
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
Di sebuah bekas pabrik terbengkalai, seperti biasa Andhika sedang duduk di kursi yang terbuat dari besi hitam nya.
Dia sedang melemparkan kubus emas di tangannya.
Ryan berjalan mendekati nya, walaupun sudah satu hari dia pulang dari rencana nya untuk mendekati anak penguna teknik copy itu.
Tapi, Ryan terlihat masih cukup kelelahan.
Wajah nya terlihat seperti memikirkan sesuatu.
"Ada apa? Apa yang kau pikirkan?"
Lamunan Ryan terbuyarkan, oleh perkataan rekan nya itu.
"Tidak, aku melihat anak penguna teknik copy itu, dia punya kekuatan supranatural yang besar saat teknik seni nya aktif, bahkan kekuatan nya melebihi milik Panca...."
Jadi dia memikirkan anak kelas 1 itu ya?
"........ Apakah kau tau siapa dia sebenarnya?"
Andhika melemparkan kubus emas nya ke udara dan saat kubus sudah turun dia menangkap nya dan mengepalkan kubus itu dengan tangan kanannya, sebelum menjawab pertanyaan Ryan.
"Hmmmm.....? Mungkin aku mengetahui dia siapa, tapi sebelum mulai kesana. Kau berpikir bahwa Panca adalah manusia dengan kekuatan supranatural terbesar bukan?"
"Ya,itu benar....."
Andhika memiringkan kepalanya dan tersenyum.
"Panca itu terlahir dari keluarga para indigo terdahulu...."
"Terdahulu? Aku tidak pernah mendengar seperti itu?" Jawab Ryan sambil sedikit mengerutkan keningnya.
"Ya.... Pada era pertama terbentuknya keluarga petinggi, mereka juga punya indigo yang bekerja di bawah keluarga pertinggi, dan indigo itu adalah kakek buyutnya Panca."
Ryan baru mengetahui hal tersebut.
"....... Keluarga Panca bukanlah keluarga penguna teknik seni, tapi saat Panca akan lahir, kekuatan supranatural nya sudah terlihat saat masih dalam kandungan dan dia di percaya akan menjadi yang terkuat..."
"Jadi? Seseorang yang akan terlahir mempunyai kekuatan supranatural yang besar sudah terlihat sejak dalam kandungan ya?" Tanya Ryan lagi.
__ADS_1
"Ya,kau bener....., Di keluarga Baskara juga, lebih tepatnya anak ke 3 dari 4 bersaudara, dia sudah terlihat saat masih dalam kandungan bahwa dia akan punya kekuatan yang besar, tapi sayangnya dia meninggal."
Ryan memiringkan kepalanya.
"Meninggal? Karena apa? Apakah dia meninggal dari bayi?"
"Tidak, dia meninggal saat melahirkan anak nya....."
"Melahirkan anak nya?"
"Ya, karena dia menikah dengan pria penguna teknik seni yang punya kekuatan supranatural yang besar juga, maka anak yang di kandung nya juga punya kekuatan supranatural yang besar bahkan melebihi saat Panca dulu, para indigo yang bekerja di bawah para keluarga petinggi dan seorang dokter perempuan bernama Rahayu yang bertugas untuk membantu persalinan para pengguna teknik seni, menyebutkan nya sebagai janin terkutuk...."
"Janin terkutuk? Kenapa mereka menyebut nya seperti itu?"
"Karena, jika perempuan itu melahirkan anaknya maka dia akan mati, dan mungkin anak nya juga ikut mati, melahirkan bayi itu hanya berpotensi sukses adalah 30% anak nya hidup dan ibu nya mati, 10 % keduanya bisa hidup dan 60% kedua nya mati."
"Dokter yang membantu persalinan nya, memintanya untuk menggugurkan kandungan nya, demi keselamatannya. Tapi, dia menolak begitu yang ku tau, anak ke 3 dari keluarga Baskara itu begitu tertutup, mungkin karena dia menikahi pria itu..." lanjut Andhika.
"Tapi, Ibu dan anak itu masih hidupkan?"
"Tidak, ibu nya mati. Tapi, anak nya masih hidup sekarang dan kemungkinan dia adalah anak penguna teknik seni copy itu...."
Andhika tersenyum sebelum berbicara lagi.
"Kau mengatakan bahwa anak itu punya kekuatan supranatural yang lebih besar dari Panca kan? Maka, janin terkutuk itu lah yang bisa melampaui kekuatan Panca."
"Aku masih tidak percaya..."
"Aku juga."
Tiba-tiba di samping Ryan muncul sejenis asap hitam yang mengeluarkan kekuatan supranatural yang kian membesar.
Ryan repleks mencabut pedangnya dari sarungnya dan melompat mundur kebelakang.
"Apa itu!?"
Ryan memasang wajah serius.
"Tunggu dulu!" Kata Andhika sambil memerintah Ryan untuk diam.
Asap itu membentuk sebuah makhluk tinggi berbadan besar dan tinggi, mungkin tinggi nya bisa sampai 3 meter.
__ADS_1
Dia punya otot yang kuat,kulit gelap, rambut yang acak-acakan berwarna hitam, punya dua taring di bagian gigi bagian bawahnya dan juga punya empat tangan yang berotot sambil membawa sejenis pedang besar.
Dia tiba-tiba berlutut kepada Andhika.
Makhluk tak kasat mata yang unik. Pikir Andhika.
"Makhluk tak kasat mata, tingkat tak terdaftar yang lahir dari penguna teknik seni, kah?" Kata Andhika.
"T-terlahir dari penguna teknik seni? Itu mustahil kan?" Tanya Ryan bertanya-tanya.
"Kau yang membuat dia depresi saja, tidak percaya akan hal ini, sepertinya membuat pengguna teknik seni takut tidak akan bisa melahirkan makhluk tak kasat mata dari mereka..."
Andhika tersenyum jahat.
"......Tapi, dengan membuat dia sampai depresi. Makhluk tak kasat mata bisa lahir dari mereka, ya walaupun bentuk nya pasti bakalan random karena tercipta bukan dari rasa yang dia takutkan..."
"Apa rencana mu selanjutnya?"
"Hmmm? Sepertinya, aku akan menguji makhluk ini. Aku harus pergi kemana ya?"
Ryan mengangkat alis nya.
"T-tunggu!? Kau yang akan pergi? Lebih baik aku yang pergi?"
Andhika tersenyum.
"Tidak, untuk kali ini aku yang akan pergi. Kau istirahat lah dulu, untuk rencana kita selanjutnya..."
"Baiklah...."
Abian punya darah Keluarga petinggi Baskara? Aura negatif Leonarda melahirkan makhluk tak kasat mata tingkat tak terdaftar? Rencana apa yang akan di lakukan Andhika?
Bersambung....
Ikuti penulis di Instagram juga
@taufik_hikigaya
Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)
Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.
__ADS_1