
...Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan....
2 Hari telah berlalu sejak Leonarda mengetahui bahwa Laura sudah datang ke Indonesia dan menjalankan sebuah misi pertamanya dan gugur di saat menjalankan misinya.
Leonarda begitu merasa berdosa karena dia lah yang mengajaknya ke Indonesia.
Dia tidak tahu siapa yang melakukan itu kepada Laura. Tapi, jika itu adalah Ryan maka dia benar-benar tidak berguna karena tidak bisa membunuhnya.
Di tambah saat ini tubuh nya di selimuti aura negatif, sebenarnya dia tidak percaya bahwa pengguna teknik seni sepertinya bisa mengeluarkan aura negatif.
Kematian Sonia, kegagalan misinya untuk mengeksekusi Ryan dan membuatnya terjebak dalam perangkap yang di siapkan Ryan yang membuatnya menjadi perbincangan hangat di dunia maya karena ada manusia yang memiliki bakat di luar nalar manusia pada umumnya.
Di tambah aura negatif ini, dia tidak mengetahui makhluk tak kasat mata seperti apa yang terlahir dari aura negatifnya.
Apakah aura negatif dari pengguna teknik sini bisa melahirkan makhluk tak kasat mata?
Bagaimana jika makhluk tak kasat mata yang terlahir dari aura negatifnya adalah yang membunuh Laura?
Jika itu terjadi maka Leonarda lah yang membunuh Laura.
Selama 2 hari ini, cuaca selalu mendung dan hujan rintik-rintik yang membuat udara cukup dingin.
Tapi, Leonarda tidak mempedulikan hal itu.
Mau dingin ataupun panas dia tidak peduli.
Dia berjalan entah mau menuju kemana yang dia inginkan sekarang adalah pergi jauh dari keluarga dan teman-teman nya yang ada di sekolah.
Dia akan membebani semua yang ada di sana.
Dia akan bergerak sendiri, mencari Ryan dan menanyakan apa tujuannya dan mungkin dia juga harus membunuhnya.
Dia sudah tidak peduli apakah dia akan mati karena ini. Dia sudah peduli dengan lingkungan nya yang seperti ini, melihat orang yang dia kenal mati satu persatu.
Daripada melihat mereka yang mati satu persatu, lebih baik dia sendiri yang mati demi mereka ingin dia lindungi.
Leonarda melihat sebuah pohon besar, hujan rintik-rintik turus turun membasahi tubuh dan mantel tebal berwarna putihnya.
Dia berjalan mendekati pohon itu dan duduk bersandar di pohon itu.
Dia menarik nafas dengan kasar berkali-kali.
Tubuhnya begitu berat untuk digerakkan mungkin ini karena dia sudah berjalan selama 2 hari.
Instingnya yang masih tajam merasakan ada sesuatu yang datang mendekatinya.
Sebuah ombak es datang menyerangnya, dia tahu teknik siapa ini.
Dia menghindar serangan es itu dengan cara meloncat ke arah samping. Dia melihat sosok yang mengeluarkan es itu.
Seorang perempuan yang dia kenal, dia mengunakan pakaian seragam sekolahnya. Perempuan yang mengunakan syal di lehernya itu adalah Salsa adiknya.
Dia terlihat sangat marah kepadanya.
Ada cahaya kuning di samping Salsa, cahaya kuning itu berasal dari teknik seni adik kelasnya yang bernama Nika.
Nika mengeluarkan sejenis busur yang terbuat dari teknik seni cahayanya.
__ADS_1
Setelah bidik Leonarda, dia melepaskan serangnya dan anak panah yang terbuat dari cahaya itu melesat kerahnya.
Leonarda langsung memegang tas hitam yang ada di punggungnya dan mengeluarkan pedang berjenis katana nya dan siap untuk menangkis serangan Nika.
Walaupun dia tidak tahu apakah dia bisa menangkis serangan Nika atau tidak?
Tapi, cahaya itu tiba-tiba menghilang sebelum mengenai Leonarda. Bukan Leonarda namanya jika instingnya tidak tajam.
Ada alasan khusus kenapa anak panah cahaya itu menghilang, pasti akan ada serangan lanjutan.
Setelah anak panah cahaya itu menghilang, serpihan cahaya berwarna kuning muncul di hadapannya.
Sosok laki-laki muncul di hadapannya. Rambutnya berwarna putih dan dia sedang memegang pedang cahaya.
Di tambah kekuatan supranatural nya cukup besar dari biasanya.
Leonarda baru sekarang melihat langsung teknik seni mengcopy nya. Anak laki-laki bernama Abian itu menebaskan pedangnya ke arahnya.
Tapi, Leonarda berhasil menahan tebasan pedang cahaya itu.
Karena Abian sedang dalam posisi melompat, dia memutuskan untuk mengerakan kaki kanannya sebelum gravitasi menariknya lagi.
Tapi, lengan kirinya berhasil menahan serangan kaki Abian.
Sepertinya Leonarda meremehkan kekuatan fisik Abian.
Setelah mengetahui semua serangannya gagal. Abian langsung menghilang lagi dengan kekuatan cahaya yang dia pinjam dari Nika.
Semuanya serangan Abian cukup membuat repot Leonarda.
Perempuan itu entah muncul darimana. Tapi, teknik seninya bisa secepat teknik seni cahaya milik Nika.
