa kau ada saran mau nya di desain bagaimana?" tanya Dafi saat melihat ke arah Almeera.
"Aku mempercantik mu, yang terpenting,nyaman untuk Kendra,dan juga berikan nuansa bintang dan juga bulan,karena dia sangat menyukai suasana malam." ucap Almeera.
("Ternyata kesukaan kita sama,aku juga sangat menyukai suasana malam hari.") batin Dafi.
"Baiklah, sebentar lagi, orang yang akan membantu ku datang, sekitar dua orang, mereka akan membantu ku mendekor kamar ini,supaya sehari juga selesai." ucap Dafi.
"Baiklah." ucap Almeera,ia lalu menghampiri Kendra yang sedang duduk di sofa, sedangkan Dafi mulai melakukan pekerjaannya sambil menunggu dua asisten nya datang.
Dan benar saja beberapa saat kemudian,dua orang itu pun datang, mereka langsung melakukan pekerjaan nya, alat alat nya pun sudah lengkap di bawa.
Dafi yang menginstruksikan kan dua asisten nya itu,sambil membantu beberapa hal yang ia tambah kan.
"Om baik pintar yang bunda,Ken juga kalau sudah besar mau seperti om baik." ucap Kendra.
"Boleh kan bunda?" tanya Kendra.
"Boleh sayang." ucap Almeera sambil tersenyum. "Ken mau di sini atau ikut bunda?" tanya Almeera.
"Bunda mau kemana?" tanya Kendra.
"Bunda mau ambil makanan ringan dan juga minuman untuk mereka." ucap Almeera.
"Ken di sini saja bunda." jawab Kendra.
"Ya sudah,Ken jangan kemana mana yah,duduk saja di sini!" ucap Almeera.
"Iyah bunda." jawab Kendra.
__ADS_1
Almeera pun langsung berjalan ke arah dapur,namun pada saat ia baru menuruni tangga,Tri tiba-tiba memanggil nya.
"Al,coba lihat berita di majalah hari ini!" ucap Tri memberikan majalah yang baru ia ambil di depan tadi.
Di berita itu memperlihatkan foto dirinya dan juga dokter Edward saat mereka semalam makan malam bersama, sepertinya ada sebuah wartawan akun gosip yang melihatnya semalam dan memasukkan berita nya ke majalah.
"Coba kamu lihat sosial media juga,di sana sangat ramai memperbincangkan kalian, seperti nya mereka mengira jika kalian ada hubungan." ucap Tri.
Almeera pun langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam saku nya,saat ia masuk ke akun media sosial nya, ternyata benar,di sana sedang ramai memperbincangkan nya,namun entah kenapa ia merasa risih,ia tak suka jika di jodohkan dengan dokter Edward di media sosial.
"Iyah mah,sepertinya aku sedang jadi bahan perbincangan,aku yakin,nanti akan banyak wartawan yang minta klarifikasi dariku,untung saja aku tidak ke sekolah Ken,dan juga tidak ke butik,paling juga para wartawan itu akan mencari ku ke rumah, sepertinya aku malas keluar hari ini,aku di dalam saja." ucap Almeera menghembuskan nafasnya setelah melihat akun media sosial nya.
Baru saja Almeera selesai berbicara, tiba-tiba di depan sudah ramai segerombolan wartawan yang datang untuk meminta klarifikasi dari nya,ia pun melihat malas ke arah luar,ia tak mau memperpanjang masalah nya ini.
"Itu Al, wartawan nya datang ke rumah kita, bagaimana ini?" Tri mengintip lewat jendela.
"Aku tidak mau keluar mah,aku mau di dalam saja,biarkan saja mereka berada di sana." ucap Almeera.
"Tapi Al,jika kamu tidak keluar dan memberikan klarifikasi,pasti para wartawan itu akan penasaran,dan kamu akan terus menerus di kejar oleh mereka, sebelum mereka mendapatkan informasi tentang berita itu." ucap Tri.
("Mama benar juga, sepertinya para wartawan itu tak akan pergi sebelum aku keluar, mereka pasti akan terus mengejar ku sampai mendapatkan informasi yang mereka inginkan,tapi sebenarnya aku malas sekali untuk meladeninya.") batin Almeera.
"Ayo Al,nanti wartawan nya tambah banyak!" ucap Tri.
Sementara di kamar,Ken menghampiri Dafi yang sedang memberikan instruksi kepada dua asisten nya, Ken pun semakin mendekat ke arah nya.
"Om baik,Ken bosan duduk di sana,apa boleh kalau Ken ikut membantu,Ken ingin belajar,biar kalau nanti sudah besar Ken bisa seperti om baik." ucap Kendra.
Dafi berjongkok agar posisi nya sejajar dengan Kendra. "Jadi,kalau sudah besar nanti, Ken mau menjadi seperti om?" tanya Dafi sambil tersenyum,Kendra pun mengangguk.
"Baiklah, sini om ajarkan!" ucap Dafi,ia langsung mengangkat tubuh Kendra ke dalam pangkuan nya.
Namun baru saja Dafi akan menjelaskan beberapa hal pada Kendra, tiba-tiba ia mendengar suara berisik dari luar,ia pun langsung melihat ke luar dari jendela kamar tersebut.
__ADS_1
"Sebentar yah,om mau lihat dulu,ada apa di luar!" Dafi langsung menurunkan Kendra dari pangkuan nya, kemudian ia berjalan ke arah jendela.
("Sepertinya di luar itu wartawan,kenapa mereka ada di sana yah, atau jangan-jangan ada sesuatu yang aku tidak ketahui,jika wartawan itu datang, berarti berita sudah menyebar di media massa,aku harus mengecek akun media sosial ku dulu,aku yakin akan menemukan jawaban nya di sana.") batin Dafi.