Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 26 Sorot mata


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Saat ini Leonarda masih terjebak dalam sebuah penjara emas ini, sudah ada sekitar 30 menit setelah dia di jebak oleh Ryan.


Saat ini dia khawatir akan keadaan adik adik kelasnya.


Ryan bukan lawan yang mudah untuk di hadapi, Kak Panca saja bisa terjebak dalam perangkat nya dan terluka sampai koma.


Tiba-tiba Penjara yang menjebak nya terbuka dan membuat Leonarda bisa bernafas lega.


"Ah!? Kotak itu menghilang? Eh? Kenapa ada orang di dalamnya?"


"Siapa dia? Kotak tadi itu apa?"


Leonarda melihat mobil yang macet gara gara kotak emas yang menjebak nya.


Dia terjebak di tengah tengah sebuah perempatan.


Sepertinya ini adalah rencana milik Ryan, menjebak nya di tengah perempat jalan dan membuat Leonarda menjadi pusat perhatian.


"Lihat dia membawa pedang!"


"Siapa dia sebenarnya?"


Saat ini Leonarda menjadi sorotan mata orang-orang dan bahkan orang yang berusaha untuk memotret dan merekam nya.


Leonarda menutupi wajah dan melompat ke tiang lampu jalan dan meloncat loncat dari gedung ke gedung lain nya.


"Dia terbang?"


"Makhluk apa itu? Apakah dia manusia?"


Leonarda dalam masalah saat ini, jika ada orang yang tau tentang penguna teknik seni, maka dunia perteknik senian akan dalam kena masalah karena ada informasi yang bocor di dalam masyarakat.


Saat ini dia berusaha untuk tidak berpikiran negatif tentang kejadian tadi, yang terpenting sekarang adalah apakah adik kelasnya baik-baik saja saat ini.


Dia merasakan aura supranatural yang di keluarkan Abian, kekuatan supranatural Abian emang sangat lemah saat dia menonaktifkan teknik seni nya.


Tapi saat ini aura supranatural nya jauh lebih lemah dari biasanya, apakah dia baik-baik saja?

__ADS_1


Dan terlebih dia tidak merasakan aura supranatural milik Sonia, apakah dia terpisah dengan Abian?


Aura supranatural Abian semakin dekat, aura itu berada di sebuah gudang tua yang tak terpakai, gudang itu memiliki sebuah lubang cukup besar di temboknya.


Leonardo meloncat dari sebuah atap rumah dan kaki menyetuh tanah dekat di bibir lubang besar di dinding gudang itu.


Mata Leonarda terbelak melihat Sonia yang tidak sadarkan diri di tanah, dia berlumuran darah, wajahnya begitu pucat.


Luka itu berasal dari kedua tangannya, kedua tangannya sepertinya di potong oleh sebuah pedang.


"Sonia...." Kata Leonarda lirih tak percaya.


Abian melihat Leonarda dengan tatapan kosong, ada bekas air mata di bawah matanya.


Dia terlihat sangat syok.


"Kak Leonarda? Maaf.... Maaf aku tidak bisa melindungi, Sonia..." Jawab nya sambil berusaha untuk tidak menangis.


Leonarda melihat Ryan yang tak sadarkan diri, Aura supranatural Ryan masih terasa tapi cukup lemah.


Leonarda tau siapa yang melukai Sonia, Leonarda melemparkan tas hitam khusus pedang nya.


Tapi, tiba-tiba mata Ryan terbuka dan menghilang mengunakan teknik seni tingkat lanjut nya.


Dia muncul di depan lubang dinding yang di masukin Leonarda tadi.


"JANGAN LARI, PENGECUT!" Teriak Leonarda sambil melihat Ryan.


"Aku bukan pengecut! Aku akan kembali untuk membunuh kalian semua!"


Ryan pun menghilang entah kemana.


Leonarda Melihat kearah Abian dan Sonia dan merasa bersalah karena tidak siap dan cepat untuk membunuh Ryan.


Padahal dia mendapatkan misi untuk mengeksekusi Ryan karena dia sudah banyak membuat rasa takut kepada non penguna teknik seni.


Apakah dia takut membunuh Ryan? Karena dia sepupunya?


Tak lama kemudian, empat seorang perempuan datang ketempat mereka.

__ADS_1


Ketiga anak itu mengunakan seragam perempuan yang sama dengan Abian yang membedakan kedua orang itu mengunakan rok mini dan satu mengunakan celana panjang.


Dan perempuan yang satu lagi dia terlihat lebih berumur mungkin kurang dari 25 tahun.


Dia mengunakan jas putih khas seorang dokter.


Apakah dia dokter itu? Tanya Leonarda dalam hati nya.


Ketiga perempuan itu melihat kondisi Sonia yang memperhatinkan.


Mereka adalah Raina,Raya dan Lia.


Mereka bertiga melihat Sonia dengan wajah tak terpercaya, apalagi melihat Abian yang terlihat sangat syok.


Mungkin itu karena dia baru pertama kali melihat orang yang dia kenal sampai terluka separah ini.


Perempuan yang mengunakan jas putih itu mendekati Sonia dan Abian.


Dia berjongkok di depan Sonia yang tak sadarkan diri.


Dia menempelkan kedua jari telunjuk dan manis nya di leher Sonia.


Dia memejamkan mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dia sudah meninggal....."


Mendengar kenyataan pahit ini, membuat Leonarda dan yang lain menangis karena tidak percaya akan kehilangan rekan mereka dengan cepat.


Misi pencarian dokter bedah, Kak Arlita berjalan sukses walaupun ada kendala gara gara Ryan.


Misi pencarian Ryan untuk menangkap nya hidup atau mati berakhir dengan kegagalan dengan kematian Sonia.


Bersambung....


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)

__ADS_1


Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.


__ADS_2