
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
Setelah selesai rapat, Kak Leonarda mengajak Abian kesesuatu tempat. Tempat itu adalah sebuah gudang.
"Kak Leonarda, kenapa kau mengajakku ketempat seperti ini?"
"Kau bertarung hanya mengunakan teknik seni mengcopy mu kan? Dan juga teknik mu punya limit waktu dan aku punya ide untuk meminjam kan mu, sesuatu. Tapi, lebih baik ini menjadi milik mu saja dah...."
Kak Leonarda membukakan sebuah kardus cukup besar dan mengambil sesuatu di dalamnya.
"Ini adalah pedang pemberian kakek ku. Tapi, sekarang sudah gak ku pakai, daripada rusak karena tidak di gunakan, lebih baik kau gunakan saja, kau bisa mengunakan pedangkan?"
"Aku belum pernah mengunakan pedang. Tapi, saat aku mencoba pedang cahaya milik Nika dan pedang es milik Salsa. Aku bisa mengunakan nya."
Kak Leonarda memegang dagunya.
"Ohhh.... Kau punya bakat yang tersembunyi ya?"
"Kayaknya seperti itu....."
Kak Leonarda menyerahkan pedang nya, kepada Abian.
Pedang ini sejenis katana Jepang.
Abian menarik pedang itu dari sarungnya.
Pedang ini masih bagus. Abian berpikir kenapa Kak Leonarda memberikan pedangnya.
"Pedang ini masih bagus, kenapa kau memberikannya kepada ku?"
"Aku sudah tidak ingin mengunakan nya lagi. Pedang itu pemberian kakek ku, 11 tahun yang lalu. Ya, itu pedang lama."
"Pemberian Kakek, Kakak? Bukan kah ini berharga?"
"...... Ya, dulu ini berharga. Tapi, setelah kakek ku meninggal. Aku tidak ingin mengunakan nya lagi."
"Begitu ya?"
*************
Setelah dari kediaman keluarga Chandra.
Kak Leonarda, Abian, Salsa. Kembali ke sekolah.
Mereka sampai ke sekolah pada pukul 15:00 sore, pedang Kak Leonarda sudah sampai di sekolah, menurut perkataannya pedangnya gak bisa di bawa naik pesawat jadi memutuskan untuk mengirim nya saja.
Pedang Kak Leonarda ada di dalam sebuah tas hitam khusus untuk menyembuyikan pedang nya dari masyarakat.
"Kau juga harus mengunakan nya, Abian. Agar pedang mu tidak menjadi sorotan orang-orang."
__ADS_1
"Begitu ya? Di mana aku harus membelinya?"
"Tenang saja. Aku punya satu lagi, kau gak perlu membelinya."
"Oh, Terima kasih."
"Ya, sama-sama."
Mereka pun berkumpul di ruangan Kak Rava, seperti nya Kak Rava akan membahas untuk misi pencarian besok.
"Jadi, aku akan membahas
misi kalian besok, pertama regu pencaharian dokter bedah untuk, Kak Panca yaitu Lia,Raya dan Raina...."
"Siap!"
"Untuk regu kedua yaitu pencarian orang misterius yang bernama Ryan Chandra, yaitu Leonarda, Abian dan Sonia...."
"Siap!"
"Kalian akan berangkat jam 08.00 pagi, yaitu ke Jakarta, aku masih belum tau di mana letak Ryan. Tapi, aku ingin mencoba mengirim seorang kesana dan juga untuk dokter bedah itu adalah seorang perempuan yang memiliki umur 2 tahun lebih tua dari Kak Panca. Nama dia adalah Arlita, karena dia seorang dokter yang luar biasa jadi posisi dia tidak di ketahui karena dia sering pindah pindah rumah sakit. Tapi yang pasti dia ada di Jakarta."
Misi pencarian ini seperti nya, akan sedikit sulit.
"Untuk yang gak dapat misi, aku ingin kalian tetap siaga, untuk dipersiapkan jika ada misi yang mendadak untuk kalian."
"Siap!"
"Siap!"
Mereka pun kembali ke kamarnya masing masing dan melakukan bermacam macam persiapan.
**********
07:30
"Semua siapkan siapkan?!" Ucap Kak Leonarda.
"Ya!"
"Abian! Ini misi pertama mu tanpa dengan diriku kan?" Tanya Nika.
"Kau! Jangan membebani, Kak Leonarda ya!"
"Lia diamlah! Abian memang tidak berpengalaman. Tapi, dia tidak selemah yang kau katakan..." Kata Salsa.
Abian tersenyum pahit.
"Y-ya, aku akan berusaha untuk tidak membebani Kak Leonarda dan Sonia."
__ADS_1
"Kalau begitu, kalian semua. Kembali lah dengan selamat." Kata Nika sambil tersenyum.
Abian ingin melihat senyuman Nika itu lagi, jadi dia harus kembali dengan selamat.
"Ya! Aku akan kembali dengan selamat."
"Ya, Abian benar..." Kata semua nya yang akan pergi.
Mereka berenam pun pergi dari Ruang Kak Rava dan pergi menuju ke sisi jalan raya karena mereka berenam sudah di tunggu oleh dua mobil Mercedes Benz hitam.
Regu Kak Leonarda menaiki mobil yang di supiri oleh Pak Budi dan regu Lia di supiri oleh Pak Bobi.
Mereka pun pergi ke Jakarta untuk menjalankan misi pencaharian.
****************
Di ruangan kak Rava.
"Mereka sudah pergi ya" kata Rava
"Ya..." Jawab Nika.
"Mungkin misi ini akan cukup sulit, kenapa kakak tidak mengirim kita semua untuk pergi kesana?" Tanya Salsa.
"Aku memiliki dua alasan, untuk tidak mengirimkan kalian. Pertama aku ingin menguji anak kelas satu, terutama seseorang yang pemula seperti Abian dan si jenius kelas 1 Raina untuk menjalankan misi yang lebih serius tanpa seorang pembimbing dan rencana yang pertama ini adalah rencana yang sudah di pikiran Kak Panca."
"Dan yang ke dua?" Tanya Nika.
"Saat ini, Pak Panca sedang koma. Jika yang di rapatkan oleh Leonarda dan para petinggi itu bener maka, ini akan sangat berbahaya untuk sekolah ini atau bahkan dunia teknik seni yang menjadi kacau balau."
"Yang di rapatkan? Maksud nya?"
"Salsa jelaskan...."
"Jadi alasan kenapa aura negatif di Indonesia bisa menciptakan makhluk tak kasat mata dan sedangkan di Eropa tidak ialah karena ada seseorang pengguna teknik seni yang menyalah gunakannya untuk membuat ketakutan ini di masyarakat, dan menggunakan untuk menghancurkan dunia teknik sini. Tapi, ini masih lah sebuah teori..."
"Begitu ya? Dan juga kenapa Kak Leonarda memanggil kakak cengeng? Maaf aku tidak tau apa-apa, apa yang terjadi saat kakak mulai sekolah di sini?"
"Kalo kamu penasaran, biar aku ceritakan awal mula ku menjadi siswa kelas 1 di sini dan lahirnya si siswa terkuat SMA ilmu seni dan bela diri, Leonarda Chandra...."
Rava akan menceritakan masa lalu nya?
Bersambung....
Ikuti penulis di Instagram juga
@taufik_hikigaya
Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)
__ADS_1
Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.