
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
Laura melihat makhluk hitam bertangan empat itu, dia cukup cepat bisa mengejarnya sampai ke lantai 2.
Makhluk ini juga cukup pandai dan merepotkan bagi Laura, beginilah kenyataan dari Makhluk tak kasat mata tingkat yang tidak terdaftar.
Beberapa orang yang ada di belakang punggung Laura begitu ketakutan melihat hal yang mereka tidak percayai ini.
Andai saja mereka tidak berada di ujung tanduk, mereka pasti akan lebih tenang karena gak perlu melihat makhluk mengerikan yang ada di depan mereka ini.
Dengan begitu, Laura tidak punya pilihan lain selain melawan makhluk ini agar dia bisa membukakan jalan untuk orang-orang yang terjebak di lantai 2 ini.
Laura mulai menguatkan kuda-kudanya sambil memikirkan strategi yang efektif agar dia bisa membuka jalan dari hadangan makhluk ini.
Bagian sebelah kiri lantai mall ini ada sebuah lift yang sepertinya masih berfungsi. Dengan lift itu mungkin saja, dia bisa menggunakannya untuk mengevakuasi agar jauh lebih cepat.
Mall ini punya tangga darurat, tapi dalam kondisi mencekam seperti ini, mungkin ada beberapa orang yang tidak sanggup untuk berjalan mengunakan tangga.
Alasan itu, selama masih ada lift yang berfungsi. Laura harus memanfaatkan hal tersebut.
"Kalian semua! Pergilah ke lift itu dan turunlah ke lantai 1!"
Laura berteriak sambil menunjuk lift itu.
Orang-orang yang di balakangnya hanya bisa diam ketakutan.
"Cepatlah! Aku tidak yakin bisa mengalahkan makhluk ini! Tapi, aku akan berusaha melindungi kalian!"
Mendengar teriakkan Laura yang percaya diri, membuat orang dewasa yang ada disana mulai membimbing anak-anak mereka.
Dengan seperti itu, Laura cuma perlu sedikit memancing makhluk ini agar menjauh dari pintu lift.
Laura mulai bergerak ke arah kanan untuk memancing makhluk itu, makhluk itu sedikit terpancing ke arahnya.
Dengan sedikit lubang dari penjagaan makhluk itu, orang-orang itu mulai bergerak sambil menggendong dan menuntun anak-anak mereka untuk segera menuju mendekati pintu lift.
Seperti yang di duga dari makhluk tak saat mata tingkat tak terdaftar yang setara dengan tingkat tinggi ini cukup pandai dan ber insting cukup cepat.
Dia langsung melirik kepada orang-orang yang berusaha melarikan dari dirinya.
Laura tidak membiarkan itu, dia menyiapkan serangan teknik seni nya ke arah kepala makhluk itu yang pandangan-nya sedang melihat ke arah orang-orang sedang berlari menuju pintu lift.
__ADS_1
Tapi, seperti yang sudah di tebak sebelumnya oleh Laura, makhluk itu punya repleks yang tajam dan dia berhasil menahan bola supranatural milik Laura dengan pedangnya seperti yang dia lakukan pertama kali tadi.
Pedang nya kembali hancur karena digunakan untuk melindungi wajahnya dari serangan Laura.
Serangan Laura memang gak berhasil, tapi dia berhasil membuat makhluk ini melihat kearahnya dengan begitu rencana nya untuk membuat dia tertarik kepada dirinya berjalan sukses.
Pedangnya memang hancur, tapi dia bisa memunculkan nya lagi. Makhluk ini tercipta dari kekuatan supranatural yang cukup besar, ya? pikir Laura.
"Lawanmu adalah aku! Hei Makhluk hitam jelek!" Teriak Laura untuk memprovokasi nya.
Makhluk itu seperti manusia yang punya pikiran saat dirinya di hina, dia mengeluarkan suara yang tak enak di dengar oleh Laura.
Seperti yang sudah di pikiran Laura, dia memunculkan pedang besar nya di tangan kanannya dan Laura melihat otot kakinya yang tiba-tiba menguat.
Laura sadar, dia akan melesat ke arahnya dan memang benar. Makhluk itu melesat dengan cukup cepat dan menebaskan pedangnya ke arah Laura.
Untung saja, perempuan atletik dan punya refleks bagus seperti Laura.
Dia bisa menghindari serangan yang bisa membuatnya terluka fatal itu.
