Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 30 Rencana baru


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Kembali ke tempat persembunyian Andhika dan Ryan.


Seperti biasa, Andhika sedang duduk di kursi nya, dan melihat makhluk tak kasat mata hitam bertangan 4 itu yang masih saja berlutut kepadanya.


Andhika serasa punya satu anak buah yang setia kepadanya.


"Berdirilah dan jangan terus berlutut kepada ku..." Kata Andhika.


Andhika tidak tau apakah dia memahami perkataan nya atau tidak.


"Nama...., Aku ingin anda memberiku sebuah nama...."


Ryan dan Andhika membelak karena terkejut dia bisa berbicara dan memahami perkataan Andhika.


"Nama? Aku tidak pintar memberi sebuah nama..., Biarkan aku berpikir sejenak."


"Terima kasih..."


Andhika tersenyum pahit, melihat makhluk ini begitu setia kepadanya, Andhika harus segera memberi dia sebuah nama.


Karena dia takut di akan mengamuk karena keinginannya tidak di kabulkan.


Andhika berpikir sejenak, dia mengingat sebuah buku yang dia baca dan makhluk yang di dalam buku itu mirip seperti makhluk ini.


"Berserk...., Nama mu Berserk!"


Berserk menunduk dan mengucapkan kata terima kasih.


"Terima kasih, Tuan ku!"


Tuan ku?


"Kau menganggap ku, sebagai tuan mu?"


Andhika dan Ryan tidak percaya dengan membuat Leonarda sampai depresi dan membuat nya melahirkan makhluk ini, dan makhluk ini begitu setia kepada Andhika.


"Itu bener, Tuanku. Aku akan membantu kalian untuk melakukan hal yang kalian ingin lakukan."


Andhika tersenyum.


"Begitu ya? Terimakasih..., Kalau begitu berdiri lah dan ikut aku kesesuatu tempat." Andhika berdiri dari kursinya.


Makhluk itu pun berdiri dan berjalan mengikuti Andhika.


"Biar aku saja yang pergi! Dan katakan apa rencana baru mu?"


Andhika tersenyum karena Ryan begitu setia menemaninya sampai sekarang.


Andhika melihat ke arah Ryan.


"Istirahatlah.... Untuk sekarang, dan siapkan tubuh mu untuk rencana kita selanjutnya...."


Ryan menunduk.


"Kalau begitu, aku serahkan rencana baru ini pada mu..."


"Ya, tenang saja..."


Andhika dan Berserk berjalan keluar dari persembunyian mereka, Andhika melihat Berserk berlutut lagi.


"Naiklah ke pundak ku!" Kata nya.


Andhika sendiri memiringkan kepalanya, dan tidak tau apa maksud dari perkataan nya. Tapi, Andhika mencoba untuk menuruti perkataan nya.


Andhika melompat ke pundak kekarnya dan duduk di sana.


Andhika merasakan bahwa Berserk menguatkan otot otot kaki nya dan Berserk pun melesat ke udara.


"Whoooo, loncatan yang bagus. Tapi, ini lebih bagus di sebut terbang dari meloncat..." Kata Andhika di udara sambil melihat tempat persembunyian nya dari udara.


Setelah melesat sekitar 15 detik, Andhika merasakan bahwa kekuatan terbang Berserk mulai melemah dan mulai turun.


baammm!!!


Kaki Berserk menyentuh sebuah tanah bukit.


Benturan kaki Berserk dan tanah bukit menimbulkan suara cukup keras dan membuat kepulan debu ke udara.


Setelah kepulan debu itu mulai menghilang, Andhika melompat dari pundak Berserk.


"Kita ada di mana ini?" Kata Andhika sambil melihat ke kiri dan kanan.


Di tempat ini masih banyak sekali gedung-gedung, berarti tempat ini masih ada di Jakarta.


Andhika sedikit heran, karena di Jakarta masih ada sebuah daratan tinggi, ya walaupun bukit ini tidak terlalu tinggi.


Andhika mengerutkan keningnya saat melihat sesuatu tempat di bawah bukit ini.

__ADS_1


Andhika melihat sebuah mall, seperti nya mall itu memiliki banyak pengunjung dengan melihat banyak kendaraan yang terparkir.


"Ini hari Jum'at kan?" Kata Andhika.


Andhika pun memasang senyum jahat.


"Aku dapatkan sebuah ide. Ayo kita kembali, Berserk."


Berserk hanya mengangguk, Andhika melompat ke pundak Berserk.


Berserk pun melesat lagi dan pergi menuju ke tempat persembunyian mereka.


