Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 13 Ketakutan di Laut selatan bagian 3


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Beberapa menit sebelum aura negatif super banyak di nonaktifkan.


Abian, Salsa, dan Raya sudah siap untuk menghadapi Ratu laut selatan itu.


Makhluk tak kasat mata tingkat tinggi, ada yang bisa berbicara dan bisa mengunakan akal sehat untuk menghabisi yang di anggap lawan nya.


Mereka bertiga saat ini sangat ketakutan. Mereka takut gak bisa menahan makhluk tingkat tinggi ini.


Dan yang mereka takutkan adalah akan terjadi Tsunami jika terus seperti ini.


"Raya! Baca pikiran ku dan beritahu Abian tentang rencana yang ku pikirkan..."


"Baik...."


Raya pun memejamkan mata nya dan hal yang di pikirkan Salsa. Tiba tiba muncul di kepala Abian.


Rencana Salsa adalah untuk mengunakan kekuatan Abian untuk meminjam kekuatan Salsa. Agar Abian bisa menjadi umpan akan Sasla bisa menyerang makhluk itu.


Sedangkan Raya bertugas untuk melihat gerakan Ratu laut selatan jika bisa menghindari serangan mereka berdua.


Abian dan Salsa pun berjabat tangan untuk pertama kalinya, rambut Abian pun memutih.


Setelah berhasil mengcopy kekuatan Salsa. Abian pun berlari mendekati Ratu laut selatan itu.


Abian mengeluarkan sebuah pedang es yang lebih besar dari padang cahaya yang sering dia pakai.


Abian berlari untuk menyerang punggung Ratu laut selatan itu. Tapi, tentu saja Dia tidak akan mudah di serang seperti itu.


Ratu Laut selatan menahan pedang es Abian dengan trisula nya.


Abian hanya bisa tersenyum karena serangannya sebenarnya akan datang dari Salsa.


Salsa mengeluarkan puluhan pedang es. Tidak, sepertinya bisa sampai ratusan dan pedang itu di arahkan ke arah Ratu laut selatan.


Pedang pedang itu melesat kearah Abian dan Ratu laut selatan.


Melihat itu, Ratu laut selatan pun siap untuk menahan dengan tembok yang terbuat dari air.


"Teknik air mu sangat tidak di untungkan melawan teknik seni ku!"


Setelah pedang es milik Salsa menyetuh tembok air nya pun membeku dan Abian pun membuat tembok dari es untuk melindungi dirinya dari serangan Salsa.


"Ratu Laut selatan itu menghilang entah kemana!" Kata Raya.


Raya pun melihat bahwa ada genangan air di bawah kaki Salsa.


Raya mundur 2 langkah.


"Awas Salsa di bawah mu!"


Salsa pun merespon serangan selanjutnya dari Ratu laut selatan itu, Salsa pun meloncat untuk menghindari serangan dari bawah pasir pantai.


Karena masih ada waktu beberapa detik sebelum kekuatan Salsa menghilang, Abian pun berlari untuk menyerangnya lagi.


Kaki Salsa pun menyentuh pasir karena melihat Abian akan menyerang nya dengan sekuat tenaga.


Maka Salsa pun berpindah tempat ke arah sebaliknya dari Abian. Dia pun mengeluarkan pedang yang sama dengan Abian.


Dan siap untuk menyerang. Salsa pun berlari mendekati Ratu laut selatan itu dan berniat agar di bisa menghempit Ratu laut selatan itu dengan serangannya dan Abian.


Tapi sebelum serangan itu terjadi, Ratu laut selatan itu pun menghilang. Dan ombak laut pun kembali muncul dan membasmi sepatu mereka.


Abian bernafas lega, mungkin Pak Panca berhasil menonaktifkan aura negatif nya.


"Sepertinya, Pak Panca berhasil. Ayo kita segera kembali ke yang lain nya."


Raya dan Abian mengangguk dan mereka pun berjalan untuk berkumpul sambil memastikan kondisi Raina.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Nika melihat Pak Panca tergeletak tidak sadarkan diri, apa yang terjadi padanya?


Darah dari tubuh Pak Panca mulai mengalir di pasir pantai.


Di saat Nika akan berjalan mendekati Pak Panca, tiba-tiba ada sosok laki-laki yang melayang di udara. Kaki nya menyentuh pasir.


Dia membawa sebuah pedang, pedang itu terlihat berdarah. Nika berpikir apakah dia yang melukai Pak Panca?


Laki laki itu terlihat muda, mungkin seumuran dengan kakak nya.


Siapa sebenarnya dia? Apakah dia makhluk tak kasat mata? Tidak, dia seorang manusia yang mengunakan teknik seni.


Dia seorang pengguna teknik seni.


"A-apa yang kamu lakukan?! Siapa kau?"


"Kau tidak perlu tau siapa aku. Tapi, tujuan ku adalah untuk membunuh kalian...."


Laki laki itu melayang mendekati Nika dan siap untuk menebas Nika. Tapi, sebelum tebasan nya mengenai Nika.


