
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
Leonarda melompat lompat dari atap perumahan satu ke perumahan lain, dia tidak ingin kehilangan jejak Ryan.
Leonarda tidak tau mau di bawa kemana oleh Ryan, Ryan tiba tiba menghilang mengunakan teknik tingkat lanjut nya, dan muncul di sisi kiri Leonarda sambil menebaskan pedangnya ke arah Leonarda.
Untung saja Leonarda bisa menahannya. Tapi, dia terpental setelah menahan tebas Ryan, tubuhnya yang tinggi membentur tiang listrik.
Leonardo pun jatuh kebawah tanah, tapi dia punya keseimbangan tubuh yang kuat jadi kaki dia masih bisa berdiri di tanah dengan sempurna.
Ryan melayang kearahnya sambil siap menebas Leonarda lagi, Leonarda sadar bahwa tebasannya akan sangat kuat, jadi. Daripada dia menahan tebasannya lebih dia menghindarinya.
Tebasannya Ryan yang kuat merusak pagar kayu yang ada di belakang tubuh Leonarda, melihat ada celah, Leonarda mengarahkan tebasannya ke arah tubuhnya.
Tapi dengan mudah Ryan bisa menghindar dengan meloncat dan melayang, kakinya menyutuh atas pagar kayu itu dan terbang lagi untuk melarikan lagi.
Leonarda pun memutuskan untuk melompat menaiki atas pagar kayu dan meloncat ke dahan pohon dan meloncat loncat lagi untuk mengejar Ryan.
Saat ini Leonarda kesulitan untuk mengejar Ryan yang terus terbang berusaha menjauh dari Leonarda.
Leonardo berlari di atap perumahan, dia berpikir untuk menjatuhkan Ryan, yang dia butuhkan sekarang adalah serangan jarak jauh.
Dia mengingat dan tidak punya pilihan lain selain mengunakan nya, ya teknik tingkat lanjut.
Leonardo memegang kuat kuat gagang pedangnya, bilah baja pedang nya membeku dan mengeluarkan uap putih dari pedangnya.
Dia pun menebaskan pedangnya dan uap putih itu menjadi tebasan jarak jauh, Ryan menyadari serangan Leonarda itu.
Dan hampir saja tebasan jarak jauh itu mengenai nya, tapi Ryan sedikit bergerak dan tebas itu hanya menggores kain baju di pundak nya saja.
Ryan melihat kain yang sedikit terkoyak oleh tebasan jarak jauh Leonarda, ada sebuah es di sisi kain bajunya yang sobek.
Jadi begitu ya? Pikir Ryan.
Yang dipikirkan Ryan adalah tebasan jaraknya juga sama dengan teknik seni nya Leonarda.
__ADS_1
Teknik seni Leonarda adalah apa pun yang terkena tebasannya maka yang tertebas akan beku.
Dan tebasan jarak jauh itu adalah teknik tingkat lanjut dari teknik seni nya.
Ryan melihat atap rumah dan turun ke atas atap itu.
"Jadi itu teknik tingkat lanjut mu ya? Leo?"
"Ya...."
Ryan tersenyum dan bergerak cepat lagi, dia muncul di belakang tubuh Leonarda dan siap menebas punggungnya.
Tapi, Leonarda menebaskan tebasan jarak jauhnya untuk mengenai perutnya, tapi Ryan menghilang dan muncul sisi kanan Leonarda dan menendang pipi Leonarda.
Leonarda pun ambruk di genteng perumahan, melihat pertahanan Leonarda yang terbuka Ryan pun berusaha untuk menebasnya.
Tapi, sebelum tebasannya mengenainya, Leonarda menedang kedua kakinya dan membuat Ryan kehilangan keseimbangan dan Leonarda pun menedang perut Ryan.
Ryan pun jatuh dari atap untung saja dia sigap dengan menggunakan teknik seni nya dan dia pun melayang lagi dan pergi menjauhi Leonarda lagi.
Leonarda meloncati atap perumahan,tiang listrik,dan pepohonan yang ada di sana untuk berusaha untuk mengejar Ryan.
Tapi, Ryan sangat sulit di kejar. Ryan tiba tiba turun ke tanah, Leonarda pun melihat bahwa dia berada di tengah perempat jalan yang sedang kosong tanpa ada kendaraan yang lewat.
Melihat itu, Leonarda melompat ke tiang lampu jalanan dan melesat menebas Ryan, tapi Ryan bisa dengan mudah untuk menghindari serangan Leonarda.
Ryan melayang lagi dan melemparkan sesuatu ke arah Leonarda, Leonarda pun dengan sigap untuk menebas nya dengan pedangnya.
Tapi, beda kubus berwarna emas itu sangat keras karena terbuat dari baja.
"Penjara.... Terbukalah..."
"!?"
Kubus itu pun membesar dan menjebak Leonarda di dalamnya.
__ADS_1
Leonarda begitu terkejut karena dia terjebak di dalam kubus emas ini.
Leonarda mencoba untuk menebaskan pedangnya dengan diding yang mengurungnya.
Tapi, kubus emas ini sangat keras, jika Leonarda terus-menerus membenturkan pedangnya, mungkin saja pedang nya akan patah.
Leonarda pun meloncat ke belakang dan menebaskan teknik tingkat lanjut nya dan tebasan putih jarak jauh nya tetap tidak bisa menghancurkan dinding kubus emas ini.
"Percuma saja, kau tidak akan bisa keluar dari dalam sana. Kau tinggal menunggu saja ajal mu tiba di dalam sana."
Kata Ryan sambil duduk di atas penjara kubus emas itu.
"Benda apa ini? Ini bukan teknik seni mu kan? Katakan teknik siapa ini?" Kata Leonarda.
"Entahlah, aku tidak tau ini teknik sini siapa..."
Ryan pun berdiri diatas kubus emas itu.
"..... Kau nikmati saja, sisa hidup mu di dalam sana."
Ryan pun melayang menuju suatu tempat.
"Sekarang tinggal, mengurus bocah penguna teknik seni copy itu..."
Rencana apa yang akan di lakukan Ryan kepada Abian?
Bersambung....
Ikuti penulis di Instagram juga
@taufik_hikigaya
Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)
Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.
__ADS_1