Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 3 Guru sekolah di bawah kaki gunung


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Setelah kedatangan laki laki yang melubangi tembok sekolah itu, suasana nya menjadi lebih berat.


Apa? Apaan dia tadi? Dia merusak dinding sekolah? Ya walaupun sekolah ini terbuat dari teknik seni sih.


"Kenapa Pak Panca merusak tembok kelas? Padahal pintu kelas juga gak kami kunci."


Pak Panca? Apalah dia guru di sekolah ini? Dia terlalu muda untuk jadi seorang guru.


"Ahahahaha, maaf maaf. Bukan kah keren mengejutkan murid ku."


Pak Panca ketawa sambil mengaruk belakang kepalanya.


"Itu gak lucu, pak...." Jawab Nika.


"Lupakan soal itu, Nika dan kamu? Siapa nama mu?"


"A-aku? Nama ku Abian aku datang dari Jakarta dan aku tidak tau apa-apa tentang sekolah ini. Aku di suruh ayah ku untuk mendatangi sekolah ini."


"Abian ya? Kau punya ayah yang unik, aneh dan juga misterius....."


Tatapan mata Pak Panca melihat Abian begitu tajam dan dingin, Pak Panca memiliki kornea mata berwarna batu permata ruby.


Tatapan mata merah nya, membuat Abian berkeringat dingin karena di lihat nya.


Tapi dia tiba-tiba menutup mata nya dan tersenyum.


"Nika.... Aku ingin melihat teknik cahaya mu sekarang, dan aku juga ingin melihat teknik seni mu, Abian."


"....."


"...."


Nika dan Abian hanya bisa diam dalam sunyi mendengar perkataan Pak Panca yang sedikit tidak di pahami oleh mereka.


"Serang aku sesuka kalian dan aku juga tidak akan menahan diri ku untuk tidak menghajar kalian, ya anggap aja ini ospek kalian......"


Abian dan Nika menelan ludah mereka mendengar perkataan guru mereka.


"Jangan meremehkan ku, aku bisa menyerang mu. Wahai guru SMA Ilmu seni dan bela diri....."


Setelah mengucapkan kata kata itu, Nika tiba tiba menghilang dan dia muncul di hadapan Pak Panca sambil memegang sejenis pedang yang terbuat dari cahaya.


Nika mencoba menebas Pak Panca. Tapi, serangan nya terhenti dan tebasan nya tidak bisa mengenai tubuh Pak Panca.


Serangan Nika terhenti oleh sejenis pusaran angin.


Nika berusaha untuk menambah kekuatan tebasan nya. Tapi, tetap saja dia tidak bisa apa-apa, pusaran angin Pak Panca terlalu kuat.


Pak Panca melemparkan Nika mengunakan teknik angin nya.


Membuat Nika terpental ke pojok kelas.


"O-oy!? Apakah kau baik-baik saja?!"


Abian melihat Nika yang duduk di pojokan kelas sepertinya Nika tidak sadarkan diri.


"Kau hanya bisa berteriak dan menonton pertempuran saja, apalagi kau di dahului oleh seorang wanita untuk menyerang lawan mu? Padahal kau adalah satu satu laki laki di kelas 1 dan seharusnya. Kau melindungi teman-teman mu!"


Abian, melihat wajah Pak Panca yang sepertinya sangat marah kepada nya, Abian memegangi dada kiri nya.


Abian memegangi erat erat jas hitam nya.


"A-aku tidak apa, ini hanya luka kecil....."


Abian melihat Nika yang berusaha untuk berdiri. Tapi, sepertinya berdiri saja sulit untuk nya sekarang.

__ADS_1


Apalagi darahnya mulai keluar dari keningnya.


"Beraninya kau memalingkan wajah mu di hadapan lawan mu, Abian!"


Mendengar teriak itu sontak membuat Abian melihat Pak Panca.


Pak Panca membuat sebuah bola yang terbuat dari teknik angin, setelah itu dia melepaskan bola angin Itu dan bola itu melesat kearah Abian.


Untung saja Abian bisa sempat menghindarinya. Abian melihat meja yang dia gunakan saat mendengar penjelasan dari Nika, melayang dan hancur berkeping-keping di udara.


Abian gak habis pikir jika bola angin itu mengenai tubuh nya, mungkin dia akan terpental seperti Nika.


Di saat Pak Panca siap membuat serang selanjutnya, Abian udah siap siap untuk mengindari serangan bola angin berikut nya.


Setelah bola angin itu melesat dari tangannya, Abian berlari mendekati meja guru dan bersembunyi di sana.


"Apa kau hanya cuma bisa bersembunyi?!"


Abian hanya diam, sambil memegang kaki kursi guru, Abian menarik nafas dan memejamkan mata nya untuk menenangkan pikiran nya.


Dia merancang sebuah ide dan sepertinya dia sudah punya ide untuk mencoba menyerang Pak Panca.


