Sekolah Di Bawah Kaki Gunung

Sekolah Di Bawah Kaki Gunung
Chapter 14 hal yang terjadi setelah kembali dari Laut selatan.


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.


Sehari setelah menjalankan misi dari Laut selatan, Kondisi Raina sudah membaik dan sudah siap jika harus menjalankan misi lagi.


Tapi, untuk Pak Panca masih belum sadarkan diri.


Nika sudah menyembuhkan luka-luka Pak Panca, tapi dia hanya bisa menyembuhkan luka lecetnya saja.


Tapi, untuk luka dalamnya seperti nya Pak Panca membutuhkan dokter sungguhan yang bisa mengoperasi nya.


Semua anak kelas satu, berkumpul di ruangan ketua OSIS Rava.


Sepertinya Rava akan membicarakan sesuatu dengan mereka.


Setelah sampai di ruang OSIS, tempat ini cukup nyaman bagi Abian. Tapi, hal yang membuatnya menjadi tidak nyaman adalah banyak dokumen, kertas dan buku-buku.


"Apakah tubuh kalian baik-baik saja?"


"Tubuh kami baik-baik saja..." Jawab Nika.

__ADS_1


"Begitu ya? Syukurlah.... Aku ingin memberi tahu kalian sesuatu."


"Apa itu? Apakah ada cara untuk menyembuhkan Pak Panca?" Tanya Abian.


"Tenang dulu, Abian....."


Jawab Kak Rava sambil mengerakkan gerakan kedua tangannya.


"Aku mendapat sebuah surat dari Eropa, lebih tepatnya dari Leonarda....." Lanjut Kak Rava sambil menunjukan secarik kertas.


"Surat dari Kak Leonarda?" Jawab Salsa.


"Benarkah. Dia akan pulang?!" Jawab Salsa bersemangat.


Abian tersenyum melihat Salsa, Abian pernah mendengar bahwa selain Kak Rava dan Nika masih ada saudara di dalam murid sekolah ini, yaitu Leonarda Chandra dan Salsa Chandra.


Melihat dan mendengar ini Lia, terlihat sedikit murung. Mungkin karena dia telah kehilangan saudara nya.


"Untuk masalah Pak Panca, dia punya seorang senior yang pernah sekolah di sini, ia sekarang menjadi seorang dokter bedah terbaik di Jakarta. Jadi aku mungkin akan memberikan misi kepada salah satu dari kalian untuk mencarinya. Persiapkan diri kalian..."

__ADS_1


"Baik!"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Di bandara Soekarno-Hatta, Seorang anak laki-laki yang memiliki tubuh tinggi tegap, dia mengunakan mantel putih yang cukup tebal.


Dia merasakan udara yang dia rindukan, udara hangat di Indonesia.


"Wah di sini panas sekali, ya...."


Bersambung.....


Ikuti penulis di Instagram juga


@taufik_hikigaya


Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)


Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.

__ADS_1


__ADS_2