••••••••••°°°°°•••••••••


Mobil Pak Bobi sampai ke sekolah ilmu seni dan bela diri, Laura turun dari mobil dan melihat bahwa tempat ini begitu pelosok sekali.


"Mari lewat sini..." Pak Bobi


Laura mengikuti Pak Bobi, tempat ini begitu pelosok bagi Laura.


Ya, dia tinggal di perkotaan di Jerman dan saat dia melihat ke sekolah teknik seni ini begitu sangat pelosok, di sini hanya ada bukit, dan pesawahan.


Tapi, sebenarnya ada sebuah sekolah besar yang misterius di sini, menurut Leonarda sekolah ini tidak bisa bisa di lihat oleh orang yang tidak punya kekuatan supranatural di tubuhnya.


Mereka masuk lewat jalan belakang, tempat ini punya gerbang yang sangat besar, tapi itu cuma formalitas agar terlihat seperti sekolah pada umumnya.


Setelah memasuki ke dalam wilayah sekolah, Laura tersenyum pahit dan ternyata hal yang dia pikirkan bener-bener menjadi kenyataan.


Sekolah yang ada di bawah kaki gunung, sekolah luas yang misterius dan tentunya sekolah ini akan bener bener super sepi.


Karena orang yang bisa mengunakan teknik seni adalah minoritas, bahkan rata-rata orang lain juga tidak tahu ada orang punya kekuatan yang di sebut teknik seni.


Ini bukanlah sekolah tapi tempat perkumpulan rahasia.


Mereka berdua jalan menuju tempat seperti nya ini adalah tempat seperti ruang OSIS.


Pak Bobi mengetuk pintu 2 kali.


"Masuk..." Kata seorang laki-laki.


"Permisi...."


Pak Bobi pun membukakan pintunya dan mereka berdua masuk kedalam ruang itu.


Di dalam sana ada 5 perempuan yang mengunakan seragam yang sama.


Sepertinya mereka adalah murid sekolah ini.


Sepertinya, Luara bisa akrab dengan nya.


Dan ada seorang laki-laki yang duduk didepan meja, dia mengunakan kacamata dan mengenakkan seragam yang sama seperti gadis itu.


"Selamat datang, maaf aku karena memanggil mu secara tiba-tiba. Kondisi sekarang kian memburuk...." Kata seorang laki-laki yang mengunakan seragam abu dan mengunakan sebuah kacamata.


Dia berdiri dari sofa nya, Laura melihat nya tersenyum kira-kira umur nya mungkin hampir 40 tahun.


Jadi, dia adalah kepala sekolah. Pak Tomi Baskara?


"Aku sudah mengiranya, bahwa Indonesia lagi dalam masalah yang cukup besar...." Kata Laura.


"Aku senang dirimu sampai dengan selamat, benar yang di katakan Pak Tomi, sekarang kita sedang dalam masalah yang cukup gawat. Di tambah kita sedang kekurangan orang untuk menjalankan misi...." Kata laki-laki yang duduk di depan meja.


"Begitu ya? Apa yang sudah terjadi?"


Sebelum menjawab dia mempertemukan kedua jari tangan nya.


"Orang yang membuat masalah muncul nya, makhluk tak kasat mata adalah salah satu dari keluarga petinggi..."


Laura mengangkat kening nya.


"Keluarga petinggi itu..... Sama seperti Leonarda kan?"


Orang itu mengedipkan matanya sebelum menjawab pertanyaan Laura.


"Ya.... Dia adalah sepupu nya Leonarda, Ryan Chandra."


Laura menggigit bawah bibirnya tidak percaya, ternyata orang yang telah membuat kekhawatiran di masyarakat dan yang telah mempermainkan emosi orang-orang adalah salah satu dari keluarga petinggi.


Itu pasti menjadi kenyataan yang pahit bagi mereka yang bertugas untuk menuntaskan masalah kumunculan aura negatif ini.


Tapi, ternyata orang yang menciptakan aura negatif itu dan menjadi makhluk tak kasat mata yang merepotkan mereka sebenarnya adalah salah satu dari keluarga mereka.


"..... Di tambah kita sedang kekurangan orang untuk menjalankan misi, jadi kami ingin kamu siap jika harus menjalankan misi."


"Begitu ya? Aku siap jika harus pergi sekarang juga."


"Terima kasih..." Laki-laki itu tersenyum.


"Ngomong-ngomong ada apa? Kenapa kita kekurangan orang?"

__ADS_1


Setelah Laura mengatakan itu, mata yang berada ada di balik kacamata itu melirik kearah lima anak perempuan yang sedang berdiri di dekat nya.


Laura merasakan aura yang begitu mereka dari mereka, Laura merasakan bahwa mereka seperti sedang marah dan kesal.