Kerah Jas Nika di tarik oleh Lia, dan tebas itu hanya menggores lengan kiri Nika, walaupun cuma tergores. Lengan Nika sedikit berdarah karena nya.


Sonia pun gak tinggal diam dia berjalan kebagian kiri Laki laki itu dan dia pun mengembangkan pipinya.


"AAAAAAAAAAAAAAA!!"


Sonia mencoba untuk menyerang. Tapi, dia bisa menghindari serangan Sonia dengan mudah.


Dia melihat ke arah Nika dari udara dan siapa untuk menyerangnya lagi.


Laki laki itu mengincar Nika?


"Kau bisa mengunakan teknik seni cahaya ya kan?" Dan juga teknik mu bisa menyembuhkan benar bukan? Jadi aku harus membunuh mu terlebih dahulu."


Laki laki itu melesat dari udara dan siap untuk menebas Nika lagi.


"Teknik es? Keluarga Chandara ya?"


Siapa sebenarnya dia? Kenapa dia tau tentang keluarga petinggi.


"Siapa sebenarnya kau ini?! Dan apa yang kau lakukan kepada Pak Panca?!" Teriak Abian.


"Kau tidak perlu tau siapa aku. Tapi, tujuan ku adalah membunuh kalian semua dan menghancurkan sekolah kalian dan para keluarga petinggi."


"Hah!?"


Salsa memunculkan pedang-pedang es nya dan menyerang seperti yang dia lakukan saat menyerang Ratu laut selatan.


Laki laki itu tetep tersenyum santai, walaupun Salsa menyerang dirinya dengan puluhan pedang.


"Aku pinjam pedang mu ya?"


Laki laki itu menangkap pedang es milik Salsa dan dia pun menggunakan dua pedang di tangan nya.


Dia pun menangkis dan menghindari pedang pedang Salsa.


Dia bisa menangkis dan menghindari semua serangan Salsa, dia merasakan hawa membunuh dari belakang punggung.


Dan ternyata, Sonia sudah siap menyerang lagi.


"AAAAAAAAAAAAAAA!!"


Tapi, dia bisa menghindari nya lagi, dia melayang lagi dan siap menyerang punggung Sonia.


"Kau merepotkan juga ya!"


Di saat dia akan menebas Sonia, Lia tiba tiba menendang lengan nya, dan membuat dia mundur beberapa langkah.

__ADS_1


"Tendangan 10X"


Dia merasakan seperti lengannya terus di tendang 10 kali dan setiap serangannya terus bertambah.


Membuat nya terpental, Nika bergerak dengan cepat dan Salsa pun membekukan pasir yang dia injak dan dia bergerak dengan cepat seperti sedang main sepatu luncur.


Setelah dekat dengan laki laki itu, Salsa membekukan nya. Dan Nika pun menyerang nya dengan pedang nya sampai es itu terbelah.


Tapi, orang itu tidak ada di dalam es yang di buat Salsa.


"Di atas!" Teriak Raya.


Mereka semua pun melihat ke atas. Dan orang itu sedang melayang di udara.


Kenapa dia tiba tiba muncul di atas? Pikir Abian.


Abian berjalan mendekati Sonia, dan mengajak nya berjabat tangan.


"Sonia! Ku mohon pinjaman kekuatan mu lagi!"


Sonia melihat Abian dan mengangguk.


Mereka pun berjabat tangan, dan rambut putih.


Orang misterius itu kaget melihat perubahan Abian yang secara tiba-tiba. Dan yang membuat dia terkejut adalah kekuatan supranatural nya meningkatkan.


"AAAAAAAAAAAAAAA!!!"


Sonia menyerang lagi, karena dia terlalu fokus memerhatikan Abian dia pun terkena serangan Sonia dan membuat dia pun jatuh dari ketinggian.


"AAAAAAAAAAAAAAA!!"


Abian pun menyerang nya, dan berhasil mementalkan dia cukup jauh dan membuat nya berguling guling di pasir.


Dia sudah babak belur, tapi dia berusaha untuk berdiri. Dia pun tersenyum melihat Abian.


"Kalian luar biasa! Tapi, aku pasti akan mengalahkan kalian semua!"


"Siapa sebenarnya kau?" Tanya Abian.


"Nama ku tidak penting! Tapi, kalian akan mengetahui nya siapa aku."


Dia pun melayang dan melesat di udara entah kemana.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Rava sedang ada di ruangan pribadinya, sambil melihat sebuah surat yang di kirim teman nya dari Eropa.


Tiba-tiba smartphone nya bergetar dan itu adalah telepon dari adiknya Nika.


"Halo, ada apa? Apakah misi kalian sudah selesai?"


[Misi kami sudah selesai. Tapi....]


"Tapi?"


[Pak Panca, sekarat!]


"Apa maksud mu!?"


Mana mungkin kan Kak Panca? Ada apa yang terjadi?


Bersambung.....


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)

__ADS_1


Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.


__ADS_2