Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 31 Insiden di sebuah mall bagian 1.


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Sabtu, jam 10 pagi di sebuah mall yang terletak di Jakarta timur.


Pengunjung mall mulai berdatangan untuk mengunjungi mall di akhir pekan ini.


Seorang remaja perempuan sedang memegang minuman yang dia beli, minuman itu adalah coklat kocok yang akhir akhir ini cukup populer di kalangan teman-teman perempuan nya.


Dia pun memutuskan untuk datang kesini untuk membeli itu, dia menyedot isi minuman itu dan rasanya memang sangat enak.


Coklat yang terasa manis yang di campur dengan susu kental manis, itu menyebar di seluruh indra pengecap nya.


Di saat dia sedang menikmati minuman nya, tiba-tiba pintu kaca otomatis terbuka dan para pengunjung lain cukup terheran heran.


Karena melihat orang yang masuk ke mall itu seperti duduk melayang di udara.


Dia memiliki postur tubuh kurus tinggi dengan setelan kaus putih dan celana panjang hitam.


Dia memunculkan benda hitam yang mirip seperti sebuah pedang, bukan mirip lagi tapi itu memang benar sebuah pedang berwarna hitam.


Laki laki yang duduk melayang itu melompat dan kaki nya menyetuh lantai.


Dia melihat ke arah remaja perempuan itu, dengan tatapan membunuh kepada nya.


Perempuan itu menjatuhkan minumannya.


Wajah remaja itu langsung pucat, cuma satu yang dia pikirkan yaitu dia harus lari dari sini.


Tapi, tubuhnya tidak mau bergerak.


Laki laki berbaju putih itu melesat ke arah nya.


"Hikkkk!"


Dan laki-laki itu, menebas tubuh bagian depan perempuan itu tanpa pandang bulu seperti seseorang yang sudah terbiasa melakukan untuk melenyapkan nyawa seseorang.


Tebas itu, membuat sebuah luka dari pundak kanan nya ke perut bagian bawah sebelah kiri dan darah perempuan itu mulai keluar dari tubuhnya.


Untuk sesaat perempuan itu tidak merasakan apapun saat melihat darah nya keluar dari tubuhnya.


Tapi, lama kelamaan rasa panas dan perih se perih nya memulai terasa, darahnya semakin banyak keluar.


Penglihatan mulai kabur dan ambruk ke lantai.


"KYAAAAAAAA!!" Seorang perempuan tengah baya berteriak histeris melihat kejadian gila ini.


Laki laki kurus itu pun melesat kearah perempuan setengah baya itu dan menebas nya juga.


Dan setelah melihat kejadian itu, para pengunjung mall mulai berlarian untuk menyelamatkan diri.


"Berserk..... Lakukan sesuatu kepada manusia-manusia tak berguna ini."


Dia mengatakan itu entah kepada siapa, dia pun mengejar orang orang yang berlarian kesana-kemari.


Dan menebas orang orang itu secara membabi buta, banyak korban berjatuhan gara gara serangan brutalnya yang gila.


Di sisi lain, seorang laki-laki yang kira-kira sudah berumur 50 tahun, dia seperti sudah membentur tembok yang besar, tapi dia tidak bisa melihat apa yang di bentur sampai sampai jatuh terduduk di lantai.


Dia berkeringat dingin ketakutan, dia tau ada sesuatu yang besar di depan nya.


Dia terus berusaha untuk mundur, tapi tiba tiba matanya mulai bisa melihat bentuk yang telah dia tabrak tadi.


Makhluk yang sangat tinggi kekar dengan kulit hitam dan punya 4 tangan, kedua tangan atas membawa pedang yang cukup besar.


Tubuh pria itu merinding, dan makhluk yang gak tau apa itu menebas tubuh nya sampai menjadi dua bagian.


Makhluk ini di panggil Berserk oleh laki-laki berkaus putih itu, dan Berserk pun mulai mengincar semua pengunjung mall ini.


Walaupun tubuh nya tinggi besar tapi kecepatan sangat mengerikan, dia menebas, menendang dan mukul pengunjung dengan membabi buta.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa dikatakan lagi tentang gila ini, kedua makhluk berdarah dingin ini, seperti sangat menikmati pembantai yang mengerikan ini.


Bahkan laki-laki berkaus putih itu sambil tersenyum dan tertawa saat sedang menebas secara membabi buta terhadap pengunjung yang ada di mall ini.


Tidak terhitung jumlahnya ada berapa korban yang telah mereka renggut nyawanya.


Para pengunjung begitu ketakutan sampai berguling guling di lantai, sambil memegangi kepalanya.


Sambil menanggis dan berdo'a semoga dirinya bisa selamat dari insiden gila yang tidak dia ketahui ada apa di balik pembantai yang gila ini.


Tiba tiba tubuhnya, diselimuti oleh aura hitam dan bukan hanya dia saja tapi sudah ada beberapa orang yang terlihat mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya.


Kegilaan ini, terekam oleh kamera CCTV mall yang terpasang di penjuru mall ini.


••••••••°°°°°°°••••••••


Di ruangan Rava.


Laura sedang berada di ruangan ini, dia sudah mengenakan seragam sekolah ini.


"Hei Nika, apakah aku cocok menggunakan seragam ini?" Tanya Laura kepada Nika.


Nika melirik ke arah Laura dan tersenyum.


