
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
Alasan itu, aku kenapa aku berlatih mengunakan teknik seni,memperkuat tubuhku,mengedalikan kekuatan supranatural ku dan tentunya berlatih bela diriku.
Alasan itu aku datang ke Indonesia, aku sudah siap datang ke medan perang ini. Karena itu aku menyiapkan serangan ini.
Serangan terkuat ku.
Sebelum Leonarda pulang ke Indonesia, aku sempat melihat dirinya mengeluarkan sesuatu di tas hitam nya dan seperti dugaan ku sebelumnya bahwa tas itu berisi sebuah pedang.
Pedang itu berjenis katana Jepang. Dia menunjukkan teknik seninya kepadaku.
Dia berkata bahwa teknik seni tidak bisa di gunakan tanpa sebuah pedang, teknik seni adalah pembekuan.
Apapun yang dia tebas maka bagian yang tertebas pedangnya itu akan membeku, menurut ku itu adalah teknik seni yang sangat fatal jika melukai seseorang karena pembekuan nya akan membuat luka mu semakin sakit saja.
Teknik seninya hanya bisa gunakan untuk jarak dekat alasan itu dia berlatih untuk membuat serangan jarak jauh dan dia pun berhasil menciptakannya.
Tebasan dari jarak jauh. Dia berhasil meningkatkan teknik seni nya.
Teknik seni tingkat lanjut.
Aku bangkit untuk berdiri lagi dan bersiap untuk menyerang makhluk hitam bertangan empat ini.
Aku bangkit sambil menahan semua rasa sakit di tubuhku ini.
Aku mengeluarkan semua kekuatan supranatural ku, tubuh ku tertutupi sesuatu aura yang berwarna biru muda.
Aku siapkan kuda-kudaku lagi.
"Kenapa aku kehilangan akal sehatku saat bertarung seperti ini, dasar bodoh sekali kau ini, Laura..."
Aku tersenyum sambil siap untuk mengeluarkan teknik seni ku lagi.
Laura Kiehl P.OV : OFF
Luara mengeluarkan aura supranatural yang sangat besar dan siap melepaskan bola meriam supranaturalnya sekali lagi.
Makhluk tak kasat mata bertangan empat itu memperhatikan Laura yang siap menyerang lagi.
Luara tersenyum, makhluk ini sangat merepotkan mungkin dia tidak bisa mengalahkan nya.
Tapi, dia punya rencana. Walaupun rencana ini hanya bisa berhasil sekitar 50:50, tapi dia harus tetap melakukannya.
Bola meriam muncul lagi dari kedua telapak tangannya.
Ukuran masih sama seukuran bola voli, tapi lesatan sekarang jaub lebih cepat dari sebelumnya.
Bola itu sedikit meleset dari tubuh makhluk itu, dan membuat makhluk itu tidak beraksi karena akurasi serangan Laura yang tidak akan membahayakannya.
Luara tersenyum sambil berkata.
"......Curve!"
Bola yang tadi melenceng ke arah kanan tubuh si Makhluk itu tiba-tiba berbelok ke arah kiri dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Hal itu membuat Makhluk itu telat bereaksi dam Blash pundak bagian kanannya terkena bola meriam supranatural Laura.
Makhluk itu mengeluarkan suara yang tak enak di dengar karena terluka, pundaknya mengeluarkan sejenis carian berwarna ungu.
Mungkin itu sejenis darah dari makhluk tak kasat mata.
Luka nya cukup fatal, dia memegangi pundaknya dengan salah satu tangan kirinya sambil terus meraung kesakitan.
Mungkin Luara berhasil melukainya, tapi dia pasti punya regenerasi dan mungkin saja sebentar lagi dia akan pulih kembali seperti semula.
Alasan itu Laura harus bergegas menuju lantai 3 dan mengevakuasi korban di atas sana sebelum makhluk tak kasat mata ini pulih.
Aura biru yang menyelimutinya tiba-tiba menghilang dan dia merasakan bahwa tenaga langsung terkuras habis.
Tapi, dia harus menahan rasa lelah dan sakitnya dan harus segera naik ke lantai 3 sebelum kehabisan waktu.
Dia meningkatkan teknik seni ke tingkat lanjut dan ternyata itu membuang cukup banyak kekuatan supranatural nya.
Dia pun segera berlari menuju lift dan masuk kedalamnya dan segera naik kelantai 3.
lift masih bisa digunakan dan ini masih bisa digunakan untuk mengevakuasi korban yang terjebak.
Di Lantai ini di penuhi bermacam-macam pertokoan dan lantai ini terlihat sepi, tapi Laura harus mengecek setiap sudut lantai ini siapa tahu masih ada yang terjebak disini.