Laura tau mereka tidak marah kepadanya,tapi aura yang mereka keluarkan membuat Laura merinding.


Apa yang sebenarnya terjadi?


"Salah satu teman perempuan mereka berlima telah meninggal terbunuh oleh orang yang bernama Ryan Chandra...."


Wajah Laura langsung puncat mendengar hal itu.


"Di tambah temen laki-laki mereka juga sepertinya masih trauma atas kematian teman nya dan juga masih sedikit kurang sehat gara gara pertempuran nya dengan Ryan Chandra..."


Orang yang bernama Ryan Chandra itu terdengar sangat merepotkan dan menyebalkan, Laura berpikir bagaimana jika dia bertemu dengan nya?


"Bahkan salah satu rekan kami yang kami andalkan, yaitu Leonarda juga masih trauma atas kematian adik kelasnya, dan di tambah karena jebakan yang di buat oleh Ryan Chandra membuat dia tidak mau keluar kamarnya."


Laura mengepalkan tangannya.


"Bahkan orang sekuat Leonarda juga bisa sampai trauma?"


"Ya, kamu pikir Leonarda adalah yang terkuat kan?"


"Ya...."


"Sebenernya, masih ada orang yang lebih kuat dari Leonarda, tapi saat ini..... Dia sedang koma karena terluka gara-gara serangan Ryan dan membuat kita sangat kekurangan kekuatan tanpa ada nya dia, dia adalah guru kita di sekolah ini, penguna teknik seni, Terkuat Panca...."


Laura berpikir setelah mendengar perkataan nya, dan sepertinya orang bernama Ryan Chandra ini bener-bener orang yang sangat merepotkan.


"Seperti itu ya? Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu kalian mengunakan kekuatan yang ku punya..."


Orang itu tersenyum.


"Terimakasih. Aku sangat senang kamu membantu Laura Kiehl, bukan? Namaku Rava anak kelas 3 SMA ilmu seni dan bela diri"


Laura menunduk untuk berterima kasih karena dia bisa di andalkan untuk kedepannya.


"Dan juga mereka berlima adalah anak kelas 1, mereka cukup andalkan semoga kamu bisa membantu mereka sebagai kakak kelas mereka."


Laura melihat mereka berlima, semua menunduk kepadanya.


Anak perempuan yang memiliki rambut panjang berwarna hitam ke coklatan itu tersenyum kepadanya, dan Laura berpikir mungkin dia bisa akrab dengan nya.


"Dari kiri ke kanan, nama mereka adalah Nika,Salsa,Raina,Raya dan Lia." Kata Rava memperkenalkan mereka berlima.


Mereka berjabat tangan sambil berkenalan.


"Aku meminta kerja sama dan bantuan nya, Kak Laura..." Kata Nika sambil tersenyum.


Ahhh.... Dia pasti anak yang baik. Pikir Laura.


"Aku juga mengandalkan mu, Nika."


Mereka berlima sedikit berbincang-bincang sama hal seperti anak perempuan SMA biasa untuk mengakrabkan diri.


Menurut Laura mereka berlima anak yang baik dan ramah kepada nya.


"Sepertinya, kalian sudah berkenalan ya? Laura apakah kamu siap bila harus menjalankan misi dalam waktu dekat?" Tanya Rava.


Laura melihat kearah Rava dengan serius.


"Tentu saja. Aku datang kesini untuk itu."


Rava tersenyum dengen kesiapan seorang perempuan bernama Laura Kiehl ini.


"Kalau begitu sekarang istirahatlah, kamu baru tiba dari Jerman bukan?"


"Ya."


Pintu ruangan ini terbuka lagi, dan itu ternyata adalah Pak Bobi.


"Apakah anda sudah menyiapkan kamar untuk Luara, Pak Bobi?" Tanya Pak Tomi yang sedang duduk di sofa.


"Sudah, aku sudah menyimpan barang barang, Nak Laura di kamar jika kamu ingin istirahat sekarang aku akan membawa mu untuk menunjukan kamar mu sekarang..." Kata Pak Bobi.


"Begitu ya? Terimakasih Pak Bobi, kalau begitu aku akan istirahat sebentar, jika ada sesuatu Kalian bisa memberikan tahu aku." Kata Laura.


Mereka semua yang ada di ruang ini mengangguk.


Setelah itu Laura meninggalkan ruangan Rava dan segera mengikuti Pak Bobi yang menunjuk kamarnya.


Setelah melihat kamarnya, dia pun memasuki kamarnya dan berniat untuk mengunakan waktu nya yang singkat ini untuk beristirahat.


Bersambung...


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)


Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.


__ADS_2