Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 32 insiden di sebuah mall bagian 2


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Di perjalanan menuju ke mall itu, Rava dan Laura melihat sebuah tablet milik Pak Bobi, di tablet itu memperlihatkan denah mall itu.


Denah ini memiliki 5 lantai, lantai pertama adalah yang paling luas dan juga tempat yang paling banyak pengunjung nya.


Karena banyak orang yang masuk dan keluar di lantai ini, dan pasti makhluk tak kasat mata tingkat lanjut itu sedang membuat kekacauan di lantai 1. Tapi, itu tidak menjamin bahwa ke empat lantai ke atas tidak dalam bahaya.


Jadi rencana Rava adalah mengurangi jumlah pengunjung yang masuk dan mengevakuasi korban yang ada di dalam mall itu dan menonaktifkan aura negatif nya.


Di luar mall dan semoga makhluk itu tidak terlalu melukai pengunjung.


"Apa kamu sudah memikirkan rencana kita,Rava?" Tanya Laura.


Pertanyaan Laura membuat Rava sadar dari lamunannya.


"Y-ya... Aku akan membuat sebuah barier di luar mall untuk mengurangi jumlah pengunjung yang masuk dan kamu masuk ke dalam mall untuk evakuasi pengunjung terutama orang yang mengeluarkan aura negatif, kamu bawa pengunjung itu untuk segera keluar dari sana, tapi kamu juga harus mementingkan keselamatan mu juga...."


Laura tersenyum.


"Baiklah! Aku akan mengikuti rencana mu." Jawab Laura.


Setelah sekitar 2 jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di mall yang berada di Jakarta timur.


Mereka berdua turun dari mobil, dan segera bersiap-siap.


"Kalian berdua hati-hati lah..." Kata Pak Bobi


"Ya. Mungkin kami membutuhkan para indigo lainnya, untuk menjaga mall ini dari luar agar tidak ada pengunjung yang masuk lagi." Jawab Rava.


"Kalo begitu, aku akan menghubungi beberapa orang..."


"Terimakasih! Ayo kita harus segera bergegas Luara."


Laura mengangguk dan mereka berdua segera berlari mendekati mall itu.


Sesampainya di depan gerbang, mereka berdua berpisah Laura akan masuk kedalam sesuai rencana dan Rava akan mencari tempat sepi agar dia bisa mengunakan teknik seni nya dengan leluasa.


"Aku serahkan padamu, Laura!"


"Ya, percayakan ini kepada ku."


Rava sedikit mengelilingi sekitar mall dan akhirnya dia menemukan tempat yang tepat, tempat ini ada di bagian belakang mall.


"Barier di aktifkan!"


Rava memejamkan mata dan melipat jari tangan kanan selain jari telunjuk dan tengahnya.


Cahaya transparan berwarna ungu muncul menutupi semua area Mall.


"Semoga dengan rencana ini, kita bisa segera menyelesaikan masalah ini."

__ADS_1


***************


Laura masuk kedalam mall, dia melihat keadaan di lantai 1 yang begitu memperhatinkan.


Sudah banyak korban yang berjatuhan di sini, sudah ada sekitar 12 orang yang sudah tidak sadarkan diri.


Lantai yang berwarna putih sudah bercampur dengan warna merah darah.


Ada banyak orang yang masih hidup di sini, walaupun wajah mereka begitu pucat, dan sudah ada 8 orang yang mengeluarkan aura negatif di tubuhnya.


Luara melihat ke setiap sudut lantai 1 dan ada sebuah CCTV di sana, pasti ada sesuatu yang terekaman di sana, tentang hal yang terjadi di sini.


"Kalian semua dengarkan aku! Cepat keluar dari tempat ini dan berlindung kepada teman ku yang berpakaian sama seperti ku!" Teriak Laura.


Semua orang yang ada disana melihat Laura dengan mata sayu ketakutan.


"Cepat! Atau nyawa kalian yang akan dalam bahaya!"


12 orang itu berusaha untuk bangkit dan lari kearah pintu, mall.


Mereka berhasil selamat, tapi dia merasakan ada sesuatu yang melesat kearah nya.


Sebuah benda hitam panjang,melesat kearah Laura, benda sejenis besi hitam itu hampir saja mengenai kepala Laura.