Walaupun serangannya sangat berbahaya, tapi Laura berhasil sedikit mengulur waktu beberapa detik agar para pengunjung segera menuju mendekati pintu lift.
Laura tersenyum melihat hal tersebut, walaupun dia hanya bisa mengulur waktu cuma beberapa detik, dan berusaha untuk menghindari serangan-serangan makhluk ini yang berbahaya.
Tapi, itu bukan masalah yang penting pengunjung bisa bebas dengan selamat itu sudah cukup bagi Laura.
Dia hanya perlu menghindari setiap serangannya sudah cukup, dan yang terpenting sekarang adalah mengevakuasi para pengunjung yang terjebak di dalam mall ini.
Tiba-tiba senyuman Laura mulai pudar karena dia merasakan bahwa masih ada seseorang yang berbeda di belakangnya.
Dia melihat kebelakang dan ternyata masih ada satu anak laki-laki yang masih berada di belakangnya.
Kenapa dia tidak melarikan diri bersama yang lain? Pikir Laura
Laura melihat ke belakang. Anak itu tidak menangis tapi wajahnya begitu pucat dan dia terduduk lemas di depan seseorang yang sepertinya sepasang suami istri yang sudah tidak sadarkan diri.
Sepertinya anak ini adalah anak dari mereka berdua, untung saja anak itu belum mengeluarkan aura negatif dari tubuhnya.
Laura hanya perlu membawanya keluar, tapi makhluk di depan nya ini tiba-tiba menghilang dengan sangat cepat.
Kenapa dia bisa bergerak secepat itu!? Pekik Laura.
__ADS_1
Tiba-tiba dia muncul di depan anak yang malang itu, dia menghantamkan pedangnya yang besar ke tubuh anak yang lemah itu.
Pemandangan mengerikan yang membuat emosi Laura meningkatkan, aura supranatural nya yang besar tiba-tiba meledak keluar tanpa kendali.
Aura biru muda yang tebal keluar dari tubuh Laura. Dia meneteskan air mata di mata kirinya tapi tidak dengan mata kanannya.
Emosinya meluap-luap kerena gagal menyelamatkan anak laki-laki itu.
Emosinya telah merenggut akal sehat Laura yang sudah memikirkan strategi secara matang dan sepertinya ini adalah rencana makhluk tak kasat mata tingkat yang tak terdaftar ini, untuk membuatnya tidak bisa mengunakan akal sehatnya.
"AKAN KU MUSNAH KAU!!!! SIALANN!!!" teriak Laura.
Laura berlari dan melompat ke arah makhluk itu, tapi makhluk bertangan empat itu hanya diam tenang melihat kearah Laura.
Makhluk itu sadar bahwa yang paling merepotkan dari Laura adalah kekuatan supranaturalnya yang besar dengan kontrol teknik seninya yang berbahaya.
Makhluk itu menahan tendangan Laura mengunakan lengannya yang kuat dan kekar, walaupun tendangan Laura cukup keras. tapi itu percuma karena kulit Makhluk ini jauh lebih keras.
Setelah mengetahui bahwa kulit Makhluk ini sangat keras, membuat akal sehat Laura sedikit kembali dan emosi yang tiba-tiba merusak semua rencananya kini sedikit terkendalikan kembali.
Tapi, walaupun begitu. Dia sudah terlanjur masuk ke perangkap Makhluk tak kasat mata ini dan Makhluk tak kasat itu menghantam satu lengannya yang kuat ke arah tubuh Laura.
Tentu saja, Laura berniat untuk menghindari serangannya. Tapi sayang sekali tubuh nya terkena serangannya itu.
"Arkh!" Pekik Laura memuntahkan darah dari mulutnya.
Laura terpental dan membentur lantai dan berguling di atas lantai putih itu. dadanya sakit mungkin beberapa tulang rusuk nya telah patah.
Kepala nya juga sangat sakit karena terbentur lantai dengan sangat keras.
Aura yang menyelimutinya tiba-tiba menghilang dan dia memegangi keningnya yang berdarah sambil tertidur di lantai.
Dia melihat cairan merah yang ada di tangannya.
"Jadi aku juga punya darah merah, ya?...." Katanya Lirih.
Apa maksudnya dengan memiliki darah berwarna merah itu?
Bersambung....
Instagram : @muhammad_taufik040801
__ADS_1