Perempuan itu menyentuh lengan kanannya dan membuat Leonarda tidak bisa bergerak karena waktunya di berhentikan paksa oleh perempuan bernama Raina ini.
Dia punya kekuatan supranatural yang cukup banyak dan teknik seni yang cukup merepotkan dan kuat.
Di tambah dia juga cukup pintar.
Membuat tubuh Leonarda tidak bisa bergerak. Sosok perempuan berlari menuju kearahnya dan siap untuk menyerang dengan tendangan kaki kanannya ke arah perut Leonarda.
Setelah itu Raina memajukan kembali waktu Leonarda dan membuat nya yang sudah terkena serangan dari perempuan yang bernama Lia itu, membuat Leonarda tidak bisa apa-apa selain harus terkena teknik seni Lia yang akan dia aktifkan.
"...10X!" kata Lia.
Hal membuat Leonarda merasakan seperti di tendang 10X. Setiap serangannya terus bertambah sekitar 1 kilogram setiap serangannya.
Tendangan dengan berat bobot 55 kilogram. Jika saja serangan itu bukan untuk menyerang seseorang seperti Leonarda maka mungkin saja dia akan langsung tidak sadarkan diri.
Leonarda terpental cukup jauh dan berguling di tanah yang sudah tercampur dengan lumpur dan air kotor karena hujan.
Hal itu membuatnya tidak akan aneh jika ada tanah dan air kotor yang masuk ke mulutnya.
Leonarda berusaha untuk duduk dan meludah semua yang masuk ke mulutnya.
Sebuah serangan kombo dari Raina dan Lia yang cukup fatal.
Tapi, jika Salsa,Nika,dan Abian tidak memulai serangan terlebih dahulu, maka tidak akan ada serangan kombo Raina dan Lia.
__ADS_1
Mereka berkerja sama untuk menyerang seseorang kakak kelasnya yang sudah cukup berpengalaman dalam pertarungan dan sukses membuatnya kerepotan dan terpojok.
Walaupun mereka baru kelas satu, mereka sudah terampil menggunakan teknik seni dan taktik pertarungannya.
Mereka sudah cukup matang untuk bertarung sebagai pengguna teknik seni. Tapi, keinginan terdalam Leonarda adalah mereka tidak perlu bertarung dan membahayakan nyawa mereka lagi.
"Taktik kalian luar biasa. Aku tidak menyangka bahwa kalian bisa memikirkan hal itu... Tapi, Raina kau terlalu naif. Padahal kau menyentuhku kenapa kau tidak menonaktifkan aura negatif ku?"
"Aku tidak berniat untuk menetralkan aura negatifmu, Kak Leonarda.... Kami semua datang kesini untuk menghajarmu..." Jawab Raina.
"Oh begitu, ya? Omong-omong dari siapa kau tahu aku ada disini?"
"Tentu saja itu dari Teknik seniku...."
Suara perempuan terdengar dan dia berjalan mendekati mereka. Dia adalah Raya, teknik seni telepati nya yang membuat mereka tahu keberadaan Leonarda.
Tapi, menurut Leonarda teknik seni nya bukan hanya telepati saja tapi seperti sebuah sinyal sonar yang bisa mengetahui keberadaan seseorang atau makhluk tak kasat mata.
"Kalian luar biasa.... Tapi, lebih baik kalian kembali saja ke sekolah dan biarkan aku pergi untuk mencari Ryan."
Leonarda berusaha berdiri kembali.
Mendengar hal itu membuat kesabaran Abian sudah tidak terbendung lagi dan berjalan mendekati Leonarda dengan wajah marah.
"Apa maksudmu?! Kau meremehkan kami? Jangan bercanda jika kau bertarung sendiri kau akan mati konyol..." Kata Abian.
"Aku tidak peduli jika harus mati konyol..."
Perkataan Leonarda itu membuat Abian tambah naik pitam.
Leonarda melihat burung gagak yang mencurigakan yang ada di dahan pohon besar yang ada di dekatnya.
Leonarda mengeratkan genggaman pedangnya sampai mengeluarkan suara.
Karena Abian sudah tidak bisa mengunakan teknik seni Nika lagi, semua perempuan di dekatnya langsung sigap karena takut Abian di serang oleh Leonarda.
Tapi, Leonarda tidak berniat untuk menyerang Abian.
Tetapi, dia ingin menyerang gagak yang terlihat mencurigakan itu dengan serangan jarak jauh dari teknik seni tingkat lanjutnya.
Sebelum Leonarda melepaskan serangannya, gagak itu tiba-tiba terbakar. Leonarda tahu siapa yang bisa mengeluarkan api.
Semua anak kelas satu juga langsung melihat kearah dahan pohon yang tiba-tiba ada api yang muncul di sana.
Leonarda merasakan kekuatan supranatural besar di atas kepalanya.
Leonarda melihat sosok laki-laki berumur sekitar 25 tahun. Dia mengunakan sebuah jas hitam sedang melayang di udara.
Laki-laki itu turun dan kakinya menyentuh tanah. Dia adalah seorang guru dari sekolahnya dan juga sang penguna teknik seni terkuat Panca.
"Kau terlihat sangat menyedihkan, ya? Leonarda..." kata Panca.
Bersambung....
****Instagram****?
@Muhammad_taufik040801
__ADS_1