
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
Kembali ke ruang OSIS.
"Raya,Lia,Raina bersiaplah. Kalian akan pergi ke Jakarta besok."
"Ya!"
"Kalo begitu, aku juga akan segara pergi ke tempat rapat. Abian, Salsa kita harus cepat pergi."
Salsa dan Abian mengangguk.
"Kalo begitu, kami pergi dulu."
"Ya, beritahu aku hasilnya...."
"Ya..."
Kak Leonarda,Salsa,dan Abian pergi keluar sekolah. Lebih tepatnya mereka pergi ke sisi jalan raya.
Mereka sudah di tunggu oleh Pak Bobi yang membawa mobil Mercedes Benz hitam, mobil ini cukup mewah bagi Abian.
Mereka pun pergi ke suatu tempat, tempat ini adalah rumah keluarga Chandra. Rumah ini milik Leonarda dan Salsa.
Rumah ini memiliki 3 tingkat, rumah ini memiliki cat serba putih. Rumah ini seperti sebuah istana, Abian sampai terpukau dan berpikir kalo boleh di beri nama Abian ingin, memberi namanya Istana putih.
Mereka pun masuk ke rumah, pintu besar istana ini yang besar di bukakan oleh seseorang perempuan imut yang mengunakan pakaian maid.
Mereka seperti sedang melakukan cosplay.
"Selamat datang, Tuan muda Leonarda dan nyonya muda Salsa."
"Kamu terlalu formal Pak Budi..." Jawab Salsa & Leonarda kompak.
"Maafkan saya, dan ini adalah nak Abian kan?"
"Y-ya! Nama aku Abian. Salam kenal, Pak Budi."
Pak Budi sangat mirip dengan Pak Bobi. Tapi, Pak Budi terlihat sedikit lebih tua.
Ya, karena mereka adalah seorang saudara kandung, mereka bekerja sebagai pemimpin para indigo yang bekerja di keluarga petinggi.
Dan juga Pak Budi adalah ayah dari Raina, teman sekelas Abian.
"Kalo begitu, mari Pak Ilham Chandra dan Bu Sofia Chandra sedang menunggu keluarga Baskara. Di atas lebih tepatnya ruang rapat."
Setelah mengatakan itu, mereka berempat pergi ke lantai 2.
Mereka sampai di sebuah ruangan khusus, ruangan ini khusus untuk tempat berdiskusi, lebih tepatnya ruangan rapat.
Di sana ada sebuah meja dan 4 kursi yang saling berhadapan, 2 kursi sudah di isi oleh laki-laki dan perempuan kira kira berumuran 40 tahun.
Mereka adalah Ilham Chandra dan Sofia Chandra mereka adalah keluarga petinggi Chandra lebih tepatnya mereka adalah ayah dan ibu Kak Leonarda dan Salsa.
__ADS_1
"Selamat datang, Leonarda syukurlah kau baik baik saja..." Kata Pak Ilham.
"Ya, aku pulang...., Keluarga Baskara belum datang?"
"Katanya, mereka sedang di jalan...."
Mereka menunggu keluarga Baskara, Abian melihat burung gagak yang hinggap di sebuah pohon dari jendela ruang rapat.
Abian berpikir kenapa ada burung gagak di sini? Tapi, Abian tidak mempedulikan nya.
Beberapa saat kemudian, 2 orang dari keluarga Baskara tiba di tempat ini.
Orang yang datang adalah Pak kepala sekolah SMA ilmu seni dan bela diri, Pak Tomi Baskara dan seseorang yang belum diketahui oleh Abian.
Salsa mendekati Abian dan berbisik di telinga Abian.
"Dia adalah pemimpin keluarga Baskara sekarang, Pak Sanjaya Baskara."
Pemimpin keluarga Baskara? Jadi dia ayah dari Lia?
Dia mengunakan baju putih, pakaian nya seperti pakaian atlit silat.
Rambut nya juga sudah hampir semua putih mungkin umurnya sudah ada sekitar 60 tahunan.
Mereka berdua pun duduk di kursi yang di sediakan, dan rapat akan segera mulai.
"Baiklah! Semuanya sudah berkumpul, aku akan memulai rapat ini." Kata Kak Leonarda.
Mereka bertiga berdiri, karena kursi nya hanya cuma ada 4.
Para petinggi yang datang serius mendengarkan perkataan Kak Leonarda.
"...... Saat aku ke Inggris, aku melihat mereka bisa mengeluarkan aura negatif juga. Tapi, hanya dalam beberapa saat dan aura negatif nya menghilang sendiri tanpa menciptakan makhluk tak kasat mata...."
