Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 4 Misi pertama di sekolah di bawah kaki gunung bagian 1


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


"Misi?"


Abian dan Nika memiringkan kepalanya.


"Itu bener, aku meminta Lia untuk menjalankan misi ini tadi pagi. Tetapi,sekarang sudah pukul 15:00 dia masih belum kembali aku ingin kalian menyusul nya."


"Begitu ya? Kemana dia pergi menjalankan misi?"


"Lia pergi ke sebuah sekolah dasar, menurut para indigo melaporkan ada kejadian di sebuah sekolah dasar, ada penampakan makhluk tak kasat tingkat 3."


"Tingkat 3? Dan Bapak menyuruh Lia pergi sendirian?" Tanya Nika.


"Aku menyuruhnya untuk membawamu. Tapi, dia pergi sendiri, kau tau kan keras kepalanya dia."


"Dasar si Lia itu......"


Abian melihat Nika yang sepertinya marah atas tindakan orang yang bernama Lia ini.


"Aku ingin pergi membantu, Lia. Tetapi aku punya misi ke laut selatan, sepertinya makhluk tingkat tinggi akan muncul di sana."


"Laut selatan!?" Ujar Abian dan Nika kompak.


Walaupun Abian awam dalam masalah ini, tapi dia tau bahwa selalu ada hal yang berbau mitos dan mistis di Laut Selatan pulau Jawa.


"Bukan nya. Raya dan Riana di beri misi ke sana?"


"Ya itu bener, aku kira paling tinggi itu cuma tingkat 3, tetapi ternyata tebakanku salah...."


"Jika itu tingkat tinggi, bukankah berbahaya? Jika kalian pergi cuma bertiga?"


"Ya, ini sangat berbahaya. Jadi aku meminta semua anak anak kelas 1 untuk segera menyusul kesana."


"Bukannya, selain Lia. Sonia dan Salsa juga sedang pergi menjalankan misi?"


"Ya, Sonia dan Salsa sedang pergi ke gunung berkabut putih, mereka kami suruh kesana untuk memastikan apakah kabut di sana berasal dari makhluk tak kasat mata atau bukan...."


"Mereka berdua memang yang terkuat di antara kita, tetapi itu bukankah terlalu berbahaya mengirimkan anak kelas satu pergi misi yang masih belum pasti.?"


"Aku juga tidak mau mengirimkan mereka. Tetapi kita harus melakukan apa lagi? Aku ingin mengirim kelas 3 yang lebih pengalaman, tetapi kakak mu tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya sebagai ketua OSIS yang selalu dapat perintah dari petinggi, dan murid kelas 3 lainnya yaitu Leonarda sedang mendapatkan misi ke Eropa."


Abian mendengar percakapan mereka yang begitu serius, tetapi dia hanya bisa menyimak karena tidak mengetahui apa-apa.

__ADS_1


Nika menghela nafas.


"Baiklah kami akan segera menyusul, Lia. Bagaimana dengan Sonia dan Salsa? Apakah kita harus menyusul kesana juga?"


"Aku yakin mereka akan kembali paling telat nanti malam, tetapi kalo mereka belum kembali juga, aku meminta kalian untuk menyusul mereka sebelum matahari terbit dan kalian berlima segaralah susul kami ke


Laut selatan."


Pak Panca tiba tiba melayang dan terbang entah kemana.


"Kalo begitu, ayo pergi menyusul Lia." Ujar Nika.


Abian hanya mengangguk.


Mereka pun mulai berjalan menuju sekolah dasar yang di katakan Pak Panca, di perjalanan menuju kesana.


Abian membuka topik pembicaraan dengan Nika.


"Kata Pak Panca, Lia itu adalah anak yang keras kepala apakah itu bener?"


"Ya, itu bener. Karena dia adalah anak satu satu nya, pemimpin keluarga Baskara saat ini, dia menjadi keras kepala karena kemampuan nya masih kurang untuk menjadi pemimpin generasi selanjutnya, dan membuatnya menjadi sedikit keras kepala."


"J-jadi dia salah satu anak keluarga petinggi, Baskara?"


"Iya itu bener, nama lengkap dia adalah Lia Baskara, Sebenernya dia punya kakak yang seumuran Pak Panca. Tapi, dia meninggal saat SMA saat menjalankan misi."


Abian mengangguk.


Abian mulai paham kenapa anak bernama Lia ini keras kepala. Abian yakin karena meninggal nya Kakaknya dan di tambah beban keluarga petinggi itu pasti mempengaruhi sifatnya.


Tapi, membahayakan diri dengan mengambil misi untuk pertama kalinya dan pergi sendiri tanpa mengajak teman, bukan kah melakukan itu sendirian terlalu nekad?


"Apakah masih ada lagi anak para petinggi yang menjadi murid di sekolah kita?"


"Ya, temen sekelas kita yaitu Salsa adalah anak dari pemimpin keluarga Chandra, dan kakaknya yaitu Leonarda yang seangkatan dengan kak Rava."


"Oh begitu ya? Ngomong ngomong kak Leonarda sedang pergi ke Eropa? Apakah itu benar?"


"Ya itu bener, dia sudah satu tahun pergi ke Eropa untuk mencari tau, apakah manusia di sana banyak yang mengeluarkan aura negatif atau tidak dan juga mencari tau apakah di sana ada orang yang bisa mengunakan teknik seni atau tidak."


"Begitu ya? Enak nya bisa pergi ke Eropa...."


"Bodoh, dia kesana bukan untuk pergi bermain-main."

__ADS_1


"Ahahahaha, maaf. Oh iya saat aku menyerang Pak Panca, Pak Panca bisa menahan pedang cahaya ku dengan sejenis elemen tanah, sebenarnya Teknik seni dia itu bukan angin saja kan?"


"Sesuai namanya, yaitu Panca yang artinya lima. Dia bisa menggunakan 5 elemen yaitu Angin,Air,Api,Tanah,Dan petir. Tapi, sayang nya...."


"Sayang nya?"


"Sayang nya, dia tidak bisa menggabungkan teknik satu dan yang lain nya...."


"Tidak bisa? Menggabungkan? Maksud mu?"


"Ya, Pak Panca tidak bisa menggabungkan teknik nya, contoh nya sepertinya seperti tanah dan air menjadi tumbuhan....."


"Oh, begitukah? Kalo dia bisa melakukan itu pasti dia akan jadi lebih kuat lagi...."


"Padahal kamu baru bertemu dengan nya. Tapi, memang bener dia adalah orang yang terkuat di sekolah kita."


"Begitu ya? Setelah Pak Panca menurut mu siapa yang terkuat?"


"Menurut ku Kak Leonarda, dia adalah penguna pedang yang hebat."


"Pedang? Di jaman sekarang masih pakai pedang?"


"Dia kan menggabungkan nya dengan teknik seni nya, jadi walaupun cuma pedang tentu saja hanya mengunakan pedang saja, dia bisa menjadi yang terkuat."


"Begitu ya? Aku harap bisa bertemu dengan nya."


"Dia adalah orang yang baik, walaupun wajah nya terlihat galak tapi sebenarnya dia sangat baik."


Mereka berjalan memakan waktu 30 menit dan Mareka sampai di sekolah dasar ini.


Tubuh Abian merinding melihat hal yang dari kecil saja dia belum pernah melihat hal yang berbau mistis.


Di atap sekolah dasar itu terlihat sosok yang gak masuk akal, Abian melihat bahwa ini seperti mimpi saja.


Seekor laba-laba raksasa.


Oy? Kita harus mengalahkan laba laba ini?


Bersambung.....


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)


Jika suka cerita ini, bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.


__ADS_2