Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 10 Tragedi gunung berkabut putih bagian 3.


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Abian saat ini tidak bisa berpikir apa-apa.


Nika dan Lia tidak sadarkan diri, mental Sonia hancur karena rasa bersalah telah melukai teman nya.


Saat ini makhluk itu melihat Abian, makhluk itu kemudian meniupkan kabut nya ke arah Abian.


Abian refleks menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tapi tiba tiba kabut yang di gunakan untuk menyerang dirinya. Tiba tiba menghilang.


Dan sosok makhluk tak kasat mata yang ada di depan nya juga menghilang.


Kabut tebal di sekitar Gunung ini juga menghilang dan hanya menyisakan kabut tipis yang sudah biasa terjadi di puncak gunung sebelum matahari terbit.


Abian mengedipkan mata nya beberapa kali karena makhluk tak kasat mata putih itu menghilang entah kemana.


"Sepertinya di sini dalam masalah besar ya?"


Abian mendengar suara perempuan, dia mengunakan jas hitam yang sama dengan dirinya.


Di memiliki rambut coklat dan menggunakan syal biru muda di lehernya.


Siapa dia? Pikir Abian.


"Kamu tidak apa-apa, Sonia?"


Mata sayu Sonia melihat perempuan yang memanggil nya.


"S-salsa? Aku baik baik saja, tapi...."


Salsa?


Abian pun melihat Nika dan Lia yang tidak sadarkan diri. Dia pun berjalan mendekati mereka untuk memastikan bahwa mereka tidak apa-apa.


Abian bisa bernafas lega karena mereka masih bernafas.


"A-aku melukai, Lia dengan kekuatan ku...."


"Tenang saja! Mereka berdua masih bernafas...."


"Ngomong ngomong kamu siapa? Aku tidak mengenalmu, dan pakaian itu?"


"Oh, maaf aku telat memberi tau nama ku. Nama ku Abian, aku baru masuk ke sekolah ilmu seni dan bela diri...."


"Baru masuk? Kelas 1? Nama ku Salsa Chandra, salam kenal Abian semoga kita bisa bekerja sama untuk misi ke depan nya dan juga aku minta maaf karena merepotkan kalian untuk menyusul kesini...."


Salsa mengatakan nya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Tapi, dia berbicara dengan ramah.


"Ya, aku kelas 1. Tapi, aku baru datang kesini dan belum mengetahui banyak tentang dunia teknik seni jadi mohon bantuannya ya..." Jawab Abian tersenyum kepada Salsa.


*Mengangguk* "Aku mengerti...."


Nika mengerakkan tubuh nya, dan membuat suara gesekan di tanah dan membuat Abian bisa mendengar suara itu.


"Nika? Apa kau baik-baik saja?"


"Ugh...."


Nika membukakan mata nya.


"...... Abian? Aku baik-baik saja."


"Syukurlah.... Lia masih belum sadarkan diri. Apakah kau bisa menyembuhkan nya?"


Nika pun melihat Lia yang tidak sadarkan diri di sampingnya, dan dia pun berusaha untuk bangkit dan mendekati nya.


Nika mengeluarkan cahaya kuning dari telapak tangannya dan menempelkan nya di atas dada Lia.


Di sela dia menyembuhkan Lia. Nika melihat Salsa.


"Kamu sudah menonaktifkan aura negatif nya kan? Salsa?"


"Ya, aku sudah menonaktifkan nya. Dan desus yang beredar tentang orang yang menghilang tahun lalu itu, sepertinya masalahnya berasal dari sana...."


"Sepertinya yang dipikirkan, Lia itu bener ya?"

__ADS_1


Abian masih belum mengerti maksud perkataan Lia saat di warung tadi.


"Maaf, aku masih belum mengerti perkataan Lia itu..." Kata Abian.


"Aku sudah menduganya, Lia berpikir bahwa orang yang menghilang setahun kemarin adalah yang membuat makhluk tak kasat mata berkabut ini, aku yakin dia takut gara gara kabut gunung ini yang alami nya suka berkabut tipis atau bahkan tebal."