"Kamu cocok mengenakan nya, Kak Laura."


"Benarkah? Aku tidak biasa menggunakan sebuah dasi...." Jawab Laura sambil memegang dasinya.


"Kamu bisa pake pita jika mau, sekolah ini juga menyediakan pita untuk murid perempuan." Kata Pak Tomi yang kebetulan sedang ada di sini.


Laura melihat Pak Tomi.


"Kalau begitu aku lebih baik pakai pita saja, daripada dasi...." Jawabnya.


"Nika, tolong siapkan dasi untuk nya." Kata Rava.


"Ya, akan aku siapkan."


"Ada dua warna yaitu hitam dan merah. Mau pilih yang mana?" Tanya Nika kepada Laura.


"Aku pilih merah aja...."


Laura mengambil pita merah dan melepaskan dasinya dan menganti dengan sebuah pita atau dasi kupu kupu.


"Dengan ini tidak ada yang kamu ingin ubah lagikan? Tenang baju mu?" Tanya Rava.


"Tidak, ini lebih dari cukup..." Jawab Laura tersenyum.


"Begitu ya? Syukurlah." Jawab Rava tersenyum.


Tiba-tiba ponsel Rava yang di meja bergetar seperti itu ada sebuah telepon masuk.


"Ini dari Pak Budi..."


Rava mengangkat ponselnya sambil menyentuh kacamatanya.


"Halo, Pak Budi ada apa?"


Rava tiba tiba memasang wajah serius dan terkejut.


"Pembantaian..... Di sebuah mall?"


Mendengar perkataan Rava, semua orang yang ada di sana terkejut dengan kabar buruk yang tiba tiba datang.


Kejadian seperti ini jarang terjadi bahkan mungkin belum pernah.


"Baik! Kami akan segera kesana...."


"Apa yang terjadi?" Tanya Laura.

__ADS_1


Sebelum menjawab Rava berdiri dari kursinya sambil melihat ponselnya.


"Ada sebuah insiden di sebuah mall di Jakarta timur, sepertinya makhluk tak kasat mata tingkat tidak diketahui, tiba-tiba muncul dan menyerang pengunjung mall itu. Sebelum pengunjung itu mengeluarkan aura negatif, maka kita harus segera bergerak. Tidak aura negatif pasti sudah muncul di sana, kita harus segera menetralkan nya sebelum melahirkan makhluk tak kasat mata baru...." Kata Rava menjelaskan apa yang baru saja terjadi.


"Kami siap pergi!"


Mereka berlima berkata dengan kompak.


Laura tersenyum melihat kesiapan kelima adik kelasnya.


"Terimakasih, tapi yang akan pergi adalah aku dan Laura..."


"T-tapi bagaimana dengan tugas tugas mu di sekolah?" Kata Nika.


"Tenang saja, tugas ku sekarang sedang tidak banyak. Dan waktuku sebagai murid di sini akan segera berakhir jadi kalian sebagai anak kelas 1 harus mulai terbiasalah, untuk mengantikan posisi ku." Kata Rava sambil tersenyum kepada mereka berlima.


"Siap!"


"Kami pergi dulu...." Kata Rava.


"Kembalilah dengan selamat. Kak Rava, Kak Laura!" Kata mereka berlima.


"Tentu saja! Oh iya kalian setelah aku kembali ajak aku jalan jalan keliling Indonesia ya!" Kata Laura.


Semua nya mengangguk.


Laura tersenyum dan akan sangat menantikan nya.


"Kalian berdua hati hatilah dan jika ada sesuatu hubungi aku." Kata Tomi.


Mereka berdua mengangguk dan keluar dari ruangan pribadi Rava dan segera menuju jalan raya depan untuk menunggu pak Bobi.


"Kenapa kamu lebih memilih untuk pergi sendiri daripada memerintahkan mereka?" Kata Laura.


"Aku terlalu merepotkan mereka, bahkan atas arahan yang aku buat ada murid yang meninggal dan ada murid yang trauma atas kejadian itu. Aku tidak ingin membebani adik kelas ku yang bisa kita andalkan di masa depan."


Rava berkata seperti itu, sambil melihat pintu kamar yang tertutup.


"Leonarda juga masih belum keluar ya?"


"Ya, aku tidak tau dia akan sampai kapan akan melakukan itu."


Laura mengerut bibirnya.


"Mungkin sebelum Pak Panca, Leonarda, dan Abian membaik. Kita semua akan mengandalkan mu."


"Ya, serahkan padaku. Sebelum mereka bisa melakukan tugas mereka, aku akan melaksanakan tugas mereka."


"Terimakasih..."


"Oh iya, seperti apa anak kelas 1 bernama Abian ini?"


Rava tersenyum.


"Dia anak yang menarik, dia tidak tau apa-apa tentang sekolah ini, teknik seni dan Makhluk tak kasat mata. Tapi, dia punya kekuatan supranatural yang besar, jika dia bisa mengendalikan kekuatan nya, dia bisa menjadi yang terkuat dari yang terkuat..."


"Anak yang menarik ya?"


Mereka sampai di jalan raya, dan Pak Bobi sudah menunggu nya.


Mereka harus menyelesaikan misi ini dengan cepat, tanpa ada korban jiwa yang lebih banyak lagi.


Bersambung....


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)

__ADS_1


Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.


__ADS_2