
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
Di sebuah bus, anak laki laki memasang wajah cemberut karena di seret ayah nya untuk sekolah di sebuah tempat yang jauh dari Jakarta.
Dia mengingat kejadian setelah 3 bulan dia lulus dari SMP.
"Kau belum memilih untuk sekolah di SMA kan? Gimana kalau kau sekolah di sini." Sang ayah menunjukan secarik kertas.
Anak nya pun mengambil kertas itu dan melihat nya.
"SMA swasta ilmu seni dan bela diri."
Anak nya pun mengerutkan keningnya.
"Dari namanya aja gak jelas, sekolah apaan ini!"
"Soal nama belakangan, sekolah itu sekarang kekurangan siswa dan seseorang menyarankan ku untuk mendaftarkan mu ke sekolah nya."
"Tempat nya jauh dari Jakarta lagi, seperti nya aku gak bisa pulang tiap hari."
"Sekolah ini memiliki sebuah asrama. Kau bisa tinggal di sana dan menikmati masa SMA mu di sana."
Anak itu menarik nafas dengan kasar.
"Aku pikir-pikir dulu...."
__ADS_1
"Ya, pikirkan lah. Jika kau ingin tau siapa mendiang ibu mu, seperti nya sekolah ini mempunyai sebuah jawaban."
Anak itu melihat ayah nya pergi meninggalkan tempat duduknya tadi.
Setelah berpikir-pikir selama beberapa bulan, dan dia memutuskan untuk pergi sekolah itu, karena dia gagal dalam tes masuk SMA favorit di tempat dia tinggal dan di tambah perkataan ayahnya tentang ibu nya.
"Sesampainya di sana, kau harus berjabat tangan dengan seseorang sekolah itu."
"Berjabat tangan? Oh perkenalan ya? Tentu saja."
Ayah nya pun tersenyum.
"Kalau begitu. Ayo berjabat tangan."
Sudah sekitar 2 jam dia naik bus dari Jakarta.
Dan sepertinya dia sudah hampir sampai, sekitar 30 menit berlalu dia pun sampai di sebuah tempat yang di isi pesawahan yang cukup luas.
Udara di sini cukup sejuk di bandingkan di Jakarta, dan sepertinya akan sangat nyaman jika tinggal di sini.
Anak itu melihat kertas yang di beri ayahnya.
"Setelah turun dari bus..... Setelah itu lewat jalan setapak di pinggir pesawahan."
Dia pun berjalan mengikuti petunjuk yang ada di kertas itu.
__ADS_1
"......Setelah terlihat sebuah bukit kecil, maka lewatilah dan setelah itu masuk ke sebuah semak belukar."
Bukit ini? Ah sial ini melelahkan.
Setelah menaiki bukit yang sedikit berbatu, sebuah semak-semak dengan jalan kecil di tengah nya terlihat.
Dia pun turun dan segera berjalan melewati semak-semak itu, dan alangkah terkejutnya dia bahwa di balik semak itu ada sebuah sekolah yang cukup besar.
"Akhirnya sampai juga. Sekolah ini terlalu pelosok dan sekolah ini sepi amat dan juga seragam sekolah ini gini amat dah."
Seragam sekolah ini terdiri dari kemeja putih dan sebuah jas hitam dan celana panjang hitam dan sebuah dasi hitam.
Ya, seragam nya memiliki warna serba hitam.
Dia melihat sebuah lapangan dan di lapangan itu ada seseorang yang memakai seragam yang sama dengan nya.
Bersambung....
Ikuti penulis di Instagram juga
@taufik_hikigaya
Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih.
Jika kalian suka maka kalian bisa like, komentar, dan vote tentu nya.
__ADS_1