"Hmmmm..... Begitu ya? Sepertinya pada saat itu gunung ini sedang berkabut cukup tebal dan membuat dia takut dan sepertinya makhluk tak kasat mata itu pun muncul. Tapi, kenapa makhluk tadi itu berwujud manusia?"


"Aku tidak tau kalo soal itu....."


"Jadi wujud makhluk itu menyerupai seorang wanita?" Tanya Salsa yang sepertinya tidak mengetahuinya.


"Itu benar, wujud dia seorang wanita. Tapi dia itu tingkat tak terdaftar,loh...."


"Tingkat tak terdaftar? Maaf aku telat menonaktifkan aura negatif nya, jadi kalian semua harus babak belur seperti ini...."


"Ya, itu bukan apa-apa kau tidak usah memikirkan nya, kami semua baik baik saja...."


"Aku bersyukur....." Untuk pertama kalinya Abian melihat Salsa tersenyum.


"Huuh...." Nika bernafas lega dan menghilangkan cahaya kuning dari telapak tangannya.


"Luka Lia sudah ku sembuhkan...."


Nika mengusap kening nya dengan tangannya kanannya.


"Tapi, Lia masih tidak sadarkan diri..."


"Biarkan saja dia beristirahat. Dia bangun lebih cepat dari biasanya untuk datang ke sini, Sonia! Lia baik-baik saja kamu tidak perlu merasa bersalah setelah dia sadar minta maaf lah...."


Abian melihat Sonia yang masih menunduk lesu.


"Kenapa kau tau, Lia terluka karena kesalahan Sonia?"


"Aku masih sempat sadar tadi, dan ternyata kejadian itu beneran terjadi, makhluk tak kasat berakal itu mengerikan...."


"Begitu ya? Terus sekarang apa?"


"Tentu saja kita harus memberi tau pos yang ada di bawah, dan mengabarkan bahwa ada sebuah kerangka manusia yang kita temukan...." Jawab Salsa.


"Kerangka?"


"Siapa yang akan melaporkan nya?" Tanya Abian.


"Biar aku saja, aku bisa mengunakan teknik cahaya ku biar bisa cepat kesana, dan kamu gendong Lia ya." Jawab Nika.


"Aku?!"


Nika pun menghilang.


Setelah Nika melaporkan kejadian ini, petugas penjaga gunung ini memanggil Basarnas dan mengevakuasi kerangka itu.


Dan orang yang menghilang setahun itu adalah anak laki-laki yang seumuran dengan mereka pada tahun kemarin.


Mendengar kejadian ini, orang tua dan kerabat korban berterima kasih kepada Abian dan teman-teman nya.


Mereka semua yang ada di sana menganggap bahwa mereka adalah anak SMA yang sedang mendaki Gunung berkabut putih dan tidak sengaja menemukan seseorang yang mereka cari selama setahun ini.


Karena melihat Lia yang tidak sadarkan diri dan di gendong di punggung Abian, para Basarnas dan penjaga gunung bertanya apa yang terjadi padanya.


Dan mereka semua beralasan bahwa Lia keseleo dan kecapean.


Abian dan yang lain memutuskan untuk segera kembali ke sekolah mereka dan matahari sudah mulai terbit.


Di saat perjalanan pulang, Abian dan yang lain melihat seorang perempuan yang memiliki rambut panjang terurai.


Setelah melihat Abian dan yang lain di pun berhenti berjalan dan menunduk melihat tanah.


"Jadi kalian yang sudah menemukan Satrio?"


Satrio? Orang yang menghilang itu?


"Ya, kami yang menemukan nya. Lebih tepatnya teman ku ini...." Jawab Nika sambil menunjuk Salsa.


"Begitu ya? Aku ucapan sangat terima kasih, kepada kalian...."

__ADS_1


"Kakak tidak perlu ber terimakasih, karena kami juga cuma kebetulan menemukan nya." Jawab Salsa berbohong.


"Sebenarnya kakak siapa nya, kakak Satrio ini?"