Abian mendengarkan penjelasan Kak Leonarda, kenapa di Inggris bisa seperti itu? Apakah di Indonesia bisa juga bisa seperti itu?
"Kita, lanjutkan. Setelah aku pergi ke Inggris aku pergi ke Prancis, di sana aku sempat menonaktifkan aura negatif, karena ada makhluk hidup tak kasat mata tingkat 2 yang muncul, dan biang keladi nya adalah seorang ilmuwan gila yang bisa mengunakan teknik seni dan membuat beberapa eksperimen dan aku telah mengeksekusi nya di tempat."
Ilmuwan gila? Bisa menggunakan Teknik seni? Eksekusi mati di tempat?
"..... setelah dari Prancis aku pergi ke Jerman, di sana sama seperti di Inggris. Dan juga aku bertemu dengan seseorang pertama di Eropa yang bisa mengunakan teknik seni, dia punya darah Indonesia dan Jerman. Ayah nya cukup kaya raya, dia kelas 2 SMA dan karena orang tuanya, paham tentang dunia indigo karena mereka juga seorang indigo, maka mereka akan mengirimkan dia untuk sekolah di sekolah kita."
Di Jerman dan Inggris aura negatif bisa di kembalikan dan tanpa menciptakan makhluk tak kasat mata.
Sedangkan di Prancis, makhluk tak kasat mata bisa terlahir. Dan juga ada seseorang yang menyalahkan gunakan teknik seni.
"Sekian dari ku, apakah ada yang mau di tanyakan?"
Pak Tomi menyetuh kacamata nya dengan jari tengahnya.
"Di Prancis makhluk tak kasat mata bisa lahir, sedangkan di Inggris dan Jerman tidak terlahir, apakah alasannya karena ada biang keladinya kan?"
"Kesimpulan, Pak Tomi bener. Kita bisa gabungkan dengan kejadian Kak Panca yang bisa terluka dengan seorang pengguna teknik seni yang misterius dan sepertinya biang keladi nya ada di dia yang kenapa makhluk tak kasat bisa terus lahir di Indonesia."
__ADS_1
Pak Ilham melipat tangannya di dada nya.
"Apakah kau tau, ciri ciri orang yang melukai Panca?"
"Ya, anak anak kelas 1 Mengatakan bahwa dia punya kemampuan melayang dan mengunakan pedang. Aku kenal orang yang pun ciri khas itu, dia adalah Ryan Chandra..."
Bu Sofia kaget mendengar yang di katakan anak nya.
"B-bukan nya. Keluarga Ryan sudah meninggal?"
"Mungkin saja. Ryan masih hidup dan memusuhi kita...."
Ada seseorang dari keluarga petinggi, yang menjadi musuh mereka? Dan mengendalikan rasa takut masyarakat Indonesia?
Saat sedang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di balik masalah ini, Abian melihat pohon dari jendela lagi.
Dan karena saking seriusnya mendengarkan penjelasan kak Leonarda, sampai sampai gagak yang hinggap di pohon itu, telah menghilang entah kemana.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Kembali ke gudang bekas pabrik.
Lelaki cungkring itu, seperti biasa sedang duduk santai, di kursi besi hitam nya.
Tentu saja, Ryan juga sedang ada di sana.
Gagak hitam terbang dan memasuki lubang lubang besar yang ada di gudang pabrik itu.
Dan hinggap di tangan laki-laki itu.
"Andhika, gagak itu apa? Itu bukan gagak sembarangan kan?"
"Ya, gagak ini adalah gagak yang di tanamkan sesuatu oleh Prof. Luis dan dia hebat dalam memata-matai, layak seperti kamera...."
Orang yang bernama Andika itu membelai bulu-bulu hitam gagak itu.
"...... Dengan cara kau membelainya seperti ini dengan sedikit kekuatan supranatural mu, maka informasi yang dia lihat akan terbaca oleh otak mu."
"....."
Ryan hanya bisa diam.
"Jadi begitu ya? Ryan identitas mu sudah ketahuan oleh para petinggi dan rencana mereka selanjutnya adalah pergi ke Jakarta. Regu satu akan mencari dokter bedah alumni SMA ilmu Seni dan bela diri untuk menyembuhkan Panca dan regu dua yang di pimpinan oleh sepupu mu, akan pergi mencari mu. Dan juga dia akan membawa si anak kelas 1 yang punya teknik seni bisa mengcopy itu."
"Begitu ya? Serahkan pada ku akan membawa anak itu...."
Bersambung....
Ikuti penulis di Instagram juga
@taufik_hikigaya
Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)
__ADS_1
Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.