Abian berdiri dan melemparkan kursi guru ke arah Pak Panca dengan sekuat tenaga dan sebelum kursi itu mengenai Pak Panca kursi itu berhenti di udara.


Seperti nya itu adalah penghalang dari elemen angin yang sama untuk menahan serangan Nika.


Kursi itu hancur berkeping-keping. Tapi, Abian tidak gentar dia berlari menuju Pak Panca untuk melakukan strategi yang di pikiran tadi.


Pak Panca tersenyum, dia menerbangkan meja dan kursi dengan elemen anginnya dan melemparkan nya ke arah Abian.


Abian berusaha menghindari kursi dan meja itu dan untung nya meja itu tidak mengenainya.


"Cara bertarungmu sangat tidak estetik loh...."


Abian tidak mendengar perkataan Pak Panca dia mengepalkan tangannya dan meloncat untuk mencoba memukul Pak Panca.


Pak Panca menghempaskan Abian ke arah Nika, Abian tidak terkejut karena dia sudah menebak Pak Panca akan menhempaskannya.


Rencana Abian berjalan sukses.


"Hey! Apakah kau mau berjabat tangan dengan ku? Oh iya kita belum kenalan kan? Nama ku Abian!" Kata Abian di udara sebelum jatuh ke arah Nika.


Nika tersenyum dan berusaha untuk berdiri dan menggapai tangan Abian.


"Nama ku Nika! Salam kenal Abian...."


Mereka berdua pun berjabat tangan dan rambut hitam Abian pun memutih lagi.


°°°°°°°°°°°


Panca sedikit terkejut saat melihat perubahan Abian, tetapi yang mengejutkan nya lagi kekuatan supranatural nya meningkatkan puluhan kali lipat dari sebelumnya.


Anak ini luar biasa!


Saat memperhatikan Abian, Tiba-tiba Abian menghilang dengan cepat seperti kedipan mata.


Apa itu? Teknik seni cahaya?


Tiba tiba Panca merasakan insting membunuh dari udara, dia pun melihat ke atas Abian sudah melayang.


Dia mengumpulkan serpihan cahaya dan membentuk sebuah bola cahaya yang pas di genggaman nya.


Dia pun meremas bola cahaya itu dan merubah nya menjadi pedang cahaya yang sangat besar.


"Jangan menggunakan itu! Itu akan memakan energi supernatural mu sangat banyak!"


Abian melihat kearah Nika.

__ADS_1


"Benarkah? Aku hanya melakukan hal yang ada di kepala ku aja."


Aku kira sifat nya akan berubah dan juga melakukan yang ada di kepalanya ya?


Panca tersenyum.


Abian siap siap untuk menyerang Panca dengan padang cahaya nya.


Pedang cahaya besar milik Abian melesat ke arah Panca.


Panca mengibaskan tangan kanannya dari bawah ke atas dan tembok dari elemen tanah pun muncul dari lantai kelas.


Dan pedang cahaya itu berhasil tertahan oleh tembok tanah nya.


°°°°°°°°°°°


Setelah melihat serangannya berhasil di tahan Pak Panca, Abian menghilang dan muncul di hadapan Nika dan mengendong nya dan menghilang lagi.


Abian membawa Nika ke lapangan sekolah.


"Meledak!!"


DUAAAAARRR!!!!


Abian meledakan pedang nya dan membuat kelas mereka rusak karena ledakkan itu.


"Kenapa kamu meledakan kelas?"


"Kelas ini terbuat dari teknik seni kan? Maaf aku tidak bisa berpikir lagi."


Rambut Abian kembali berwarna hitam lagi.


"Ah... Rambut mu!"


"Sial sudah satu menit ya?"


"Kalian luar biasa...."


Suara itu adalah suara Pak Panca.


Pak Panca keluar dari kepulan asap dan kaki nya menyentuh tanah.


Abian dan Nika siap siap untuk menyerang Pak Panca lagi.


"Teknik seni kalian luar biasa, aku akan memberikan misi untuk kalian....."


"Eh!?"


°°°°°°°°°°°°°


Di ruang ketua OSIS Rava sedang melihat lihat kertas yang gak ada habisnya. Kertas kertas itu datang dari petinggi dan para indigo yang berkerja untuk membantu sekolah ilmu seni dan bela diri untuk memusnahkan makhluk tak kasat mata.


"Kak Panca terlalu berlebihan untuk menguji mereka." Ucap Rava.


"Kau bener, Rava. Dia merusak kelas dan membuat itu membutuhkan kekuatan supranatural yang besar...."


Rava mendengar suara laki-laki yang baru masuk keruang OSIS.


"Pak..... Kepala sekolah..... Pak Tomi Baskara."


Bersambung.....


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)

__ADS_1


Jika suka cerita ini, bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.


__ADS_2