"Aku adalah pacarnya.... Setahun lalu kami berdua berniat untuk menaiki gunung ini tapi kabut nya sedang tebal saat itu dan sebelum kita naik gunung ini Satrio berkata bahwa Kabut ini jelmaan wanita cantik....."


Bingo! Jadi itu alasan kenapa makhluk tak kasat mata itu berwujud wanita.


".... Mungkin Satrio mengatakan hal itu dan membuat dia pun tertimpa mala petaka ini, saat kita sampai di puncak gunung tiba tiba Satrio pun menghilang oleh kabut dan untung nya aku bisa kembali dengan selamat."


Kata nya sambil menahan untuk tidak menangis.


Abian berpikir pasti sakit di tinggal meninggal oleh orang yang di cintai.


"Sekarang kak Satrio sudah di temukan, dan kakak harus mulai untuk mengikhlaskannya, agar Kak Satrio bisa beristirahat dengan tenang." Kata Abian.


"Ya, aku akan berusaha." Jawab nya mulai tersenyum.


Dan mereka pun berpisah karena Abian dan yang lain akan kembali ke sekolahnya.


Abian melihat Sonia yang masih murung.


"Kenapa kau terus murung Sonia? Nika sudah bilang kan? Bahwa Lia tidak apa-apa."


"Bukan begitu. Tapi, teknik seni ku ini pernah membunuh seseorang dan aku hampir saja membunuh Lia."


Sonia pernah membunuh seseorang?


Tapi, Abian harus tetep tenang agar di bisa membuat Sonia ceria dan tersenyum lagi.


"Lia itu murid dengan fisik terkuat seangkatan kita, loh.... Dia pasti tidak akan mati hanya dengan seragam mu itu, aku percaya itu...."


"Tapi...."


"Walaupun teknik seni mu, pernah membunuh seseorang. Kau tidak berniat membunuhkan?"


Salsa melihat Abian karena mengatakan hal itu. Tapi, Nika menggelengkan kepalanya.


Dan membiarkan Abian berbicara.


"..... Kau merasa bersalah dan takut bahwa teknik seni mu akan membunuh seseorang lagikan? Aku percaya mana mungkin orang sebaik dirimu berniat untuk membunuh orang tanpa alasan yang jelas bukan?" Lanjut Abian sambil tersenyum kearah Sonia.


Sonia tidak bisa menjawab dia pun tersenyum lagi.


Abian merasakan bahwa Lia memeluk nya dengan erat dan membuat Abian merasakan bahwa punggungnya menyetuh benda yang lembut selembut marsmellow.


"Hik.... K-kenapa kau mengendong ku dasar laki laki mesum!"


Kata kata yang kasar yang di nantikan bicara pun akhirnya mulai terdengar lagi.


"Aku juga terpaksa! Nika pergi melaporkan tentang kejadian ini, tubuh Salsa terlalu kecil untuk mengendong mu, ya walaupun kau lebih kecil dari nya, dan gara gara kau tidak sadarkan diri Sonia jadi murung loh!"


Mendengar perkataan itu, Lia pun turun dari gendongan Abian, Dia jungkir balik di tanah dan membuat semua orang di sana bingung dan terpukau karena Lia bisa jungkir balik walaupun baru sadar.


"Lia sudah sadar lebih baik kau mengatakan sesuatu pada nya...." Kata Abian kepada Sonia.


"Maaf, Lia. Aku melukai mu." Sonia menunduk ke arah Lia.


"Buat apa kau minta maaf? Itu salah makhluk tak kasat mata itu kan? Aku pikir juga serangan mu akan berhasil, tapi ya di malah menggunakan ku sebagai tameng...." Jawab Lia.


Sonia sepertinya merasa sedikit lega. Karena perkataan Lia.


"...... Makhluk tak kasat mata tingkat tinggi itu menyeramkan mereka bisa berpikir."


"Ya, Makhluk tak kasat mata tingkat tinggi sangat menyeramkan. Jadi kita harus siap menghadapi nya hari ini." Kata Abian.


Sonia dan Salsa melihat Abian dengan bingung.


Sialan kita lupa apa tujuan kita datang kesini!


Bersambung....


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)


Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.


__ADS_2