Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 38 Insiden di sebuah mall bagian 6


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Beberapa puing-puing kecil lantai yang di rusak Makhluk tak kasat mata itu mengenai puncak kepala Laura.


Dia harus segera menjauh dari tempat ini.


Laura harus mengakui bahwa dia tidak akan bisa menang saat ini.


Dia hanya bisa lari sekarang. Makhluk tak kasat mata ini bukan tandingannya.


Menonaktifkan aura negatifnya jauh lebih efektif. Tetapi di belum menghilang setelah dia mengevakuasi korban di mall ini.


Apakah Rava belum menonaktifkan aura negatifnya? atau jangan-jangan makhluk tak kasat mata ini bukan terlahir dari aura negatif di mall ini?


Jika itu benar, ini akan membahayakan keselamatan kami semua.


Laura akan mundur dulu sekarang, saat ini ada mayat seseorang yang mengeluarkan aura negatif.


Dia akan menonaktifkan nya terlebih dahulu dan setelah itu berpikir untuk mencari cara agar bisa lolos dari makhluk tak kasat mata ini.


Laura bergerak secepat yang dia bisa untuk menarik aura negatif di tubuh mayat pria itu.


Dia berhasil menonaktifkan nya. Tapi, refleks cepat makhluk itu siap untuk menyerang dirinya.


Pedang besarnya hampir saja mengenainya, tapi dia langsung ber jungkir balik ke kiri untuk menghindarinya.


Laura menutup matanya saat pedang besar itu mengenai tubuh mayat yang barusan mengeluarkan aura negatif itu.


Tubuhnya hancur berkeping-keping di depan mata Laura.


Benar-benar mimpi buruk.


Laura melihat makhluk itu.


Dia tidak bergerak selama Laura tidak bergerak. Itu berarti makhluk ini sangat berhati-hati kepada Laura.


Laura memasang kuda-kudanya sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.


Aura biru muda muncul lagi, mata makhluk itu beraksi dengan hal yang di lakukan Laura.


Tentu saja, makhluk ini sangat tidak ingin terkena serangan dari teknik seni tingkat lanjut milik Laura yang pernah melukainya sebelumnya.


Makhluk itu langsung bergerak cepat ke arah Laura dan siap untuk menyerangnya sebelum Laura menyerang dirinya.


Tapi, sebenarnya itu cuma gertakan dari Laura agar dia menyerang lebih dulu ke arahnya.


Selepas tangannya yang memegang pedang menghantamkan pedangnya. Laura yang sudah melatih tubuh menjadi lebih atletis itu langsung meloncat untuk menghadiri tebasan pedang besar itu.


Laura berputar secara akrobatik di udara dengan indah untuk menghadiri serangan dari pedang besar itu.


Kedua telapak tangan Laura menyentuh pundaknya yang kekar sebagai tumpuan dan ke dua kaki berhasil mendarat di belakang tubuh si makhluk itu.


Laura langsung melihat ke arah pintu lift. Dia harus bergegas. Selama masih ada kesempatan. Selama lift masih bisa di gunakan.


Dia harus segera lari dari tempat ini.


Baru saja beberapa langkah Laura berlari makhluk itu bergerak dengan sangat cepat dengan refleks dan instingnya.


Makhluk itu menghalangi jalan Laura dan membuat Laura sedikit terkejut karenanya.


Makhluk itu menebaskan pedangnya lagi ke arah Laura dengan sangat kuat.


Laura berniat untuk menghindarinya. Tapi sayang sekali....


"Arkh...." Pekik Laura.


Ujung dari pedang itu berhasil mengoyak perut bagian kanan Laura dan cairan berwarna merah mulai keluar dari perutnya.


Rasa panas dan perih bercampur aduk. Sebuah rasa sakit yang selama 16 tahun belum pernah dia rasakan.

__ADS_1


Kerena serangan itu membuat Laura ambruk, dia masih memiliki kesadaran.


Dia menyentuh perutnya yang terluka mengunakan tangan kirinya dan merasakan sesuatu yang hangat dan basah mengenai telapak tangan kirinya.


Dia berusaha untuk bangkit dan sambil melihat pintu lift.


Sialan, aku tak boleh mati seperti ini dan di tempat seperti ini....


Itu benar! Aku sudah berjanji untuk melihat-lihat negara ini dengan adik-adik kelasku!


Laura berusaha untuk bangkit dan berdiri sambil menahan semua rasa sakit yang ada di tubuhnya itu.


Tapi, baru saja satu langkah dia melangkah. Tubuh Laura langsung di genggam sangat kuat oleh salah satu telapak tangan kiri makhluk hitam itu.


"Arghhhhhh...."


Luka di sekujur tubuhnya serasa lebih sakit karena di genggam oleh tangan besarnya.


Apakah ini akhirnya?


Laura melihat wajah menyeramkan makhluk itu dengan pandangan yang mulai kabur.


Sialan.....


                          ***********


Di luar mall.


Rava sudah menonaktifkan aura negatif dari semua warga yang berhasil keluar dari dalam mall.


Cukup banyak korban yang berhasil keluar dengan selamat, walaupun banyak yang trauma dan mengeluarkan aura negatif.