Laura terus berlari kesana-kemari dan cuma satu tempat yang belum di kunjungi, itu adalah restoran siap saji yang ada di lantai ke 3 ini.
Laura memasuki tempat itu yang benar-benar terlihat kosong. Tapi, Laura merasakan ada seseorang di dalam sini.
"Siapa saja keluar lah!" Teriak Laura.
Dia mendengar seseorang yang di balik tempat pesan. Ada seseorang perempuan yang mengunakan pakaian seragam restoran ini.
"Apakah ada orang lain lagi disini?"
Perempuan itu melirik ke bawah dan sosok perempuan yang mengunakan pakaian yang sama keluar dari meja tempat memesan itu.
Jadi mereka bersembunyi di sana, ya?
"M-masih ada beberapa orang yang bersembunyi di belakang kami..." kata perempuan yang baru muncul itu.
"Begitu, ya? Cepat panggil mereka dan segera tinggalkan tempat ini!"
Mereka berdua masih tetep berdiri membeku.
"Cepatlah!" Laura menaiki volume suaranya.
"Ba-baik!"
Mereka berdua berdua segera berjalan menuju bagian belakang restoran siap saji ini. Sepertinya mereka menuju ke dapur restoran.
Setelah menunggu beberapa saat, beberapa orang keluar. Ternyata orang-orang itu lebih banyak dari yang di kira Laura.
Mereka semua ada sekitar 18 orang. Untung saja mereka tidak belum mengeluarkan aura negatif di tubuh mereka.
Tapi, wajah mereka semua diliputi rasa panik dan rasa khawatir.
__ADS_1
"H-hei jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi di lantai bawah? Kami mendengar sebuah ledakan?" tanya seorang pria paruh baya.
Ledakan? Apa Mungkin itu semua berasal dari eskalator yang di rusak makhluk hitam itu?
"Kalian tidak perlu mengetahuinya! Yang terpenting sekarang kalian segera untuk turun mengunakan Lift ke lantai 1 dan segera tinggalkan tempat ini!"
Laura membimbing orang yang terjebak di lantai 3 ini untuk segera bergegas untuk berjalan menuju lift sebelum lift ini tidak bisa di gunakan.
"Cepatlah masuk ke lift!"
Orang-orang itu mulai masuk satu persatu, tapi ada anak perempuan yang sepertinya tidak tenang untuk masuk ke lift.
Mungkin dia semuran dengan Laura.
"Apa yang kamu pikirkan? Cepat masuk lift! Kamu tidak punya banyak waktu loh..."
Dia melihat ke arah Luara dan memegangi tangannya.
"Aku memang tidak mengerti apa sedang terjadi saat ini. Tapi, Arta... Kekasih ku ada di lantai ke 4. Jadi kumohon selamat dia."
Laura tersenyum.
"Siapa namamu? Ya, aku pasti akan menyelamatkan Arta untuk mu jadi. Ayo segera masuklah ke dalam lift."
"Kirara. Namaku Kirara. Apakah kamu akan berjanji untuk menyelamatkan Arta?"
"Kirara, ya? Namaku Laura. Ya, aku berjanji akan menyelamatkan Arta untuk mu."
"Janji, ya. Laura..." Jawabnya sambil meneteskan air mata.
Laura tidak tega melihatnya. Seseorang yang di cintainya terjebak di dalam insiden ini.
Dia harus segera mengevakuasi korban di 2 lantai ke atas dan juga dia belum memastikan apakah di lantai ke 3 masih ada seseorang yang terjebak atau tidak?
Setelah melihat pintu lift tertutup dan mereka mulai turun, Laura segera untuk melihat-lihat lantai ke 3 ini sekali lagi.
Sambil berteriak-teriak.
"Apakah masih ada seseorang disini?"
Dia berteriak seperti itu berkali-kali, tapi tidak ada yang membalasnya. Sepertinya cuma 18 orang yang berada di lantai 3 ini.
Mereka mendengar suara ledakan dan mereka bersembunyi di restoran tadi, sepertinya begitu kejadian nya.
Dia segera menuju lift untuk pergi ke lantai berikutnya yaitu lantai 4.
Laura melihat lift sedang turun dari lantai 5 ke lantai 1, sepertinya ada seseorang yang turun.
Semoga saja itu adalah salah korban yang terjebak dan berhasil untuk melarikan diri dari mall ini.
Setelah Lift itu turun, Laura segera menekan tombolnya dan beberapa saat pintu lift itu terbuka dan Laura segera bergegas menuju lantai ke 4.
Dia tidak punya banyak waktu, Makhluk tak kasat mata itu pasti akan segera siap lagi untuk memporak-porandakan mall ini.
Bersambung....
__ADS_1
Instagram?
@muhammad_taufik080401