Untung saja, Laura masih bisa menghindari dan hanya rambut hitam pirang panjang yang sedikit terkena besi itu.


Laura melihat dengan tatapan curiga ke arah datang nya besi itu, tapi. Dia tidak merasakan sesuatu di sana.


Dia sedang melihat ke arah datang besi hitam itu, tiba tiba dia merasakan akan ada sesuatu yang besar datang dari atas kepalanya.


Dia melihat ke atas dan sosok makhluk hitam berkulit gelap, bertangan empat dan telanjang dada.


Datang dari atas kepalanya, dia membawa senjata sejenis pedang yang sangat besar, makhluk itu menghantamkan pedang nya ke arah Laura.


Dengan Refleks yang cepat, Laura berhasil menghindari serangannya itu dengan cara jungkir balik ke belakang dan melompat ke arah tangga Eskalator yang masih berjalan.


BAMMM!!


Hantaman pedang itu menimbulkan suara keras dan kepulan debu karena lantai mall ini langsung rusak di hantam pedang besar itu.


Sambil melihat dari atas eskalator yang sedang berjalan ke atas tepat nya ke lantai dua.


Laura berpikir untuk segera memusnahkan makhluk ini, di saat dia sedang melihat makhluk itu.


Tiba tiba Makhluk itu meloncat ke arahnya dan menghantamkan lagi pedangnya, Laura melompat kebelakang.


Dia melihat eskalator yang hancur terkena serangannya, eskalator itu mengeluarkan percikan listrik dan membuat yang tidak berfungsi lagi.


Laura yang masih melayang di udara, hanya bisa berfikir beberapa detik. Dia tidak punya banyak strategi lagi dan tidak punya hal yang bisa dia lanjutkan.


Selain mengunakan teknik seni nya, dia mengangkat kedua tangan ke arah si makhluk bertangan empat itu.

__ADS_1


Dia melayang di udara dengan elegan, kepala dia ada bawah dan kaki dia atas, menggangkat kedua telapak tangannya di depan dadanya.


Mengeluarkan sebuah bola yang berwarna biru muda seukuran bola voli, bola yang terbuat dari kekuatan supranatural.


Bola itu melesat dari tangan nya dan mengarah ke kepada makhluk itu.


Makhluk itu siap untuk menahan serangan dari Laura itu, dia mencoba memukul bola supranatural itu, seperti seorang pemukul dalam olahraga baseball.


Tapi, pedang besar itu hancur berkeping keping mengenai bola itu.


"Teknik ku itu adalah membentuk kekuatan supranatural menjadi bola dan apa saja yang tersentuh oleh bola itu pasti akan hancur."


Setelah mengatakan itu, tangan Laura menyentuh lantai mall lantai 2, sebelum makhluk hitam itu sifat menyerang nya lagi.


Dia segera berlari untuk melihat apakah masih ada pengunjung yang terjebak di lantai 2.


Tempat ini di isi pertokoan seperti roti dan toko sepatu & sendal, tidak ada orang di sekitar sini.


Apakah mereka sudah melarikan diri?


Laura berbelok ke arah kiri dan melihat ternyata banyak orang di sini, terutama anak-anak.


Tempat ini adalah tempat bermain untuk anak-anak.


Ada 7 anak disini semua seperti trauma, ada 8 orang dewasa apakah mereka orang tua anak itu?


2 di antara mereka ada yang bergeletak di lantai, seperti nya mereka sepasang suami istri, mereka sudah berlumuran darah.


Sepertinya mereka sudah meninggal dunia dan anak yang ada di depannya terlihat murung dengan hal itu.


Dan juga aura negatif memulai keluar darinya.


Ada 4 aura negatif yang keluar dari orang dewasa itu, dan 7 dari anak-anak, pasti anak anak itu akan mengalami shock yang berat setelah kejadian ini.


Dan ada 2 orang yang meninggal di sini.


Laura mendengar suara yang keras di belakang nya dan ternyata si makhluk bertangan empat itu datang menyusulnya ke lantai 2.


Laura berbalik dan melihat nya dengan keberanian yang dia punya, Luara mendengar orang-orang yang ada di belakangnya memekik ketakutan.


Laura mengangkat nya sambil berkata.


"Tenang saja! Aku pasti akan membukakan jalan agar kalian bisa keluar dari sini."


Bersambung....


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)

__ADS_1


Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.


__ADS_2