Tapi, Rava tetap bersyukur masih ada orang yang selamat dari sebuah insiden yang di perbuat makhluk tak kasat mata tingkat tak terdaftar.


Ini semua pasti berkat perjuangan Laura. Dia memang penguna teknik seni yang hebat walaupun baru mendapatkan misi untuk pertama kalinya.


Walaupun mereka masih dalam situasi khawatir dan shock mereka mau menuruti keinginan Rava dan pergi meninggalkan tempat ini.


Tapi, kenapa Laura masih belum keluar juga?


Apakah makhluk tak kasat mata itu masih belum menghilang? Jika itu terjadi berarti semua aura negatif disini bukan yang membuatnya terlahir?


Atau apakah Laura terluka?


Semua pertanyaan di kepalanya itu membuat perasaan Rava makin di tidak enak saja.


Saat dia melihat kearah atap mall yang terbuat dari kaca.


Rava melihat atap kaca itu pecah dan yang memecahkan kaca itu adalah sebuah makhluk hitam bertangan empat yang sedang meloncat dari lantai 5 yang ketinggiannya sekitar 25 meter itu.


Bammmm!!!!


Makhluk itu menghantam tanah dan membuat kabut debu di depan Rava.


Jadi makhluk ini masih ada kah? Dimana Laura?


Di saat Rava sedang berpikir dimana keberadaan Laura. Kabut debu yang ada di depan itu mulai memudar dan Rava melihat ketanah.


Tangan kiri makhluk itu memegang seseorang perempuan yang mengunakan seragam yang sama dengannya.


Ya, itu adalah Laura Kiehl murid baru yang baru datang ke Indonesia.


Rava tidak tahu harus melakukan apa sekarang, Teknik seninya tidak berguna di saat seperti ini.


Sialan kenapa teknik seniku selalu saja tidak berguna?


Pikir Rava sambil berkeringat dingin.


Dia mengeluarkan smartphone nya dari kantung celananya dan menelepon seseorang yang tak lain adalah adiknya.

__ADS_1


"Nika! Gunakan Teknik senimu dan datanglah kesini!!!"


[T-tapi Kak?! Itu tidak Mung-]


Jawab sang adik yang sepertinya masih bingung apa yang terjadi.


"Lampaui batasanmu! Jika tidak. Laura bisa mati!"


Setelah mengatakan itu teleponnya berakhir.


Rava memang sempat berpikir bahwa adiknya Nika tidak akan bisa mengunakan teknik seni cahayanya untuk menuju ke sini.


Tapi, serpihan cahaya muncul di sisi Rava dan sang adik kandungnya muncul di sini dengan sempoyongan.


Rava sadar bahwa Nika melampaui batasannya. Wajahnya terlihat begitu pucat.


Di tambah saat ini dia melihat kakak kelasnya yang baru dia ketemui itu sedang berada di genggaman makhluk yang mengerikan dan terlihat tidak sadarkan diri.


"Maaf Nika.... Aku malah membebani mu..."


"Itu tidak masalah kakak. Sekarang yang lebih penting adalah membawa Kak Laura dan pergi dari sini...."


Di saat Nika akan mengeluarkan pedang cahayanya. Makhluk hitam itu tiba-tiba menghilang kecuali tubuh Laura yang berlumuran darah dan tidak sadarkan diri.


Nika dan Rava memang terkejut melihat makhluk itu menghilang. Tapi, mereka lebih khawatir dengan keadaan yang Laura yang memperhatinkan.


"Kakak luka Kak Laura sangat memerhatinkan! Kita harus segera menolongnya..."


"Ya, kau benar...."


Omong-omong kemana pergi makhluk itu? Apakah dia menghilang karena aura negatif telah di netral kan?


Tapi, Rava berpikir dia menghilang bukan karena aura negatif yang lenyap.


Tapi, dia menghilang menuju ke sesuatu tempat dan itu berarti aura negatif nya masih belum di nonaktifkan.


Sebenarnya makhluk itu terlahir dari aura negatif siapa?


                            *********


Di lantai 1 mall.


Seorang laki-laki berpakaian putih dan celana panjang hitam berjalan menuju pintu otomatis dan keluar dari mall.


Dia saat menikmati pembantaian ini.


Semua rencananya untuk mengetes kemampuan makhluk tak kasat mata yang nurut kepadanya berjalan sukses.


Dia akan menjadi senjata yang sempurna.


Sekarang dia sudah puas setelah selesai membantai manusia tak berdosa dan lemah di mall ini.


Lebih baik kita sudahi saja untuk ini kali, ya?


"Berserk kemarilah!"


Setelah mengatakan itu, makhluk  hitam bertangan empat muncul di hadapannya sambil berlutut.


Andhika tersenyum melihat betapa loyalnya.


Andhika menaiki punggungnya dan makhluk bernama Berserk itu melesat melompat ke udara.


Mereka terbang pergi meninggalkan mall ini seperti tanpa sebuah dosa sedikitpun.


Bersambung....


Instagram?


@muhammad_taufik040801

__ADS_1


__ADS_2